Rekoleksi SD: Mencapai Bintangku Meraih Cita-cita

MODUL REKOLEKSI UNTUK SEKOLAH DASAR

MENCAPAI BINTANGKU MERAIH CITA-CITA

Fr. Antonius Afrianto Budi Purnomo

 

 

A.     Konsep Dasar

Tema:

·        Mencapai Bintangku Meraih Cita-cita

Tujuan:

·        Mengenal diri, anugerah-anugerah, potensi, bakat, kemampan, dan keunikannya. Akhirnya, siswa mampu mensyukurinya.

·        Menemukan cita-cita dan impian masa depan.

·        Memberi semangat  untuk bertumbuh dan berkembang demi menggapai cita-cita.

 

 

B.     Dinamika

Hari Pertama

16.00 – 17.00       : Tiba di Sekolah dan Persiapan 

17.00 – 17.30       : Pengantar Umum

17.30 – 19.00       : Sesi I “Merasakan kasih Tuhan dalam diri orang lain ”

19.00 – 20.00      : Makan malam bersama

20.00 – 21.30      : Sesi II “Melihat kado dari Tuhan”

21.30 – 22.00      : Renungan Malam (Api unggun)

 

Hari Kedua

05.00 – 05.30      : Bangun pagi

05.30 – 06.30      : Mandi pagi

06.30 – 07.00      : Renungan Pagi

07.00 – 08.00      : Sarapan

08.00 – 10.00      : Sesi III “Cita-citaku”

10.00 – 10.30       : Snack

10.30 – 11.30       : Sesi IV “Mengejar cita-cita bersama dengan Teman”

11.30 – 12.00       : Sesi V “Membangun Niat: Aku Bisa Menggapai Bintangku”

12.00 – 13.00       : Perayaan Ekaristi

 

C.      Detail Sesi

 

Sesi PENGANTAR

Waktu       : 17.00-17.30 WIB (durasi: 30 menit)

Tempat     : aula

Peralatan  : Alat tulis, alat musik (gitar atau keyboard), laptop, LCD

 

*      Selamat datang dan doa pembuka

*      Perkenalan pendamping

*      Menyanyikan lagu theme song rekoleksi “Mencapai Bintangku.” Lagu ini akan sering dinyanyikan dalam kegiatan rekoleksi. Disediakan sedikit waktu untuk berlatih lagu ini. Laptop dan LCD digunakan untuk menampilkan lirik lagu tersebut.

 

Mencapai Bintangku

 

Kulihat malam terbentang

Berhiaskan sribu bintang

Reff   Di antara bintang yang bersinar

Satu pasti milikku

Walau jauh dan tak terbatas

Pastilah diriku mampu

Doa dan restumu bagaikan seribu sayap

Menghantarku membumbungku terbang melayang

Meraih bintang yang bersinar di langit tinggi

Mencapai bintangku pasti akan kugapai cita-cita

Kerlipmu mengajakku terbang

Menggapai cita masa depan

Kembali ke reff

 

*      Penjelasan singkat tentang arti gladi rohani/rekoleksi: dikaitkan dengan pengalaman dan harapan-harapan para siswa

*      Ditekankan: keberhasilan gladi rohani/rekoleksi ini tergantung dari kesediaan, keterbukaan dan kesungguhan hati dari para peserta. Pembimbing utama adalah ROH KUDUS sendiri. Caranya dengan menciptakan 4 K: Keterbukaan, Keheningan/ketenangan, Kerja sama, dan Kedisiplinan.

*      Peserta dibagi 5 kelompok secara zig-zag (lintas kelas) @ 14 orang à Kereta Cinta

*      Penjelasan alur/rangkaian kegiatan gladi rohani secara garis besar.

*      Kesepakatan/aturan main yang perlu ditaati bersama, yaitu:

1.         Suasana yang perlu dibangun adalah HENING/MENENG. Keheningan bukan sekedar diam dan tenang secara fisik, tapi soal hati.

2.         Alat-alat elektronik: Hand Phone, Walkman, MP3 Player, Mp4, dsb. Gimana baiknya? Dikumpulkan kepada bapak/ibu guru atau ada usulan yang lain?

3.         Papan nama (callcard) harus selalu dipakai dalam setiap acara bersama.

*      Pengumuman: nanti malam, setelah Renungan malam disediakan waktu bagi peserta untuk ber-curhat atau bercerita dengan frater. Apa yang dibicarakan bebas, boleh tentang apa saja. Hal ini tidak wajib, tapi sukarela, dan bagi yang mau/butuh.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sesi I  “MERASAKAN KASIH TUHAN DALAM DIRI ORANG LAIN”

Waktu       : 17.30-19.00 WIB (durasi: 90 menit)

Tempat     : Aula

Peralatan  : alat tulis (ballpoin dan kertas HVS), laptop, LCD

Tujuan      :

1.      Mengajak siswa untuk merasakan Tuhan yang mencintai mereka dalam diri orang lain.

2.      Menyadari bahwa siswa berada di tengah-tengah banyak orang yang mencintainya dan mendukungnya untuk meraih cita-cita : orang tua dan keluarga, teman, sahabat, guru, kepala sekolah, serta orang lain yang ada di sekitarnya.

3.      Mensyukuri anugerah Tuhan.

 

Materi / Bahan:

Sepanjang hidupku aku dicintai

 

I.      Permainan: Membuat Peta Hidupku (30 menit)

ü        Setiap anak diberi satu kertas HVS untuk ‘Membuat Peta Hidupku’. Untuk membuatnya, anak bekerja secara pribadi.

ü        Langkah-langkah membuat peta hiduku:

1.      Di tengah-tengah kertas, anak-anak diajak untuk menggambar rumah.

2.      Setelah rumah tergambar, anak-anak diajak untuk membuat lingkaran dan diisi dengan nama orang yang dicintai/mencintainya. Keluarga diletakkan di dalam rumah, sedangkan orang lain (selain keluarga) ditempatkan di luar. Semakin dekat letak lingkaran itu dengan rumah, semakin dekatlah rasa sayang/disayangi yang dialami oleh anak. Demikian pula sebaliknya. Semakin jauh lingkaran dari rumah, semakin jauh rasa sayang/disayangi yang dialami oleh anak.

3.      Buatlah sebanyak-banyaknya.

ü        Setelah selesai membuat peta hidupku, anak-anak diajak untuk menghitung jumlah lingkaran yang tergambar.

 

II.    Pemaknaan:

Permainan tersebut mengajak anak-anak untuk menyadari bahwa sepanjang hidupnya anak-anak dicitai oleh banyak orang. Rumah adalah tempat pertama di mana kita mengenal cinta. Ibu yang melahirkan kita, membelai kita dengan penuh mesra. Cintanya begitu besar. Tak ada satupun kesalahan kita dan perbuatan nakal kita yang tidak dimaafkan oleh sang ibu. Dengan penuh kelembutan ia menjaga kita waktu kita tidur, waktu kita bermain, dan setiap saat doanya bagi kita selalu kita dengar. Ayah bekerja membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan kita: membayar uang sekolah, memberi uang saku, dan memberi banyak hal yang kita minta. Ayah juga selalu melindungi kita dari bahaya yang mengancam. Keluarga, sahabat, teman-teman, bapak ibu guru, dan orang-orang di sekitar kita juga mencintai kita dengan cinta yang tak terbatas. Dengan dicintai, muncul rasa kebahagiaan. Kesepian pun sirna. Orang-orang yang dicintai membuat hari-hari kita jadi semangat. Semuanya itu adalah pemberian Tuhan kepada kita. Tuhan itu baik hati. Itulah yang harus selalu kita syukuri. Kita bersyukur melalui doa-doa kita kepada Tuhan. Di samping itu, kita juga harus membalas kebaikan Tuhan itu dengan membuat orang-orang yang kita cintai bahagia. Menggapai cita-cita setinggi langit merupakan salah satu cara untuk bersyukur kepada Tuhan.

 

III.  Pertanyaan Panduan

1.    Berapa banyak orang yang kamu tulis dalam kertas itu?

2.    Siapa yang paling kamu cintai? Mengapa?

3.    Apa yang akan kamu lakukan untuk orang yang kamu cintai itu?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sesi II “MELIHAT KADO DARI TUHAN”

Waktu       : 20.00 – 21.30

Tempat     : Aula

Peralatan  : Laptop, LCD, alat tulis

Tujuan      :

1.      Setelah sisiwa diajak untuk mensyukuri anugerah Tuhan berupa orang-orang yang mencintainya, siswa diajak untuk mengenali dan menghitung berbagai potensi, bakat, ketrampilan, dan sifat-sifat positif yang dimilikinya.

2.      Mengajak anak-anak untuk menggali anugerah Tuhan

3.      Membiasakan anak-anak untuk mensyukuri anugerah Tuhan

 

Materi/Bahan:

 

Aku Kuat, Tuhanku Hebat

 

Sebelum menciptakan manusia, Tuhan Allah menciptakan bumi dan segala isinya. Ada matahari, bulan dan bintang, langit, bumi, tanaman, binatang, daratan dan lautan. Semua itu diciptakan baik adanya dan Tuhan memandangnya baik. Baru pada hari keenam, Tuhan menciptakan manusia. Berbeda dengan ciptaan sebelumnya, manusia diciptakan dengan sangat baik adanya. Bahkan Tuhan memandangnya sungguh sangat baik. Manusia diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah. Bahasa menterengnya: sesuai dengan gambar dan citra Allah.

Manusia dianugerahi oleh Allah 3 daya yang luar biasa. Daya itu sama artinya dengan kekuatan. Apa aja ketiga  daya itu? Tiga daya itu adalah daya cipta, daya rasa dan daya karsa.

1.         Daya Cipta

Daya Cipta berarti kekuatan untuk membuat, menciptakan sesuatu. Gimana caranya? Tuhan telah memberi manusia akal budi, pikiran, otak. Dengan akal budinya itu, manusia dapat berpikir. Dengan demikian, ia memiliki kecerdasan dan kreativitas. Ia dapat memilih dan membedakan mana yang baik dan tidak baik, mana yang benar dan salah. Inilah yang membuat manusia istimewa dibandingkan makhluk Tuhan yang lainnya.

2.         Daya Rasa

Daya Rasa berarti kekuatan untuk merasakan segala sesuatu. Gimana caranya? Tuhan menganugerahi indera atau organ tubuh kepada manusia. Ada yang disebut panca indera, yaitu: mata, telinga, hidung, mulut, dan lidah. Mata berfungsi sebagai indera penglihatan. Telinga berfungsi sebagai indera pendengaran. Hidung berperan sebagai indera penciuman, merasakan bau atau aroma tertentu. Lidah dapat digunakan untuk merasakan dan mencecap, entah rasa makanan, minuman, dsb.

Selain itu, tubuh manusia dapat juga merasakan hawa dingin melalui tangan, kaki, kulit, dsb. Berbeda dengan makhluk hidup yang lain, manusia mempunyai perasaan yang istimewa. Ada perasaan gembira, syukur, bangga, takut, cemas, sedih, gelisah, kecewa, dsb.

3.         Daya Karsa

Daya Karsa berarti kekuatan untuk melakukan kehendak, keinginan, karya, segala pekerjaan, dsb. Keinginan manusia ini tidak harus selalu diikuti. Tidak semua keinginan harus dilaksanakan. Nah, untuk memilih dan menyeleksinya, manusia dibekali daya kritis dan akal budi. Dengan demikian, tindakannya nggak hanya berdasarkan insting atau naluri belaka, tetapi akal sehat dan hati nurani.   

 

Setiap orang diciptakan secara unik. Setiap anak berbeda dengan anak yang lainnya. Anak kembar pun tidak sama persis. Pasti ada yang berbeda. Tuhan pasti memberikan “KADO” yang terbaik bagi setiap anak. Kado bukan sekedar kado ulang tahun, melainkan kado untuk hidup. Itulah KADO KEHIDUPAN. Apa aja KADO KEHIDUPAN itu????

Tuhan menganugerahkan KADO KEHIDUPAN kepada kita yang berupa:

1.         Keadaan fisik    : sehat, punya organ tubuh lengkap, tidak cacat, cantik, ganteng, dsb.

2.         Bakat/talenta  : menyanyi, melukis, memasak, olah raga, menulis/jurnalistik, bermain musik, berpidato, menari, dsb.

3.         Watak/sifat      : sabar, suka menolong, ringan tangan, rajin, tekun, murah hati, lemah lembut, tegas, rendah hati, jujur, berani, hemat, murah senyum, mudah bergaul/supel, disiplin, gembira, soleh/suci, dsb.

4.         Pengalaman     : berziarah, berdoa, membantu orang tua, ulang tahun, terima komuni I, bertemu seseorang, piknik, dsb.

 

Pertanyaan pengolahan diri:

1.                   Apa hobi yang aku senangi?

2.                   Apa saja KADO dari Tuhan yang aku miliki?

3.                   Apa saja kekurangan-kekurangan yang masih perlu aku perbaiki?

 

Dinamika Kelompok:

1.         Setiap peserta diberi kertas HVS sebanyak 1 lembar.

2.         Kertas tersebut dilipat menjadi 4, kemudian setiap lipatan ditulisi : Keadaan Fisik, Bakat/Talenta, Watak/Sifat, dan Pengalaman Mengesan.

3.         Buatlah/carilah simbol yang menggambarkan kado dari Tuhan yang Anda terima.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sesi III “Cita-citaku”

Waktu       : 08.00 – 10.00

Tempat     : Aula

Peralatan  : Laptop, LCD, alat tulis

Tujuan      :

1.      Siswa diajak untuk melihat cita-cita atau keinginan yang sudah ada dalam diri.

2.      Mengali tokoh idola dan menemukan cita-cita / impian akan masa depan.

Materi/Bahan:

PATCH ADAM DAN TOKOH IDOLAKU

ü    Film Patch Adam (atau film lain yang sejenis)

Film ini menceritakan tentang cara seorang pria mewujudkan cita-citanya. Adam adalah seorang calon dokter. Menurut peraturan, selama seorang calon dokter belum menjadi dokter,  ia tidak boleh mengadakan kunjungan pasien maupun usaha penyembuhan. Namun rasa kasihan dan rasa ingin menolong membuatnya nekat untuk menyembuhkan orang sakit. Anak-anak bahkan nenek-nenek dihiburnya sehingga mereka tertawa. Dengan tertawa dan tersenyum orang yang sakit bergembira dan sembuh dari sakitnya.

ü    Pertanyaan Panduan:

1.        Baguskah film itu?

2.        Tokoh siapa yang paling kamu kagumi? Mengapa?

3.        Apa cita-citamu? Mengapa kamu memilih itu?

 

 

Sesi IV  “Mengejar cita-cita bersama dengan Teman!”

Waktu       : 10.30 – 11.30

Tempat     : Aula

Peralatan  : alat tulis (ballpoin dan kertas HVS), laptop, LCD

Tujuan      :

1.         Mengajak anak-anak untuk menyadari bahwa Tuhan menciptakan teman-teman.

2.         Menyadarkan anak-anak bahwa seseorang membutuhkan orang lain dalam menggapai cita-cita.

 

Materi/Bahan:

I.      Dinamika Kelompok: “Kapal Perang”

1.         Peserta dibagi dalam 4 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang.

2.         Setiap Kelompok memilih nama kapal perang: Harimau, Elang, Rajawali, Garuda, dsb.

3.         Setiap orang dalam kelompok berbaris dan masing-masing orang mengatakan: Pasukan, siap, tembak, doooooorrrrrr, nama kapal musuh.

4.         Begitu bergantian, semakin lama semakin cepat. Nanti tinggal 1 kapal perang yang keluar jadi pemenang berkat kerja sama dan kekompakan.

5.         Nilai-nilai yang ditanamkan: kerja sama, kekompakan, perjuangan, tak kenal menyerah, dan komunikasi dalam tim. 

Sesi V “AKU BISA MENGGAPAI BINTANGKU!”

Waktu       : 11.30 – 12.00

Tempat     : Aula

Peralatan  : Laptop, LCD, alat tulis (untuk anak-anak)

Tujuan      :

1.      Mengenalkan anak pada macam-macam gaya belajar

2.      Mencari cara belajar yang paling baik bagi masing-masing siswa

3.      Mengajak anak-anak untuk membangun niat demi masa depannya

 

Materi/Bahan:

Aku dan Masa Depanku

Dinamika Kelompok:

1.    10 Gaya belajar

2.    Anak-anak memilih salah satu gaya belajar yang paling tepat bagi dirinya

 

Mengenali Gaya Belajar yang cocok

Orang bilang bahwa setiap anak mempunyai gaya belajar yang khas. Setiap anak nggak sama. Katanya, gaya belajar seseorang dapat menggambarkan karakter/sifat seseorang. Bener nggak yach? Untuk membuktikan benar atau tidak, mari kita simak dulu 10 gaya belajar berikut ini:

1.         Belajar sambil dengerin musik

Kalau kamu suka dengerin musik/lagu yang keras (rock, Linkin Park, Michael Jackson, dsb) itu berarti kamu punya watak yang keras. Kamu paling nggak suka diganggu oleh siapa pun ketika dalam belajar. Temperamenmu suka nggak terkendali. Tetapi kalau kamu suka dengerin musik yang slow, lembut (Chrisye, Nikita, dsb), kamu tipe orang yang gampang terbawa suasana. Orang bilang kamu agak suka mentingin diri sendiri. Tapi nggak parah-parah amat kok. Sebab kadang-kadang kamu bisa berubah total jadi seorang sahabat yang sangat peduli, peka dan perhatian pada teman.

2.         Belajar sistem kebut semalam (wayangan)

Wah, kamu orangnya paling nggak bisa mengatur diri sendiri. Kamu kurang dapat menggunakan waktu dengan baik: kadang terlalu santai; kalau sudah kepepet, kamu suka kebingungan sendiri. Kalau kebiasaan ini nggak kamu hentikan segera, kamu akan kerepotan juga lho. Kadang-kadang temen-temenmu nggak dapat mengikuti iramamu. Padahal, kamu sebenarnya orangnya asyik dan suka menolong teman yang dalam kesulitan. Maka, biar hidupmu makin asyik, ubahlah sikap-sikap negatif itu. Mulai benahi dirimu sedikit demi sedikit. Dimulai dengan mengatur jadwal yang tepat untuk semua kegiatan yang akan dilakukan. Apalagi menjelang ujian akhir nasional ini. Setidaknya, cobalah dulu sebulan, seminggu, setiap hari. Tekuni dan lanjutkan terus bila berhasil.

 

 

3.         Belajar dengan membuat ringkasan

Kamu orangnya sistematis banget. Apa yang kamu lakukan selalu direncanakan dan dipertimbangkan secara matang. Daya ingatmu juga bagus. Kamu nggak suka bertele-tele. Orang paling demen dan senang bekerjasama dengan kamu. Tapi ingat, kadang karena terlalu sederhananya pola pikir dan sikapmu, kamu bisa nggak peduli dengan pendapat orang lain dan dengan hal-hal yang penting. Baik kalau kamu memperhatikan hal-hal yang sederhana yang awalnya kamu anggap nggak penting. Siapa tahu hal itu sangat berguna bagimu kelak.

4.         Belajar dengan cara menghafal

Kamu masih suka tergantung sama orang lain yach? Banyak hal yang sering membuat kamu bingung, bahkan kamu nggak bisa mutusin sendiri. Mungkin hal ini disebabkan karena kamu nggak suka nyakiti orang lain. Hal sekecil apapun pasti kamu usahakan untuk berdiskusi dan minta pendapat orang lain terlebih dahulu. Nggak masalah sih selagi orang-orang yang kamu minta pendapat asyik dan bisa memberikan saran yang baik. Tapi ingat, nggak selamanya kita akan tergantung pada orang lain dan menunggu keputusan orang lain. Kadang ada beberapa hal yang harus diputuskan sendiri, apalagi menyangkut tentang hidup kita sendiri.]

5.         Belajar bareng teman-teman (belajar kelompok)

Kamu orangnya sangat familiar, ramah, dan suka menghargai pendapat orang lain. Kamu paling seneng berbagi segala sesuatu dengan sobat-sobatmu daripada kamu rasakan sendiri. Kadang karena sikap yang suka terlalu baik, membuat beberapa sahabatmu suka tergantung pada kamu. Oh ya, ada satu sifat lain yang mesti kamu benahi lagi biar makin oke, yaitu kurangi kebiasaan dugemmu bareng temen-temenmu! Tapi kalau keseringan, wah bisa jeblok prestasimu. Nggak ada salahnya kamu menolak ajakan yang nggak penting dari teman-temanmu. Ingat: kita nggak selamanya akan bersama-sama dengan teman terus? Ada saatnya kita harus mulai memikirkan hidup kita sendiri biar nggak nyesel di kemudian hari.

6.         Belajar tanpa ada satu suara yang mengganggu (tenang)

Agak egois dan mau menang sendiri. Kadang orang lain susah banget untuk menasihatimu. Dalam diskusi, biasanya kamulah yang menguasai pembicaraan. Kalau udah terlalu asyik, kamu jadi suka lupa diri dan nggak mau mendengarkan masukan orang lain. Jangan dipelihara kebiasaan ini. Tapi di balik kekuatanmu itu, kamu memiliki sifat yang cenderung tertutup. Orang lain suka nggak tahu apa sebenarnya kemauanmu. Kamu cepet banget merasa bete. Jika udah bete, kamu bisa diam dan menyendiri di kamar berjam-jam tanpa makan dan minum.

7.         Belajar dengan cara tebak-tebakan (model kuis)

Kocak berat, suka iseng. Itulah kelebihan sekaligus kekuranganmu. Menjadi kelebihan karena di manapun kamu berada, orang selalu gembira dengan kehadiranmu. Kamu paling pinter menghidupkan suasana, membuatnya menjadi lebih hangat dan seru. Ide-idemu cemerlang dan selalu ditunggu orang lain. Disebut kekurangan karena sikap kocakmu membuat kamu nggak dianggap serius oleh orang lain. Dan sifat isengmu kadang kelewatan, nggak dapat dibendung. Maka, hati-hati ya jangan sampai membuat orang sakit hati.

8.         Belajar di tempat terbuka

Suka tantangan, sportif berat. Itulah karakter/sifatmu. Kamu paling nggak betah berada dalam ruangan karena bisa membuat pikiran terbelenggu. Kamu lebih suka suasana berbau alam. Kamu suka di gunung, di pantai, atau menikmati alam pedesaan dengan segala keindahannya. Sifatmu yang ringan tangan membuat banyak orang menyayangi dan membutuhkanmu.

9.         Belajar sambil ngemil

Suka ngerumpi dan suka mengulang-ulang kesalahan. Bisa kok manusia melakukan  hal itu, tapi jangan keseringan dan keterusan. Ngerumpiin orang lain memang asyik banget, tapi kalau terlalu sering, malah akan dibuat-buat dan cari-cari. Nggak baik kalau ngerumpi terus, apalagi jika bahan rumpiannya nggak bener. Wah, bisa sakit hati tuh orang. Lebih baik kamu intropeksi diri dan membuang kebiasaan yang nggak sehat ini.

10.     Belajar sambil mondar-mandir

Kamu orangnya suka cuek. Konsentrasi nggak mudah pecah dalam situasi segawat apapun. Jarang orang punya sifat ini. Orang biasanya menganggapnya aneh. Aneh atau keras kepala ya? Ada baiknya juga yaitu: kamu nggak mudah terpancing dan terbawa emosi dan situasi. Pendirianmu cukup kuat, susah digoyahkan. Baik kalau hal yang ini dipertahankan.

 

Pertanyaan panduan:

1.    Manakah cara belajar yang paling tepat bagimu? Berikanlah alasanmu!

2.    Apakah cara belajar yang biasa kamu lakukan sesuai dengan salah satu dari 10 cara belajar tersebut?

Tulislah niat-niatmu untuk kamu lakukan setelah menjalani rekoleksi ini!

 

Pendampingan Rohani SMU

“Menjadi Dewasa dan Beriman”

Pendampingan Rohani Siswa-i Katolik SMA N 1 Kalasan Yogyakarta

Jumat, 20 Juli 2007

 

Susunan Acara

 

07.3008.00            :  Pembuka (Pengantar, tema, breaking ice, doa pembuka)

08.0009.00            :  Sessi I (Tahap Perkembangan Kepribadian, Motivasi)

09.0009.15            :  istirahat

09.1509.30            :  breaking ice

09.30 – 11.00:  Sessi II (Aku dan Kelompokku)

11.00 – 11.15            :  Persiapan Ibadat

11.15 – 12.00            :  Ibadat Penutup

 

Pembuka (Pengantar, tema, breaking ice, doa pembuka)

1.   Pengantar dari Panitia, Perkenalan diri

2.   Breaking Ice dengan dua macam permainan: 1) Deret Urut, 2) Nama Bola

à Deret Urut

·        Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok (min. 5 orang per kelompok).  Jumlah kelompok menyesuaikan.

·        Dalam kelompok, masing-masing anggota mencoba berbaris dari depan ke belakang sesuai dengan kriterium urutan yang diminta (umur, nama, tanggal lahir, hobi, dst.)

·        Jumlah kelompok dikurangi; jumlah anggota dalam satu kelompok semakin diperbesar. Akhirnya, semua menjadi satu deret atau lingkaran

 

à Nama Bola

·        Peserta diminta membentuk lingkaran.

·        Pendamping berdiri di tengah lingkaran sambil membawa bola tenis.

·        Pendamping menjelaskan aturan main permainan ini.

·        Pertama, bola itu akan diberikan dari satu peserta ke peserta lain sambil menyebut sebuah pesan yang versi panjangnya: “Saya A menyerahkan bola ini kepada B”. Pesan pokoknya memperkenalkan nama diri si pembawa bola kepada si penerima bola.

·        Kedua, setiap kali satu putaran selesai pendamping mencatat lama waktu permainan itu.

·        Kemudian, pendamping menantang peserta melakukan hal itu dalam waktu yang semakin singkat sampai kira-kira pada waktu yang secara nalar, tidak mencukupi untuk berkenalan.

3.   Istirahat dulu untuk mengatur napas.

4.   Memulai acara dengan doa pembuka.

 

Sessi I (Perkembangan Kedewasaan dari perkembangan motivasi)

1.    Pendamping menguraikan secara singkat bahwa semua peserta sudah masuk masa kedewasaan secara fisik. Tetapi, apakah mereka sudah dewasa secara psiko-spiritual, belum dapat diketahui.

2.    Pendamping, sambil membagikan kertas, mengatakan bahwa apa yang akan dilakukan kali ini akan membantu mereka mengetahui sampai pada tahap mana kedewasaan psiko-spiritual mereka.

3.    Pendamping meminta peserta menuliskan sepuluh [10] keinginan gila mereka yang ingin segera mereka penuhi apabila mereka dapat melakukan segalanya; mempunyai segala fasilitas; dan tidak terikat oleh siapa atau apapun di dunia ini. Mereka bebas dan mempunyai segala hal. Keinginan gila ini adalah keinginan yang spontan muncul, dan bukan dengan pemikiran yang panjang dan mendalam. Peserta diminta menuliskan keinginan mereka itu dalam waktu 10-15 menit saja. Tidak lebih.

4.    Pendamping mengajak peserta menganalisis apa yang mereka tulis dengan “7 tingkat motivasi”: kenikmatanà kesenanganà egolatriaà humanisà incarnatorisà religiusà mistik.

5.    Pendamping mengajak peserta keluar (lapangan basket). Membuat peserta menjadi dua kelompok. Menutup mata separuh kelompok, dan menyuruh yang ditutup matanya itu berjalan. Pertama, sendirian; lalu, dibimbing temannya dari belakang; kemudian, temannya berjalan bersamanya.

6.    Intinya, pendamping mengajak peserta untuk menyadari bahwa kehadiran orang lain penting artinya bagi pertumbuhan hidupnya. Kehadirannya pun penting bagi pertumbuhan orang lain.

~ Break 15 menit ~

Sessi II (Aku dan Kelompokku)

1.    Pendamping mengajak peserta menyanyi atau bermain (cabu-cabu-cacaca) untuk memecah kebekuan selama kira-kira lima belas [15] menit.

2.    Pendamping kembali mengulangi hal terakhir dalam sessi I: “Kehadiranku penting artinya bagi pertumbuhan orang lain. Kehadiran orang lain penting juga bagi pertumbuhanku”.

3.    Pendamping mengajak peserta mengasah kemampuan peserta dalam hidup bersama dengan beberapa permainan.

 

à  Naga Balon

·        Peserta diminta masuk kembali dalam kelompok kembali

·        Pendamping membagikan balon yang udah ditiup dan diberi tali kepada masing-masing peserta di setiap kelompoknya

·        Peserta mengalungkan balon itu di leher mereka masing-masing sedemikian rupa sehingga balon terletak di punggung mereka.

·        Setiap kelompok berbaris memanjang dari depan ke belakang, dan saling berhadapan dengan kelompok yang lain.

·        Pendamping memberitahukan aturan main permainan ini.

·        Pertama, setiap kelompok berlomba meletuskan sebanyak mungkin balon kelompok yang lain. Kedua, kelompok yang dapat mempertahankan balon paling banyak-lah yang akan menang.

 

à  Pipa Gila

·        Peserta diminta masuk kembali dalam kelompok kembali. Kali ini dalam dua kelompok sama besar.

·        Pendamping membagikan dua buah pipa masing-masing sepanjang dua meter kepada masing-masing kelompok

·        Setiap peserta dalam kelompok diminta berdiri selang-seling tetapi berhadap-hadapan.

·        Kemudian, mereka diminta mengangkat pipa itu dengan jari telunjuk.

·        Inti permainan, setiap orang harus bekerja bersama untuk memecahkan sebuah permasalahan.

 

      à Aku mempercayaimu


Ibadat Penutup

 

Nyanyian Pembuka

Doa Pembuka

Bacaan Injil

 

Garam itu baik, tetapi kalau menjadi tawar, mungkinkah diasinkan kembali?

 

Pembacaan dari Injil Markus (Mrk 9,42-50)

 

 “Siapa menyebabkan salah satu dari orang-orang yang kecil ini tidak percaya lagi kepada-Ku, lebih baik kalau batu penggilingan diikatkan pada lehernya, dan ia dibuang ke dalam laut. Kalau tanganmu membuat engkau berdosa, potonglah tangan itu! Lebih baik engkau hidup dengan Allah tanpa sebelah tangan daripada engkau dengan kedua belah tanganmu masuk ke neraka, yaitu api yang abadi.

 [Di sana api tidak bisa padam, dan ulat tidak bisa. Dan kalau kakimu membuat engkau berdosa, potonglah kaki itu. Lebih baik engkau hidup dengan Allah tanpa sebelah kakimu, daripada engkau dengan kedua belah kakimu dibuang ke dalam neraka. [Di sana api tidak bisa padam dan ulat tidak bisa. Kalau matamu menyebabkan engkau berdosa, cungkillah mata itu! Lebih baik engkau masuk Dunia Baru Allah tanpa satu mata, daripada engkau dengan kedua belah matamu dibuang ke dalam neraka. Di sana api tidak bisa padam dan ulat tidak bisa mati.

Setiap orang akan dimurnikan dengan api, seperti kurban disucikan dengan garam.

Garam itu baik, tetapi kalau menjadi tawar, mungkinkah diasinkan kembali? Jadi, hendaklah kalian menjadi seperti garam — hiduplah bersama-sama dengan rukun.”

 

Homili Singkat

Pembuatan Niat – Doa Umat – Bapa Kami

Doa Penutup

Pengumuman

Nyanyian Penutup

Rekoleksi Putra Putri Altar

Rekoleksi Putri Sakristi

Gereja St. Fransiskus Xaverius Kidul Loji

Syantikara, 2-3 September 2006

 

Tema: 

*    Cinta Kristus hadir dalam wujud pelayanan dan kasih pada sesama

 

Tujuan:

*    Mengembangkan iman Putri- Putri Sakristi

*    Pengenalan dan pengakraban

*    Sadarkan PS akan wujud dan arti pelayanan dalam hidup menggereja

 

 

JADWAL ACARA

 

Sabtu, 2 September 2006

 

§        15.00 – 16.00 : Selamat datang

§        16.00 – 17.00 : Pengantar

§        17.00 – 18.30 : Session I

§        18.30 – 19.00 : Renungan Sore

§        19.00 – 20.00 : Makan Malam

§        20.00 – 21.30 : Session II

§        21.30 – 22.00 : Renungan Malam

§        22.00 – 23.30 : Sharing / Curhat

§        23.00 – ………. : Tidur 

 

Minggu, 3 September 2006

 

§        05.00 – 05.30 : Bangun, Mandi

§        05.30 – 07.00 : Perayaan Ekaristi, renungan pagi

§        07.00 – 08.00 : Sarapan

§        08.00 – 09.30 : Session III

§        09.30 – 10.00 : Istirahat

§        10.00 – 11.30 : Session IV

§        11.30 – 12.30 : Penutup, Evaluasi

§        12.30 – ………. : Makan Siang, Packing, Sayonara

 

 

 

Dinamika Rekoleksi

Putri Sakristi Gereja Kidul Loji

Syantikara, 2-3 September 2006

——————————————————————————————————————————–

 

BAHAN dan KOMPETENSI DASAR

 

AKU. Dimaksudkan mengajak anak mengenali diri dan terbiasa berpikir-mengarahkan-positif terhadap diri sendiri. I am OK!. Dengan demikian, bagian ini mampu menunjukkan apa yang baik dan unik dalam diri anak. Hal ini akan menjadi langkah awal untuk menggugah pertanyaan anak terhadap yang lain: I am OK! How about you, are you OK?

 

KAMU / MEREKA. Mengajak anak mampu mengenali orang lain dan terbiasa berpikir positif terhadap orang lain. Latar belakang yang ditawarkan dari PS adalah diharapkan terjadinya suatu bentuk kerjasama antar anggota PS. Maka, bagian ini dimaksudkan untuk membantu anak menyadari bahwa ada orang lain diluar diri mereka, yang sama OK-nya dan membutuhkan kerjasama positif dengan mereka. You are OK!

 

KAMI / KITA. Dengan demikian, anak berpandangan bahwa diri mereka baik dan orang lain adalah pribadi yang baik juga. Maka, akan dapat terwujudkan suatu kerjasama, terbentuk suatu sinergi dan cita- cita bersama. Bukan sekedar sama- sama bekerja, namun mewujudkan suatu langkah yang baru. I am OK, You are OK, We are OK!

 

 

*Berkat Tuhan kita

amin

 

 

 

 

 

 

LANGKAH – LANGKAH

 

PENGANTAR

  • Selamat datang
  • Perkenalan – Breaking Ice
  • Pengenalan dan penyegaran makna rekoleksi, pengalaman yang akan diolah dan harapan yang akan dicapai.
  • Gambaran acara yang akan dilakukan bersama
  • Kontrak yang perlu disepakati bersama:
  •  
    1. Suasana yang perlu dibangun bersama adalah Hening. Hening bukan sekedar diam dan tenang, tetapi anda berhadapan dengan hati
    2. Alat elektronik dimatikan saat acara
    3. Nikmatilah dinamika yang ada dengan keterbukaan hati dan senyum
    4. Hal-hal lain -yang mendesak- akan diselenggarakan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya
  • Pengumuman: pendamping (Frater + Suster) menyediakan waktu bagi teman- teman yang membutuhkan dan mau sharing / curhat / cerita, setelah doa malam. Disediakan juga kertas untuk menyampaikan unek-unek, kritik + saran (untuk perkembangan PS kita) dan salam bagi siapapun. Bisa diisi kapan saja
  • Pengenalan PS oleh Panitia

 

SESSION I

Siapakah aku?

  • Membaca dan penjelasan teks: Siapakah Aku? Mamahami Konsep tentang aku yang positif : paradigma tentang diri.
  • Mengisi tabel sisi positif diri dan lambang diri
  • Kumpul kelompok, buat dan gambar identitas diri, kertas dinding
  • Umpan positif dari kelompok

 

 

 

Aku bisa!

  • Membaca dan penjelasan: there’s a hole in my sidewalk.
  • Mulai masuk dinamika kelompok / persiapan session III
  • Untuk renungan sore, baca persaingan tidak sehat / doa frans asisi

 

SESSION II

  • Cinta dan Pelayanan Kasih Kristus (Kristiani) yang hadir pada sesama (Bentuk / Wujud-nya)
  • Bahan yang dapat diolah : Tradisi Kitab suci-nya, Doa Frans Asisi, Hirarki Gereja, Hidup Bakti
  • Tekanan: Hubungan dan peran masing-masing anggota Gereja (Tuhan, aku, kamu (umat + Dunia), Kita (Umat Gereja Universal) = Tuhan + aku + kamu + Dunia)
  • Setiap wujud dan partisipasi dalam pelayanan cinta kasih Kristus, bukanlah hal yang remeh dan sia- sia.
  • Bentuk: renungan atau Game atau sebagainya.

 

SESSION III

Kamu / Mereka

  • Bisa jadi masuk dalam session I (fleksibel, lah!)
  • Membahas teks persaingan tidak sehat, memahami paradigma tentang orang lain
  • Yang positif dari kelompok, saran kritik amplop
  • Game dan refleksi: korek api
  • Game dan refleksi: menara tanpa kata
  • Game dan refleksi: kapal karam

 

SESSION IV

Kita / Kami

  • Penjelasan mengenai SINERGI
  • Membaca dan membandingkan teks : kerjasama unggas dan hati yang dingin
  • Surat dari angel, Permainan: Origami

PENUTUP DAN EVALUASI

  • Mengisi lembar evaluasi pribadi
  • Rekomendasi untuk PS, olahan dari dinamika
  • Evaluasi atau apalah dari pendamping lokal

 

 

 

************************************

 

 

Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai

 

Bila terjadi kebencian

Jadikanlah aku pembawa cinta

Bila terjadi penghinaan

Jadikanlah aku pembawa pengampunan

Bila terjadi perselisihan

Jadikanlah aku pembawa kerukunan

Bila terjadi kebimbangan

Jadikanlah aku pembawa kepastian

Bila terjadi kesesatan

Jadikanlah aku pembawa kebenaran

Bila terjadi kecemasan

Jadikanlah aku pembawa harapan

Bila terjadi kesedihan

Jadikanlah aku pembawa kegembiraan

Bila terjadi kegelapan

Jadikanlah aku pembawa terang

 

Tuhan, semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur,

memahami daripada dipahami,

mencintai daripada dicintai.

Sebab dengan memberi aku menerima,

dengan mengampuni aku diampuni,

dengan mati suci kami bangkit lagi untuk hidup selama- lamanya.

Amin.

 

 

Selamat bermenung dan berkat Tuhan!

Fr. Su, Sr. Octaviani,CB

 

 

 

 

 

 

 

Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai

 

Bila terjadi kebencian

Jadikanlah aku pembawa cinta

Bila terjadi penghinaan

Jadikanlah aku pembawa pengampunan

Bila terjadi perselisihan

Jadikanlah aku pembawa kerukunan

Bila terjadi kebimbangan

Jadikanlah aku pembawa kepastian

Bila terjadi kesesatan

Jadikanlah aku pembawa kebenaran

Bila terjadi kecemasan

Jadikanlah aku pembawa harapan

Bila terjadi kesedihan

Jadikanlah aku pembawa kegembiraan

Bila terjadi kegelapan

Jadikanlah aku pembawa terang

 

Tuhan, semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur,

memahami daripada dipahami,

mencintai daripada dicintai.

Sebab dengan memberi aku menerima,

dengan mengampuni aku diampuni,

dengan mati suci kami bangkit lagi untuk hidup selama- lamanya.

 

Amin.

 

 

 

SURAT DARI ANGEL

 

Beberapa orang masuk dalam kehidupan kita dan pergi dengan cepat

Beberapa orang menjadi teman dan tinggal sebentar………………………

Meninggalkan jejak kaki yang indah dalam hati kita……………………………………

Dan kita tidak pernah merasa sama karena kita telah membuat seorang teman baik.

Ada seseorang yang bangga padamu

Ada seseorang yang berpikir tentang kamu

Ada seseorang yang memperhatikanmu

Ada seseorang yang merindukanmu

Ada seseorang yang ingin berbicara padamu

Ada seseorang yang ingin bersamamu

Ada seseorang yang berharap kamu tidak dalam kesulitan

Ada seseorang yang berterimakasih atas support yang telah kamu berikan

Ada seseorang yang ingin menggenggam tanganmu

Ada seseorang yang segala sesuatu berjalan baik

Ada seseorang yang ingin kamu bahagia

Ada seseorang yang ingin kamu menemuinya

Ada seseorang yang berharap kamu tidak dingin dan panas

Ada seseorang yang ingin memelukmu

Ada seseorang yang mencintai kamu

Ada seseorang yang mengagumi kekuatanmu                                                  

Ada seseorang yang berpikir tentang kamu dan tersenyum

Ada seseorang yang ingin menyediakan bahunya untuk tangisanmu

Ada seseorang yang ingin pergi denganmu dan bergembira

Ada seseorang yang berpikir tenteng duniamu

Ada seseorang yang ingin menjagamu

Ada seseorang yang ingin melakukan apapun untukmu

Ada seseorang yang ingin memaafkanmu 

Ada seseorang yang berterimakasih atas maaf yang kamu berikan

Ada seseorang yang ingin tertawa bersamamu

Ada seseorang yang ingat akan kamu dan berdoa untukmu dimanapun kamu berada

Ada seseorang yang berdoa pada Tuhan untukmu

Ada seseorang yang butuh memberitahumu bahwa cintanya padamu tidak bersyarat

Ada seseorang yang ingin mengatakan betapa besarnya perhatianmu padanya

Ada seseorang yang ingin berbagi mimpinya denganmu

Ada seseorang yang ingin menggandengmu dengan tangan mereka

Ada seseorang yang ingin kamu menggandeng mereka dengan tanganmu

Ada seseorang yang menghargai semangatmu

Ada seseorang yang berharap menghentikan waktunya karena kamu

Ada seseorang yang berdoa pada Tuhan untuk persahabatan dan cintamu

Ada seseorang yang tidak dapat menunggu untuk melihatmu

Ada seseorang yang mencintaimu sebagaimana kamu adanya

Ada seseorang yang mencintai caramu membuat mereka mempu merasakan sesuatu

Ada seseorang yang ingin bersamamu

Ada seseorang yang ingin kamu tahu mereka ada disini untuk kamu

Ada seseorang yang bergembira menjadi temanmu

Ada seseorang yang ingin menjadi temanmu

Ada seseorang yang terbangun sepanjang malam memikirkanmu

Ada seseorang yang berharap kamu memperhatikannya

Ada seseorang yang ingin kamu mengetahuinya dengan lebih baik

Ada seseorang yang ingin mengetahui kamu dengan lebih baik

Ada seseorang yang ingin dekat denganmu

Ada seseorang yang rindu saran- saranmu

Ada seseorang yang telah berjuang untukmu

Ada seseorang yang mempercayaimu

Ada seseorang yang butuh dukunganmu

Ada seseorang yang butuh kamu berjuang bersama mereka

Ada seseorang yang membutuhkanmu membiarkan mereka menjadi temanmu

Ada seseorang yang mendengar sebuah lagu yang mengingatkannya padamu

Ada seseorang yang akan menangis ketika kamu membaca ini

 

 

                                                                       

 

Rekoleksi Komuni Pertama

MODUL REKOLEKSI PENERIMAAN KOMUNI PERTAMA

PAROKI SANTA MARIA ASSUMPTA PAKEM

Selasa, 20 Mei 2008

 

A.     Keterangan

Hari, tanggal        : Selasa, 20 Mei 2008

Waktu                   : 08.00 – 13.00

Sasaran                : Calon Penerima Komuni Pertama

Jumlah peserta     : 35

 

B.     Konsep Dasar

Tema:

·       Jesus I’m coming!!!

Tujuan:

·        Para calon komuni pertama diajak untuk bersyukur karena telah dipanggil menjadi anak-anak Allah.

·        Para calon komuni pertama diajak untuk mengenali cinta/pemberian diri Yesus dalam pengalaman hidupnya sehari-hari melalui orang tua, teman, serta orang-orang yang ada di sekitar mereka.

·        Bersyukur atas Yesus juga memberikan diri lewat Tubuh dan Darah-Nya untuk kita.

·        Membangun kebanggaan diri sebagai anak-anak Allah sehingga pada akhirnya mereka terdorong untuk terlibat dalam Gereja.

 

C.      Dinamika

08.00 – 08.30       : Pengantar dan perkenalan frater

08.30 – 10.00       : Sesi I “Yesus Mencintaiku

10.00 – 10.15       : Snack

10.15 – 11.30       : Sesi II “Sahabat-sahabatku

11.30 – 12.30       : Sesi III “Terlibat yukk…

12.30 – 13.00       : Membangun Niat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

A.     Detail Sesi

Sesi PENGANTAR dan PERKENALAN

Waktu                         : 08.00 – 08.30 WIB (durasi: 30 menit)

Tempat                       : aula

Peralatan                   : alat tulis (ballpoin dan kertas), laptop, LCD

 

v Doa pembuka dan perkenalan pendamping

v Nyanyi untuk breaking ice sekaligus untuk pembagian kelompok.

Oba Obe

Oba-obe oba-obe engkau sobatku

Engkau sobatku ya oba-obe

Oba-obe oba-obe engkau sobatku

Engkau sobatku ya oba-obe

La la la la la la la la  la  hey!

La la la la la  la la la  la hey!

La la la la la la la la  la  hey!

La la la la la  la la la  la hey!

 

v Penjelasan tentang arti dan makna Rekoleksi. Dijelaskan pula tujuan diadakannya rekoleksi persiapan komuni pertama ini.

v Penjelasan tentang alur rekoleksi secara garis besar.

 

Sesi I “Yesus Mencintaiku”

Waktu                         : 08.30 – 10.00 (durasi 1,5 jam)

Tempat                       : aula

Peralatan                   : alat tulis (ballpoin dan kertas), laptop, LCD

Tujuan                         :

1.     Mengajak para calon komuni pertama menyadari bahwa dirinya dicintai oleh Yesus secara istimewa menjadi anak-anak-Nya.

2.     Menemukan bukti cinta Yesus sepanjang hayat hidupnya lalu mensyukuri semuanya itu.

3.     Akhirnya, para peserta tersebut diajak untuk membangun rasa bangga karena memiliki Tuhan Yesus yang slalu mencintainya.

 

v Menyanyi lagu With Christ

With Christ

With Christ in our vessel we can smile at the storm

smile at the storm, smile at the storm

With Christ in our vessel we can smile at the storm

As we go sailing home

Sailing sailing home

Sailing sailing home

With Christ in our vessel we can smile at the storm

As we go sailing home

 

v Permainan Kelompok: “Penyebrangan di Sungai Amazon”

µ      Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok di mana masing-masing kelompok terdiri dari delapan orang.

µ      Dalam kelompok itu akan dibagi menjadi beberapa peran: dua anak sebagai orang buta, dua anak sebagai orang pincang, dua anak sebagai orang bisu, dan dua anak sebagai orang yang normal.

µ      Kedua mata anak yang berperan sebagai orang buta ditutup dengan slayer. Mereka dilarang melihat.

µ      Salah satu kaki dari dua anak yang berperan sebagai orang pincang diikatkan pada tangan sehingga satu kakinya terangkat sebelah.

µ      Mulut dua anak yang bisu ditutup dengan slayer dan tidak boleh mengatakan apapun.

µ      Setiap kelompok berlomba untuk ‘menyeberang’ dengan meniti beberapa potongan balok kayu yang masing-masing berukuran 30 x 30 cm tanpa diperbolehkan menginjak tanah. Semua anggota kelompok harus menyeberang tanpa terkecuali, tanpa melanggar peraturan.

v Pemaknaan Permainan: pendamping menunjuk beberapa kelompok baik yang paling awal selesai maupun juga yang paling terakhir untuk menceritakan pengalaman permainan tersebut.

v Hasil pemaknaan yang hendak disasar adalah:

-          Tuhan selalu mengirim penolong/teman/sahabat dalam hidup kita.

-          Sadar bahwa Yesus mengasihiku lewat orang-orang yang ada di sekitarku: ibu, bapak, teman, sahabat, guru, romo, suster, dan semua orang yang mencintaiku.

-          Yesus menjadi sahabat bagi kita dan menerima kita dengan segala kekurangan yang kita miliki.

-          Mengapa? Karena Yesus mencintai kita.

v Kesimpulan:

Yesus hadir dalam hidup kita. Sadar atau tidak, Yesus akan selalu mau tinggal di hati kita. Walaupun kita nakal, bodoh, jahat, namun Yesus tetap mau tinggal di hati kita. Kenapa? Karena Yesus mencintai kita. Kita telah dicintai Yesus secara istimewa: Yesus mencintaiku melalui Ibu yang melahirkan aku, melalui ayah yang membimbing dan menemaniku, melalui keluarga, teman, sahabat, guru, romo, suster, dan semua orang yang ada di sekitarku. Dan yang paling istimewa adalah bahwa Yesus mau dengan rela memberikan Tubuh dan Darah-Nya untuk kita.

Seorang yang kekurangan darah, misalnya karena kecelakaan, membutuhkan transfusi darah dari orang lain. Darah orang lain dimasukkan dalam tubuhnya agar selamat. Tubuh dan darah yang akan disantap dalam ekaristi harus dipahami semacam itu. Darah kita akan diresapi dengan darah Yesus, tubuh kita akan diresapi dengan tubuh Kristus. Yesus mengalirkan darah cinta dan tubuh cinta yang kita perlukan dalam hidup kita sehari-hari.

 

Sesi II  “Sahabat-sahabatku”

Waktu                   : 10.15-11.30 WIB (Durasi 90 menit)

Tempat                 : Aula

Peralatan              : Kertas, pinsil warna

Tujuan                              :

ü                           Calon babtis dapat kembali mengingat bahan yang telah diajarkan yaitu menyadari bahwa Tuhan Yesus itu mencintai mereka. Yesus mencinta melalui sahabat-sahabat yang ada di sekitar kita.

 

 

 

v        Lagu pembuka:

“Bapa Abraham”

Bapa abraham mempuyai,

Banyak sekali anak-anak.

Aku anaknya dan kau juga,

Mari puji Tuhan!

Tangan kanan, tangan kiri, dst…

 

v       pengantar sessi: Menjelaskan arti kata “You love me”= Kamu (Yesus) mencintai ku.

v       Dinamika probadi/kelompok.

       Dinamika dibuka dengan melihat flash macromedia  yang berjudul  “Love”

Peserta diminta untuk menuliskan daftar nama orang-orang yang mencintai, memperhatikan mereka dapal hidup mereka. Tentunya, sasaran yang dituju adalah kedua orang tua setiap peserta.

Setelah menuliskan daftar nama orang yang mencintai itu (maksimal 5 orang) kemudian peserta diminta untuk menceritakan kebaikan mereka dengan cara ditulis di atas kertas atau buku pegangan yang telah diberikan kepada mereka. Mungkin formatnya seperti yang telah terlampir.

 

v     Setelah mengisi blangko pendamping rekoleksi memberikan penegasa sebagai berikut:

µ   Tuhan mencintai kita melalui orang-orang yang hadir disekitar kita

µ   Cinta Tuhan paling dapat dirasakan melalui orang-orang yang mencintai kita misalnya: melalui bapak, Ibu, kakak, adik, saudara dan teman-teman kita.

µ   Pertanyaannya: karena kita sudah dicintai oleh Tuhan, apa yang dapat kita lakukan sebagai balasannya?(ini akan dibahas pada sessi yang ke III dengan tema “Terlibat Yuk..”)

 

Sesi III  “Terlibat Yukks…!”

Waktu                  : 11.30-12.30 WIB (Durasi 60 menit)

Tempat                : Aula

Peralatan             : Kertas, pinsil warna

Tujuan                  :

ü    Calon babtis dapat menyadari bahwa dalam melakukan segala hal itu selalu menbutuhkan orang lain. Demikian juga dalam gereja. Gereja tentunya juga tidak akan berkembang dan tetap hidup jika tidak ada kerja sama di antara umat Nya.

 

 

 

 

v   Menyanyikan lagu “Mari kita kerja sama-sama”

Kerja Sama

Kita kerja sama-sama

Sama sama sama sama

Kita kerja sama-sama

Senanglah hati

Kerjaku kerjamu

Semua buat Tuhan

Kita kerja sama-sama

Senanglah hati

v   Permainan “Kawat telepon”

µ       Dalam permainan ini, para calon babtis dibagi dalam kelompok-kelompok kecil kurang lebih sebanyak 6-7 orang setiap kelompoknya.

µ       Kemudian, seluruh peserta diajak untuk berbaris dari depan ke belakang dengan rapi. S

µ       etelah itu, peserta yang berdiri di urutan terdepan disetiap kelompoknya diajak berkumpul dengan pendamping untuk menerima kata-kata yang nantinya akan disalurkan kepada teman-temannya sampai di belakang.

µ       Setelah ada aba-aba dari pendamping, para peserta yang telah menerima kata-kata kunci tadi memberitahukan kepada teman-teman yang berada di belakangnya. Sangat dilarang untuk melompati temannya.

µ       Setelah sampai di barisan yang paling belakang, hendaknya peserta yang menduduki barisan yang paling belakang tadi memberitahukan kepada pendamping.

µ       Tim itu akan menang jika kata kunci yang diberikan oleh pendamping kepada peserta yang duduk di barisan yang paling depan itu sama dengan pesan yang diterima oleh teman sati timnya yang berada di barisan yang paling belakang.

v     Refleksi bersama.

µ     Bahwa dalam mengerjakan sesuatu itu ternyata kita itu juga membutuhkan orang lain.

µ     Demikian juga dalam Gereja, kita hendaknya harus terlibat karena kita adalah bagian penting di dalam tubuh gereja. Jadi kalau tidak ada kita, siapa lagi…?

µ     Maka dari itu, marilah kita terlibat dalam gereja misalnya: tergabung dalam PIA, PA, lektor

µ     Dan sangat direkomendasikan seandainya sesudah rekoleksi ditutup dengan perayaan ekaristi, para calon babtis ini dilibatkan dalam perayaan Ekaristi misalnya menjadi Lektor atau juga menjadi Pembaca doa Umat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sesi IV “Membangun Niat”

Waktu                   : 12.30 – 13.00 (durasi 30 menit)

Tempat                 : aula

Peralatan              : alat tulis (ballpoin dan kertas), amplop untuk menuliskan niat-niat, laptop, LCD

Tujuan                  :

1.    Memberi kesimpulan atas seluruh perjalanan rekoleksi

2.    Peserta membangun suatu niat yang akan dilakukan setelah mengalami rekoleksi dan juga setelah menerima komuni pertama.

 

Pelaksanaan:

v   Pendamping mengungkapkan kesimpulan dari rekoleksi:

ü   Yesus ternyata sungguh-sungguh hadir dan mencintai kita. “Punya Yesus” harus menjadi sebuah kebanggaan. Tuhan siapa yang se-keren, se-gaul, se-tampan Yesus? Hanya Tuhan kita yang paling dekat dengan manusia! Tuhan siapa yang sudi memberi Tubuh dan darah-Nya? Cuman Tuhan Yesus. Maka, kita harus untuk bangga punya Tuhan Yesus!

ü   Nah, kalo kita udah bangga dan cinta pada Tuhan Yesus, maka kita juga harus membalas cinta Tuhan itu dong… Caranya? Bisa amat bermacam-macam! Maka, nanti para peserta rekoleksi akan diajak untuk merumuskan suatu niat untuk membalas cinta Tuhan Yesus. Boleh banyak, boleh juga sedikit. Yang disarankan, harus ada suatu niat untuk terlibat dalam hidup menggereja: baik misdinar, lektor, mazmur, kor, dll.

v   Masing-masing peserta dibagi selembar kertas dan sebuah amplop yang  akan mereka tulisi dengan niat-niat yang akan dilakukannya setelah mengalami rekoleksi dan juga setelah menerima komuni pertama. Niat-niat yang telah dituliskan itu dimasukkan ke dalam amplop dan akan dibagikan kepada mereka pada saat mereka menerima Komuni Pertama.

v   Doa Penutup

v   Menyanyi lagu “Mukjizat Itu Nyata”

Mukjizat Itu Nyata!

Tak terbatas kuasamu Tuhan,

Semua dapat kaulakukan.

Apa yang kelihatan mustahil bagiku

Itu sangat mungkin bagimu

Di saat ku tak berdaya

Kuasamu yang sempurna

Ketika kupercaya mukjizat itu nyata

Bukan karna kekuatan

Namun roh Mu ya Tuhan

Ketika kuberdoa mukjizat itu nyata

Aku mengembangkan diriku

A. SIAPAKAH AKU?

 

BERBAHAGIA DAN BERGEMBIRA

 

MENJADI BAHAGIA – ITULAH TUJUAN SELURUH HIDUP  (Bhagavadgita)

           

Bahagia berarti

v     Gembira atas hidup

v     Sadar akan dunia kita

v     Mengenal Tuhan

v     Mengenal dan percaya pada diri sendiri

v     Mengungkapkan diri secara kreatif, mempunyai tujuan dan berhasil mewujudkan

v     Mencintai dan dicintai

v     Membahagiakan orang lain

 

Adakah hal-hal yang membuat anda bahagia?

Apa yang dapat menyebabkan anda tidak bahagia?

 

 

1. MENGAKTUALISASIKAN DIRI

 

            Kita akan menjadi pribadi yang kita cita-citakan.

 

Aktualisasi diri adalah suatu proses……..

Aktualisasi diri dimulai dengan menerima diri (apa adanya) serta mendambakan untuk menjadi lebih bijaksana

 

Kita akan menjadi pribadi yang kita cita-citakan

v     Bagaiamana perkembanganku tahun-tahun terakhir ini?

v     Apakah harapan dan cita-cita pribadiku?

v     Dengan cara apakah aku dapat berkembang danberubah selama tahun depan?

 

Laksana sekumtum bunga aku tumbuh

Mencari terang

Serta kegembiraan menjadi

Seperti apa yang terpendam dalam diriku

 

Menurut Omar Khayyam, “aku sendirilah surga sekaligus neraka.”

 

2. MEMAHAMI DIRI

 

Diri kita dalah semudera penuh rahasia yang menanti untuk dijelajahi

Memahami diri dapat dimulai dengan memperhatikan pribadi kita.

Apa yang kita senangi, apa yang tidak kita senangi, ciri-ciri khas pribadi kita, kemampuan khusus kita, minat kita.

Lalu baru dapat disimpulkan:

Apa kekuatan dan kelemahan kita?

 

v     Ternyata pribadiku:

#  Berwatak ramah

#  Mudah bergaul

#  Pemarah, tersinggungan

v     Gambarkan mengenai kekurangan maupun kekuatan pribadi anda!

 

Kebutuhanku saat ini:

v     Sahabat-sahabat

v     Sukses dalam belajar

v     Bergaul aktif dalam keluarga, sekolah, masyarakat

v     Penghargaan dari orang tua/sesama

v     Pengendalian diri, hubungan akrab dengan Tuhan

v     Percintaan (pacar/kekasih)

v     Panggilan hidup

 

Cita-cita dan nilai-nilai hidupku yang kuanggap penting menyangkut

v     Sekolah

v     Keluarga

 

Rasanya orang tuaku…….

Aku takut akan……..

Aku yakin, aku mampu untuk…….

Aku menanti-nantikan……

Di sekolah guru-guruku, suster-susterku……

Orang tak tahu, bahwa aku merasa……….

Keluargaku memperlakukan aku seperti…..

Ibu dan bapakku dan aku……..

Kekeliruanku yang terbesar ialah…..

Kelemahanku yang terbesar ialah……

Diam-diam aku berambisi untuk…….

Menurutku, kebanyakan orang ……..

Menurutku, orang tuakku……..

Yang paling kuinginkan dari hidup ini…….

Tuhan adalah………

 

3. MENGERTI CARA DIRI BERFUNGSI

 

v     Siapakah menusia itu?

v     Siapakah aku ini?

v     Siapakah engkau?                               (Walt Whitman)

v      

 

Cara lingkungan mempengaruhi tingkah-lakuku

v     Di sekolah

v     Di rumah

v     Dalam hal sikap/pandangan

 

 

Sejauh mana aku berfungsi sebgai manusia yang utuh pada tahapku sekarang ini?

 

Hidup adalah anugerah

Yang harus digunakan setiap hari

Bukan untuk dibenam

Dan disembunyikan

Bangkit dan amalkanlah

Setiap saat sepanjang hari

Gunakanlah semampumu                   (Edgar Guest)

 

 

4. DAYA HIDUP

 

Mau bergerak

Potensi

B. NILAI DAN TANTANGAN HIDUP

 

1. TUJUAN

 

Tujuan hidup adalah

menjadi aku sejati                  (Soren Kierkegaard)

 

Dalam hidup ini kita punya tujuan ganda

1.      hidup dan tumbuh, dan dengan demikian belajar, menemukan dan mengembangkan “Aku”. Makna tujuan ini adalah mengalami kegembiraan dan perkembangan pribadi

2.      mempelajari apa saja yang mungkin tentang dunia dan alam semesta ini supaya kita dapat menyumbangkan sesuatu pada kebudayaan dan perkembangan umat manusia.

 

v     Apa tujuan dan sasaran pribadiku dalam jangka pendek ini?

 

 

2. MENCINTAI DAN MENGUKUHKAN KEBENARAN

 

Hendaklah kamu saling mengasihi   (Yoh 15:17)

Hidup tanpa cintakasih, sesungguhnya adalah maut yang hidup.

Cintalah yang membuaty hidup kita bagaikan Surga.

Cintakasih: berbuat baik, memersatu

 

 

3. MENGETAHUI, MENJADIKAN DAN MENGEMBANGKAN KEHENDAK

 

Di mana ada kemauan

Di situ ada jalan

 

4. MERENCANAKAN

 

Kita adalah makhluh hidup yang unik,

Yang merenungkan asal usul kita dan

Berikhtiar merencanakan masa depan.

 

Cita-citaku saat ini………..

Tujuan:……..

Kemungkinan ke-1:

Kemungkinan ke-2:

 

Langkah ke-1:

Langkah ke-2:

Langkah ke-3:

 

Persoalan:

Keputusan:

Akibat selanjutnya:

 

Orang bijak berpiir dahulu sebelum bertindak;

Tapi orang dungu membeberkan kebodohannya.  (Ams 13:16)

 

 

 

5. MEMAJUKAN DAN MENGELOLA DIRI SENDIRI

 

Dalam diri setiap manusia

Terdapat kemampuan besar

Untuk mengerti diri sendiri,

mengubah gambarannya tentang diri sendiri,

tentang sikap dan tingkahlaku,

yang telah dikembangkannya.                        (Carl Rogers)

 

bertekadlah untuk melaksanakan apa

yang semestinya anda lakukan;

lakukanlah apa yang anda putuskan tanpa mundur

(Benyamin Franklin)

 

C. MEMAKNAI DIRI DENGAN PENUH SYUKUR

 

1. MENERTIBKAN DAN MENGUASAI DIRI

 

Orang yang tidak menguasai diri,

rapuh bagai seorang bayi yang baru lahir.

 

Setiap orang mengalami kesulitan dalam usahanya untuk menguasai dan menertibkan diri misal:

v     Bertabiat pemarah

v     Mudah mengupat

v     Mudah mengeluarkan kata-kata jorok

v     Makan secara berlebihan

v     Kebiasaan bermalas-malasan……

Seseorang disebut tertib,

Jika menjadi tuan atas dirinya sendiri,

dan karena itu, dapat mengatur kelakuannya,

kalau perlu mengikuti aturan-aturan tertentu.                       (Maria Montessori)

 

 

2. MENYADARI ARTI ORANG LAIN BAGI KITA

 

Ia hidup dalam sebuah rumah di tepi jalan;

ia teman banyak orang                       (Homer)

 

bersama orang lain kita berkembang

 

3. MEMPERBAHARUI DIRI

 

Akulah tuan atas nasibku;

akulah nakhoda jiwaku                       (William Ernest Henley)

 

 

4. PERCAYA AKAN DIRI SENDIRI DAN BERSYUKUR

 

Seringkali tak ada sesuatu pun yang lebih bermanfaat daripada perhargaan terhadap diri sendiri, yang berlandaskan yang adil dan benar yang telah diusahakan dengan sungguh-sungguh

(John Milton)

 

 

Anugerahilah aku, ya Tuhan, sebintik cahaya

Tak lebih dari cahaya seekor kunang-kunang

Yang mengembara sepanjang malam,

Menerangi jalanku menempuh hidup ini.

Mimpi ini berlangsung sehari;

waktu yang cukup lama untuk banyak batu sandungan

dan untuk banyak hal yang membuat kita tertawa,

dan hal-hal lain seperti berada di jalan berbatu

sepanjang pengembaraan orang.

 

 

 

 

 

Mencintaimu……..dengan rindu

salam dan doaku

 

 

Fr. Petrus Subowo, SCJ

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.