Retret SMU Noterdam

Retret SMU Noterdam

Villa Eden Kaliurang, 27 s/d– 30 Januari 2003

 

 

 Tim Retret – Rekoleksi

Bimbingan dan Konseling

Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta

 

 

Retret SMU Noterdam

Villa Eden Kaliurang, 27 s/d– 30 Januari 2003

 

Tema         :  Quo Vadis Siswa-siswi kelas III SMU Noterdam !

Tujuan       :  1.Peserta mampu mengenali potensi yang dianugerahkan Tuhan dalam dirinya.

                      2.           Peserta mampu mengembangkan segenap potensi yang dimilikinya.

                      3.           Peserta mampu mengenali dan menentukan tujuan hidupnya.

                      4.           Peserta mampu memilih cita-cita yang diharapkan, dan diwujudkan dengan pemilihan program studi di PT.

Peserta     :     Siswa-siswi kelas tiga SMU Noterdam Jakarta.

Jumlah      :     87 orang.

Jadwal :

 

Senin, 27 Januari 2003

15.00 – 16.00    :      Tiba di Villa Eden, pembagian kelompok, pembagian kamar, MCK.

16.00 – 16.30    :     Mamiri.

16.30 – 17.15    :     Pembukaan.

17.15 – 18.00    :     Pohon harapan.

18.00 – 19.00    :     Breaking Ice.

19.00 – 19.30    :     Mamiber.

19.30 – 19.45    :     Games.

19.45 – 21.15    :     Session I: Kenalilah dirimu.

21.15 – 22.00    :     Renungan malam pertama.

22.00 –              :     Istirahat

 

Selasa, 28 Januari 2003

05.30 – 06.30    :     Bangun, mck

06.30 – 07.00    :     Renungan pagi: syukur atas diri yang berharga.

07.00 – 07.30    :     Refleksi tahap I

07.30 – 08.00    :     Mamiber

08.00 – 08.15    :     Games

08.15 – 09.30    :     Session II : Kenalilah Perasaanmu

09.30 – 09.45    :     Mamiri

09.45 – 11.45    :     Session III: Kenalilah “nilai-nilai” hidupmu

11.45 – 12.30    :     Refleksi tahap II

12.30 – 13.00    :     Mamiber

13.00 – 13.15    :     Games

13.15 – 14.30    :     Pribadi/konsultasi

14.30 – 15.30    :     MCK

15.30 – 16.00    :     Mamiri

16.00 – 17.30    :     Session IV: Kenalilah potensimu

16.30 – 19.00    :     Session V :  Kenalilah cita-citamu

19.00 – 19.30    :     Mamiber

19.30 – 19.45    :     Games

19.45 – 21.15    :     Session VI: Kenalilah hambatanmu

21.45 – 22.15    :     Renungan malam kedua

22.15 –              :     Istirahat / konsultasi

 

Rabu, 29 Januari 2003

05.00 – 06.00    :     Bangun, MCK.

06.00 – 06.30    :     Ibadat pagi

06.30 – 07.00    :     Makan pagi

07.00 – 07.15    :     Pengantar Ansos

07.15 – 12.30    :     Ansos

12.30 – 13.00    :     Mamiber

13.00 – 14.30    :     Pribadi (refleksi tahap III)/konsultasi

14.30 – 15.30    :     MCK

15.30 – 16.00    :     Mamiri

16.00 – 16.30    :     Games

16.30 – 19.00    :     Pleno Ansos

19.00 – 19.30    :     Mamiber

19.30 – 22.15    :     Session VIII (Streangth Bombardment)

22.15 – 23.00    :     Renungan puncak

23.00 –              :     istirahat / konsultasi

 

Kamis, 30 Januari 2003

05.30 – 06.00    :     Sajojo

06.00 –  07.00    :     MCK

07.00 – 07.30    :     Mamiber

07.30 – 08.30    :     Evaluasi

08.30 – 08.45    :     Persiapan Ekaristi

08.45 – 09.45    :     Ekaristi

09.45 – 10.00    :     Mamiri

10.00                :     Bebas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

I. Pohon Harapan

 

A. Sub Tema             :    Pohon Harapan

B. Waktu                   :    45′

C. Tujuan Umum        :   Setelah mengikuti kegiatan ini peserta menyadari bahwa setiap peristiwa dipengaruhi oleh harapan dan kekawatiran yang dirasakannya.

D. Tujuan Khusus      :    Setelah mengikuti kegiatan ini peserta diharapkan dapat:

                                      1.  menyebutkan harapan-harapan yang ingin diperoleh dalam mengikuti retret ini.

                                      2.  menyebutkan kekawatiran-kekawatiran yang menghantui dalam mengikuti retret ini.

E.  Alat                      :    Kertas buram dibagi dua sebanyak peserta, kertas flep untuk menggambar pohon harapan dan pohon kekawatiran.

E.  Langkah-langkah :

1.  Pengantar (5’)

                        Setiap orang yang mau memasuki/mengalami suatu peristiwa pasti dia menyimpan harapan di dalam hatinya. Harapan adalah sesuatu yang bernilai/berharga dan ingin dicapai di masa depan. Misalkan, saat tahu bahwa Anton diterima di SMU Noterdam yang terkenal itu, Anton berharap bahwa dia bisa mendapatkan prestasi belajar yang baik sehingga nanti bisa di terima di perguruan tinggi yang diimpikannya. Anton juga berharap, dia dapat bergaul dengan sesama temannya dengan baik dan pergaulannya itu mendukung cita-citanya (misalnya membentuk kelompok belajar dengan sahabat-sahabatnya, dll)

                        Tenyata, bukan saja harapan yang tersimpan dalam hati seseorang saat dia mau memasuki suatu peristiwa/pengalaman, tak jarang ada juga yang menyimpan kekawatiran. Misalnya, Anton yang tahu bahwa di SMU Noterdam banyak orang yang pandai metode pembelajaran yang disampaikan guru canggih, maka dia kawatir seandainya dia kalah dalam bersaing atau tidak mampu mengikuti pelajaran dengan baik.

                        Pada akhirnya harapan dan kekawatiran tersebut mempengaruhi keberhasilan Anton melewati masa-masa SMU, atau dengan kata lain kekawatiran akan mempengaruhi Anton dalam memenuhi harapannya. Lalu bagaimana mengatasinya. langkah pertama adalah mengenali harapan dan kekawatiran tersebut; langkah ke dua adalah menyusun strategi untuk memenuhi harapan dan mengatasi kekawatiran.

                        Retret yang kalian ikuti juga merupakan suatu pengalaman / peristiwa. Artinya juga setiap peserta juga menyimpan dalam hatinya suatu harapan dan kekawatiran. Kedua hal tersebut akan mempengaruhi keberhasilan retret ini. Harapan akan menumbuhkan motivasi sedangkan kekawatiran akan menghambat pencapaian harapan.

                        Sekarang saya minta agar kalian mengenali harapan-harapan dan kekawatiran-kekawatiran kalian tentang retret ini, dan mohon dituliskan di dalam buku harian retret. Setelah itu mohon disalin harapan-harapan kalian pada kertas yang akan dibagikan lalu ditempel pada pohon harapan yang ada di muka ini; demikian juga dengan kekawatiran-kekawatiran yang kalian rasakan.                         

2.  Membagi kertas (5’)

3.  Peserta menuliskan harapan dan kekawatiran dalam mengikuti retret ini dan setelah selesai menempelkannya di gambar pohon harapan dan pohon kekawatiran. (25’)

4.  Fasilitator membacakan beberapa harapan dan kekawatiran dan kemudian merangkum seluruh kegiatan ini. (10‘)     

 

 

 

II. Breaking Ice

 

A. Waktu                  :    60′

B. Tujuan Umum     :   Setelah mengikuti kegiatan ini, kekakuan-kekauan peserta akibat belum saling mengenal/akrab antara peserta dengan pembimbing, antara peserta dengan peserta dapat cair, dengan demikian kegiatan retret dapat diikuti dengan lebih santai dan menyenangkan.

C. Kegiatan              :

1.  Baris berbaris:

a.       Waktu : 20 – 30 menit

b.       Peserta dibagi dalam 5 – 5 kelompok

c.       Tiap kelompok membentuk barisan ke belakang

d.       Fasilitator meneriakkan perintah dan harus dijalankan oleh tiap-tiap kelompok, dengan kriteria yang selalu berubah. Waktu dibatasi 10-15 detik. Misalnya:

     Baris menurut tinggi pendek

     Baris menurut rambut panjang-rambut pendek

     Baris menurut usia tua-usia muda

     Baris menurut berat badan, dan lain-lain

 

e.       Setiap selesai memerintah kriteria, hasilnya diuji dan diberi nilai.

f.        Untuk menambah suasana lebih hidup, pembina, atau fasilitator dapat diikut sertakan.

g.       Pembahasan :                               tanyakan perasaan yang muncul.

   tanyakan kelompok mana yang menang dan mengapa bisa menang.

                               makna/unsur-unsur permaian yang muncul.

 

h.       Refleksi: Inti dari permainan ini adalah menciptakan pola kerjasama dan kebersamaan, kepemimpinan, membangun pengalaman bersama, atau kesepakatan bersama dalam tempo singkat. Di samping itu, permaian ini juga mengajak peserta untuk meniadakan jarak (status, profesi, klas dan sebagainya) selama retret. Hal ini dapat dilihat saat peserta saling baris berbaris.

 

2.  Membuat lubang sebesar mungkin

a.       waktu 30 menit

b.       bahan : kertas setenghah folio untuk setiap peserta.

c.       Fasilitator membagikan kertas pada setia peserta.

d.       Setiap peserta harus membuat lubang di kertas itu, sehingga tubuh sendiri dapat masuk.

e.       Hal itu harus dikerjakan dengan syarat: tidak boleh menggunakan lem atau alat bantu lain; waktu badan masuk, kertas tidak boleh putus atau sobek.

f.        Peserta boleh mencoba dua kali, apabila kertas pertama gagal.

g.       Pembahasan :

        Mengapa saat akan mengerjakan, anda mengatakan tidak bisa, sulit, tidak mungkin dsb.?

        Semakin kecil kita menyobek kertas, semakin besar kemungkinan badan kita masuk dalam lubang itu, serta semakin kecil resiko sobek atau putus? Apa artinya hal tersebut kalau dikaitkan dengan program atau kehidupan kita masing?

        Mengapa anda berhasil membuat lubang tersebut? Mengapa anda gagal membuat lubang tersebut?

h.       Refleksi: Seuatu yang belum dicoba, tidak mungkin membuahkan sesuatu hasil. Kita selalu dituntut untuk berkreasi. Semakin terperinci kita bekerja, semakin luas kita berhubungan dengan orang lain, rencana/program semakin aman.

3.  Mari Kawanku Bergembira Ria

4.  Adalah Suka Cita (kanon)

a.       Adalah suka cita

Di hatiku…..di hatiku….. di hatiku

Adalah suka cita dihatiku

Di dalam Tuhanku

b.       Adalah su-su ka-ka ci-ci ta-ta

Di hatiku…… di hatiku…..di hatiku

                Adalah su-su ka-ka ci-ci ta-ta di hatiku

Di dalam Tuhanku

         c.    Adalah s, u, k, a, c, i, t, a,

                di hatiku…di hatiku…di hatiku

                Adalah s, u, k, a, c, i, t, a,  di hatiku

Di dalam Tuhanku

5. Bum..Bum..Ca..Ca..

6. Tembak angka

7. Permainan alat dapur

8. Penyebrangan

 

 

 

III. Session I:

A. Sub Tema               :   Kenalilah dirimu.

B. Waktu                    :   90 menit

C. Tujuan Umum         :   Peserta diajak untuk memahami karakteristik dasar dirinya.       

D. Tujuan Khusus        :   Peserta dapat :

1. menjelaskan kencenderungan karakteristik dirinya.

2. menjelaskan kekuatan-kekuatan yang dimiliki.

3. menjelaskan kelemahan-kelemahannya

F. Metode, Kegiatan, dan langkah-langkah

1.       Metode : Instrumentation, Lecturette, & Reflection.

2.       Kegiatan dan langkah-langkah

a.   Pengantar singkat tentang personality plus. (5’)

 

b.   Tes personality plus dibagikan kepada peserta dan diminta mengerjakan selama 45 menit, selama mengerjakan bisa di putarkan musik instrumen.

c.   Setelah selesai bisa diselingi lagu-lagu permaian, misalnya “dalamnya hatiku” (5’)

d.   Peserta diminta untuk menuliskan dalam buku pribadi karakteristik kepribadian, kelebihan dan kekuatan yang ditemukan. (10’)

e.   Peserta diminta mensharingkan dalam kelompok kecil (5 orang). (25’)

G. Alat                        :   Tes Personality Plus

H. Sumber                  :   Littauer, F., Personality Plus, Jakarta: Binarupa Aksara, 1996.

 

 

IV. Refleksi Tahap I

A. Pengatar : berdasarkan permenungan kita tadi malam mengenai karakteristik diriku, sekarang Anda diminta untuk berefleksi dan hasilnya diminta untuk dituliskan dalam buku pribadi dan setelah selesai diharapkan ditunjukkan kepada pembimbing.

B. Pertanyaan refleksi:

1.        Apakah karakteristikku cenderung menghambat atau memperlancar diriku dalam mencapai cita-cita/harapanku? Mengapa demikian?

2.        Apa saja yang dapat kulakukan untuk mengembangkan diriku?

3.        Apa saja yang dapat kulakukan untuk mengembangkan relasiku dengan orang lain?

 

 

V. Session II:

 

A. Sub Tema             :    Kenalilah perasaanmu.

B. Waktu                   :    90′

C. Tujuan Umum        :   Peserta diajak untuk menyadari, mengakui, dan mengolah perasaan-perasaan yang muncul dalam dirinya.

D. Tujuan Khusus      :    Setelah mengikuti kegiatan ini peserta diharapkan dapat:

                                      1. menyebutkan perasaan-perasan yang ada pada dirinya saat ini.

                                      2. menjelaskan pentingnya mengungkapkan perasaan.

                                      3. menjelaskan pentingnya untuk mengingat perasaan (emosi)

                                      4.  membedakan cara kerja “menyadari”, “menyampaikan”, dan “mengintegrasikan” emosi yang sehat dan tidak sehat.

E. Materi Kegiatan     :    1.  Macam-macam perasaan.

                                      2.  Pentingnya mengungkapkan perasaan.

                                      3.  Pentingnya untuk mengingat perasaan.

                                      4.  Cara kerja “menyadari”, “menyampaikan”, dan “menginte-grasikan” emosi yang sehat dan tidak sehat.        

F. Metode, Kegiatan, dan Langkah:

          1. Metode         :    Instrumentation, Lecturette, & Sharing.

          2. Kegiatan &   Langkah-langkah  :

a. Pengantar. (5′)

b. Lagu dan game :………………………………………… (10′)

b. Peserta dibagikan daftar perasaan dan diminta untuk mengenali perasaannya saat ini. Lalu diminta menjawab pertanyaan refleksi, yaitu: “Mengapa Anda mengalami perasaan demikian?”(10′)

c.  Peserta diminta  memilih teman akrab berdua-dua dan saling menceritakan perasaannya masing-masing. (15′)

d.  (latihan rileksasi otot untuk mengendorkan ketegangan akibat perasaan negatif yang menekan) (20′)

e.  Fasilitator memberikan penjelasan tentang pentingnya mengungkapkan perasaan, pentingnya mengingat perasaan, dan cara kerja “menyadari”, “menyampaikan”, dan “mengintegrasikan” emosi yang sehat serta tidak sehat. (15′)

g.  Tanya jawab secukupnya.

G. Alat                  :    lembar kerja.

H. Sumber            :   

     Powell, J., Rahasia Cinta Lestari, Jakarta: CLC, 1979.

     Powell, J. dan Brandy, L., Tampilkan Jati Dirimu, Yogyakarta: Kanisius, 1991.

     Sinurat, R.H.Dj., Reader Mata Kuliah Komunikasi Antarpribadi, Yogyakarta: Prodi            Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Sanata Dharma, 1999.

 

 

VI. Session  III:

 

A. Sub Tema                         :    Nilai-nilai hidup

B. Waktu                               :    120’

C. Tujuan Umum                   :    Agar peserta semakin menyadari nilai-nilai hidupnya dan nilai nilai hidup orang lain.

D. Tujuan Khusus                   :    Sesudah mengikuti kegiatan ini binimbing diharapkan dapat menyebut minimal 5 hal yang berkaitan dengan nilai hidupnya.           

E.  Metode, Kegiatan, dan langkah-langkah

     1. Metode (pendekatan) : Ceramah, diskusi, tanya-jawab, experiential learning.

     2.  Kegiatan                    : Sebotol Darah =  Satu Nyawa

     3.  Langkah-langkah :

f.        Fasilitator memberikan pengatar singkat tentang kegiatan ini. (5′)

g.       Binimbing diminta membentuk kelompok yang terdiri dari 6 orang. Setiap orang diminta untuk membaca teks yang berjudul Sebotol Darah = Satu Nyawa kemudian diminta untuk mengerjakan tugas yang telah tertulis di bawah teks tersebut secara pribadi. (15′)

h.       Peserta diminta untuk mendiskusikan dalam kelompok tugas yang telah dijawabnya secara pribadi. (35′)

i.         Kelompok diminta memplenokan hasil diskusinya. (20′)

j.         Binimbing diminta mengerjakan evaluasi kegiatan. (10′)

k.       Tanya jawab seperlunya.

F.  Alat                                  :    Handout, Kertas HVS, Lembar Kerja, Lembar

G. Sumber (Daftar Pustaka):

     1. Depdikbud, Dirjen Dikdasmen, Dikmenum. (1984). Bimbingan Karier, Paket II. Jakarta: Depdikbud, Proyek Pengadaan Sarana Pembinaan dan Penyempurnaan SMU.

     2.  Kartawisastra, H.U. Dkk. Strategi Klarifikasi Nilai. Proyek Pengembangan Pendidikan Guru (P3G), Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 1980, h. 18-19.        

     3. Sinurat, R.H.Dj. (1993). Klarifikasi Nilai. Yogyakarta: FKIP Universitas Sanata Dharma.

 

 

 

VI. Refleksi Tahap II

A. Pengantar :

B. Pertanyaan refleksi :

  1. Apakah Anda pernah mengalami pertentangan nilai? Ceritakan!
  2. Bagaimana perasaan Anda saat mengalami hal itu?
  3. Bagaimana tindakan Anda terhadap situasi tersebut?

 

 

 

VII. Session IV:

A. Sub Tema           :    Kenalilah Potensimu

B. Waktu                 :    60 menit

C. Tujuan Umum     :    Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta mampu mengenali potensi-potensi yang dimiliki.

D. Tujuan Khusus    :    Peserta dapat :

1.       Menyebutkan potensi di bidang akademik

2.       Menyebutkan potensi di bidang ketrampilan/seni

3.       Menyebutkan potensi di bidang sifat/kepribadian

4.       Menyebutkan tindakan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

E. Metode, Kegiatan, dan Langkah-langkah:

1.       Metode       : Lecturette, reflection, sharing

2.       Kegiatan     : Menikmati Kado Tuhan

3.       Langkah-langkah:

a.       Pengantar : Ratih adalah seorang gadis remaja yang selalu kelihatan murung. Dia selalu menyendiri dan enggan bergaul dengan teman-temannya. Mengapa demikian? Ternyata Ratih minder/tidak PD, karena merasa tidak secantik kawan-kawannya, tidak pandai, dan tidak memiliki kemampuan apa-apa. Sedangkan Anton, seorang cowok SMU juga kelihatan murung dan menyendiri, karena dia selalu diejek teman-temannya saat ikut main bola basket atau sepak bola. Anton menjadi minder karena merasa permainan olahraganya begitu jelek.

Sering kita menjumpai orang seperti Ratih dan Anton, merasa tidak berharga, kecil, dan minder, bahkan kita sendiri sering juga merasa seperti itu, mudah merasa sebagai yang terjelak, tidak berarti, tidak mempunyai apa-apa yang patut dibanggakan. Lihat saja kalau kita diminta untuk mencari kelemahan dan kelebihan diri kita, pasti lebih banyak kelemahannya. Apakah sesungguhnya kita ini selek seperti itu? Tentu saja tidak !Dalam kitabkejadian 1:26-31 dikatakan bahwa kita semua diciptakan menurut gambar Allah. Adakah gambar Allah yang jelek? Yang tidak indah? Kita diciptakan menurut gambar Allah berarti, sebagian kebaikan Allah diberikan kepada kita. Dengan kata lain dalm diri kita semua ada kebaikan! Selanjutnya Allah memberkati kita dan memberikan kuasa kepada kita. Jelaslah bahwa menurut Allah sendiri kita sungguh baik adanya.

Pada kesempatan ini saya akan mengajak kalian untuk melihat unsur-unsur positif dalam diri kita, kita namakan unsur-unsur positif itu sebagai potensi / talenta yang masih harus kita kembangkan. Bayangkanlah bahwa Anda sekarang ulang tahun! Dan seperti biasa kalian mendapat kado, dan kali ini kado dari Tuhan. Bayangkanlah bahwa Tuhan memberikan sekotak kado pada Anda. Dalam kota tersebut, terdapat berlapis-lapis  hadiah buat Anda. Tugas Anda adalah membuka kado itu dan menikmati semua isinya, karena isinya sangat banyak. Lapisan pertama berisi semua kemampuan Anda di bidangak ademik, ada yang yang menonjol di bidang matematika, ada yangmenonjol di bidang bahasa Inggris, dibidang ilmu-ilmu sosial, dan lain-lain. Lapisan kedua berisi kemampuan positif dibidang ketrampilan/seni/bakat, misalnya ketrampilan memasak, ketrampilan memperbaiki benda-benda kecil atau barang elektronik, seni tari, seni musik biarpun sekedar mendengarkan musik atau melihat tari, dan lain-lain. Lapisan kedua berisi semua sifat-sifat baik Anda yang mendukung perkembangan Anda, misalnya rajin, jujur, suka menolong, pekerja keras, dan lain-lain. (10’)

b.       Peserta diminta untuk: mencari tempat yang tenang dan relax; membuka kotak kado secara pelan-pelan dan diminta mencatat semua isinya pada buku pribadi; membuat surat terima kasih kepada Tuhan (dalam kertas yang sudah disediakan) atas kado yang diberikan.(40’)

c.       Setelah selesai peserta diminta kumpul kembali di ruang pertemuan. Pemberian umpan balik dan sharing secara umum, atau membacakan beberapa surat. (10’)

F. Alat                    :    Kertas HVS, alat tulis.

G. Sumber               :    Suparno, P., Retret untuk SLP dan SLA, Aku Dikasihi Tuhan, Yogyakarta: Kanisius, 1989

 

 

VIII. Session V

 

A. Sub Tema            :    Kenalilah cita-citamu

B. Waktu                 :    120 menit

C. Tujuan Umum      :    Peserta memahami bahwa setiap manusia memiliki cita-cita hidup.

D. Tujuan Khusus     :    Setelah mengikuti kegiatan ini peserta dapat menyebutkan minat dan cita-cita yang ingin diraihnya.

E. Metode, Kegiatan, dan Langkah-langkah:

1.        Metode         : Lecturette, reflection, sharing

2.        Kegiatan       : Menikmati Kado Tuhan

3.        Langkah-langkah:

a.       Pengantar :

b.       Peserta dibagikan tes Eksplorasi Karier, dan diminta mengerjakan secara pribadi.

c.       Peserta diminta sharing dalam kelompok kecil (5 orang)

d.       Tanya jawab bisa dilakukan dimana saja.

F. Alat                    :    Kertas HVS, alat tulis.

G. Sumber               :    Suparno, P., Retret untuk SLP dan SLA, Aku Dikasihi Tuhan, Yogyakarta: Kanisius, 1989

 

 

 

IX. Session VI

 

A. Sub Tema             :    Kenalilah hambatanmu.

B. Waktu                   :    90′

C. Tujuan Umum        :   Peserta memahami bahwa permasalahan pribadi dapat mengganggu pencapaian masa depan.

D. Tujuan Khusus      :    Setelah mengikuti kegiatan ini peserta diharapkan dapat menyebutkan hambatan-hambatan yang mengganggu dalam mencapai masa depan dan menjelaskan cara mengatasinya.

E. Metode, Kegiatan, dan Langkah:

          1. Metode         :    Case study &  Discussion

          2. Kegiatan &   Langkah-langkah  :

a.       Pengantar singkat dan permainan membangun menara dari kartu. Peserta diminta sharing umum, misalnya: mengapa sulit/gagal membangun kartu?; bagaimana perasaannya ketika ada gangguan dalam mengerjakan tugas?; Bagaimana mengatasi gangguan tersebut? (15’)

b.       Peserta dibagikan daftar permasalahan yang biasanya dihadapi oleh anak-anak remaja, dan diminta untuk mengenali permasalahannya sendiri. Mungkin ada yang sama dengan yang ada di lembar permasalahan yang dibagikan, mungkin tidak sama. Kemudian peserta diminta untuk mencatat dalam buku pribadi. Sekaligus untuk mengenali perasaan yang muncul saat permasalahan itu muncul, dan bagaimana mengatasi permasalahan itu. (25’)

c.       Perserta diminta sharing dalam kelompok (6-8 orang) (30’)

d.       Pleno (20’)

F. Alat                    :    Kertas HVS, alat tulis.

G. Sumber               :    Suparno, P., Retret untuk SLP dan SLA, Aku Dikasihi Tuhan, Yogyakarta: Kanisius, 1989

 

 

 

X. Analisis Sosial:

A. Sub Tema               :   Menghargai karier

B. Waktu                    :   5 jam

C. Tujuan Umum                :   1. Memahami/merasakan realitas kehidupan.

                                  2. Memahami perjuangan hidup “orang kecil” dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

                                          3. Menumbuhkan kesadaran karier.

                                          4. Menghargai perjuangan dalam mencapai karier.

D. Tujuan khusus              :   1. Menyebutkan berbagai macam karier yang dijumpai.

                                      2.        Menyebutkan hambatan-hambatan dalam mencapai karier itu

                                          3. Menyebutkan usaha yang dilakukan untuk mencapai karier.

                                4.        Menunjukkan dalam sebuah aktraksi hasil analisis sosial mereka.

 

XI. Session VII

A. Sub Tema             :    Konsep Diri 

B. Waktu                   :    90-120′

C. Tujuan Umum        :   Setelah mengikuti kegiatan ini peserta diharapkan menyadari potensi/segi-segi poitif dirinya.

D. Tujuan Khusus      :    Setelah mengikuti kegiatan ini peserta diharapkan dapat:

                                      1.  menyebutkan minimal tiga potensi/segi positif dari anggota kelompoknya.

                                      2. memberikan umpan balik yang positif kepada anggota kelompoknya.

E. Materi Kegiatan     :    1. Potensi/segi positif diri.

                                      2. Umpan balik positif.

F. Metode, Kegiatan, dan Langkah:

          1. Metode         :    Experential Learning, Lecturette, & Sharing

          2. Kegiatan       :    Strenght Bombardment.                      

          3. Langkah       :

a.  Peserta dibagi dalam kelompok-kelompok (8-15 orang) diusahakanyang sudah saling mengenal dan akrab. (5 menit)

b. Fasilitator menerangkan langkah-langkah kegiatan dan tujuan kegiatan. Sangat ditekankan keseriusan dan membangun suasanan doa dan tenang. Fasilitator juga menulikan kata-kata di papan tulis : (15 menit)

              …..(nama), saya telah melihat dan mengalami bahwa ……(nama) telah berubah dan berkembang secara positif yaitu:

                      1……, 2……, 3……………..

              Saya akan selalu mendukungmu dan mendoakanmu. (bisa disertakan doa singkat)

c.  Fasilitator meminta pada setiap kelompok untuk berkumpul secara melingkar dan menjaga supaya suasana tenang/suasana doa. (5 menit)

d.  Peserta diminta saling bergandengan tangan dalam kelompok untuk membentuk rantai cinta dan persahabatan. Peserta diminta menyadari hadirnya sahabat disekitar dirinya dan menyalurkan energi cinta melalui tangannya. (5 menit)

e.  Fasilitator memimpin doa pembukaan yang intinya memohon rahmat dan berkat Tuhan atas persahabatan yang terjalin dan mohon agar Tuhan memberikan keterbukaan dan kejernihan hati dan pikiran agar bisa mengenali potensi/segi positif diri dan orang lain. Kemudian di stelkan musik/lagu inspiratif/meditatif (contoh : Tuhan Yesus Setia). (15 ‘)

f.   Masih dengan suasana doa dan tenang peserta di bagikan kertas sebanyak anggota. Peserta diminta meniliskan segi positif dari temannya dalam kelompok minimal tiga. (15′)

g.  Secara bergiliran peserta diminta memberikan umpan balik dengan mengucapkan kata-kata seperti yang telah diterangkan di muka. (30′)

h.  Setelah semua selesai peserta sekali lagi membentuk rantai cinta dan distelkan lagi lagu “Tuhan Yesus Setia”. Peserta diminta untuk berdoa spontan dalam kelompok.(15′)

G. Alat             : Kertas HVS dipotong-potong (banyaaaak), alat tulis, Tape recorder dan kasetnya.

H. Sumber: Sinurat, R.H.Dj., Konsep Diri dan Pengembangannya,Yogyakarta: Handout mata kuliah, IKIP Santa Dharma, 1991.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hand Out dan Alat

 

I. Sub Tema : Kenalilah perasaanmu

A. Daftar Perasaan

Beri tanda centang (Ö) pada nama perasaan yang pernah/saat ini anda alami.

 

Diterima

 

Gelisah

 

kuatir

 

kacau

 

Marah

 

Takut

 

terasing

 

nyaman

 

acuh tak acuh

 

Berani

 

bingung

 

yakin

 

Kikuk

 

Tenang

 

terikat

 

puas

 

Tertarik

 

Tertipu

 

terpukul

 

tertutup

 

ingin tahu

 

Kalah

 

salah

 

loyo

 

Tergantung

 

tertekan

 

kecewa

 

kehilangan

 

Tertindas

 

putus asa

 

pantas dihukum

 

santai

 

Gagal

 

gembira

 

gugup

 

iri

 

Malu

 

Mau lari

 

bimbang

 

dingin

 

Ngeri

 

penuh asrmara

 

bermusuhan

 

tulus

 

Bahagia

 

Benci

 

syukur

 

jengkel

 

ingin membunuh

 

balas dendam

 

harapan

 

tak peduli

 

sakit hati

 

terluka

 

bebas

 

kesepian

 

Minder

 

tak mampu

 

tak sabar

 

dengki

 

tak aman

 

tak iklas

 

tersendiri

 

bertopeng

 

Sedih

 

tak dimengerti

 

optimis

 

bergairah

 

dikejar-kejar

 

dipermainkan

 

sesal

 

tak jujur

 

Bangga

 

berprasangka

 

jijik

 

tak disenangi

 

Terbuang

 

aman

 

lemas

 

berdosa

 

bernafsu sex

 

cengeng

 

jelek

 

malas

 

malu-malu

 

curiga

 

terbelah

 

menang

 

Kikir

 

terancam

 

tak yakin

 

diperalat

 

Bosan

 

tak berguna

 

bermuka dua

 

ganas

 

Tersinggung

 

manja

 

pesimis

 

tak dihargai

  (diambil dari John Powell, Rahasia Cinta Lestari, CLC, 1986)

 

 

 

 

 

B. Cara kerja “menyadari”,”menyampaikan”, dan “mengintegrasikan” emosi/ perasaan yang sehat serta tidak sehat.

Sehat

Tidak sehat

1. Sadarilah Emosi! Anda berpaling sebentar dari pertengkaran mulut itu dan memperhatikan baik-baik beraneka reaksi-reaksi emosional anda. Lalu tanyakan pada diri sendiri: Apa yang kurasakan? Malu (karena alasan dia lebih baik)? Atau takut (ia lebih pandai dan setiap menit makin marah)? Merasa lebih (karena anda menang dalam beberapa hal yang diakui juga oleh teman anda)?

1. Jangan pedulikan reaksi emosional-mu! Perasaan tidak ada hubungannya dengan perdebatan itu. Lebih baik katakan pada diri sendiri: “Saya tidak tegang sama sekali.” Kalau Anda berkeringat, katakan udara dalam kamar itu sangat panas. Kuburkanlah kemarahan di dasar perut, di sana kepalamu tidak mungkin menjenguknya. Ikut diskusi ilmiah tidak pantas bagi Anda seorang intelektual

2. Akuilah emosi! Dengan sadar perhatikan emosi Anda5, supaya tahu emosi/perasaan apakah itu. Perkirakan berapa kuatnya. Misalnya emosi itu kemarahan.

2. Ingkarilah adanya! Katakan kepada diri sendiri dan orang-orang lain: “Saya tidak marah, oh tidak!” Emosi lebih mudah diingkari dengan jalan memusatkan perha-tian pada jalannya perdebatan saja. Jangan sampai perhatian dibelokkan oleh emosi.

3.  Selidikilah emosi!  Kalau Anda benar-benar inginmengerti sebanyak-banyaknya tentang diri sendiri, tanyalah kepada kema-rahan itu, bagaimana ia masuk ke dalam diri Anda dan dari mana asalnya. Telusurilah jejak asal emosi-emosi itu. Mungkin sampai menunjukkan pada rendah diri.

3.  Cari terus bahan-bahan penangkis! Orang yang pemikirannya sehebat Anda, akan segera menyerang frontal. Saat ini adalah saat menang atau kalah! Anda perlu memperlambat arus kata-kata. Pusatkan perhatian pada perdebatan dan jangan kendorkan usaha mencekiknya.

4. Ungkapkanlah emosi! Tanpa interpretasi, tanpa penilaian, “Ayo kita berhenti sebentar! Saya merasa terlalu tegang, jangan-jangan saya akan mengatakan hal-hal yang segarusnya tidak saya maksudkan.” Penting sekali untuk tidak menuduh atau memberikan penilaian dalam memberita-hukan perasaan itu. Jangan mengatakan karena salah dialah Anda menjadi marah. Anda tahu bukan dia yang bersalah tetapi dalam diri saudara kurang beres.

4. Kalau mau membabi buta dan meng-hendaki perpecahan, Salahkan dia! Sebutkan beberapa cacat pribadinya. Misalnya, katakan: “Tak mungkin membi-carakan hal ini secara tenang denganmu. Kamu terlalu galak! Kamu tidak pernah mendengarkan kata orang (memukul rata seperti ini juga sangat mengena) Kamu pikir, kamu ini Tuhan ,ya!” (kalimat ini tentu saja bukan diberi nada kalimat tanya melainkan nada tuduhan dengan tanda seru!)

John Powell dan Brandy (1991), Tampilkan Jati Dirimu.Yogyakarta: Kanisius.

 

C. Relaxation via Tension-Relaxation

1. Keterangan:

            Relaksasi otot bertujuan untuk mengurangi ketegangan dan kecemasan dengan cara melemaskan otot-otot badan. Dalam metode ini individu diminta untuk menegangkan dan melemaskan masing-masing kelompok otot, kemudian diminta untuk merasakan dan menikmati perbedaan antara ketika otot tegang dan ketika otot lemas. Di sini individu diberi tahu bahwa pada fase menegangkan akan membantu dia lebih menyadari sensasi tersebut bertindak sebagai isyarat atau tanda melemaskan ketegangan. Individu dilatih untuk melemaskan otot-otot yang tegang dengan cepat, seolah-olah mengeluarkan ketegangan dari badan, sehingga individu akan merasa rileks. Instruksi relaksasi otot dapat diberikan melalui tape recorder, dengan demikian individu dapat mempraktekkannya sendiri di rumah.

 

2. Langkah-langkah:

            Tutup mata Anda dan dengarkan apa yang akan saya katakan pada Anda. Saya akan membuat Anda menyadari sensasi-sensasi tertentu pada badan Anda, dan kemudian menunjukkan pada Anda bagaimana cara untuk mengurangi sensasi-sensasi itu.       

a.  Pertama arahkan perhatian Anda pada tangan kiri Anda. Genggamlah tangan kiri dan buatlah satu kepalan. Buatlah kepalan tadi keras-keras dan pelajari ketegangan di tangan dan lengan di bawah kiri anda. Pelajari sensasi ketegangan tersebut. Dan sekarang lepaskan kepalan tersebut. Lemaskan tangan kiri anda dan biarkan beristirahat di lengan kursi atau di samping anda. Perhatikan antara ketegangan dan rileksasi (10 detik).

     Sekali lagi sekarang kepalkan tangan kiri anda keras-keras, perhatikan ketegangan tersebut dan sekarang lepaskan. Biarkan jari-jari tangan Anda membuka, rileks, dan perhatikan perbedaan antara ketegangan otot dan rileksasi otot. (10 detik)

     Sekarang lakukan hal yang sama terhadap tangan kanan Anda. Genggamlah tangan kanan Anda dan buatlah satu kepalan. Buatlah kepalan tadi keras-keras dan pelajari ketegangan di tangan dan lengan di bawah kanan Anda. Pelajari sensasi ketegangan tersebut. Dan sekarang lepaskan kepalan tersebut. Lemaskan tangan kanan Anda dan biarkan beristirahat di lengan kursi atau di samping Anda. Perhatikan antara ketegangan dan rileksasi (10 detik).

     Sekali lagi sekarang kepalkan tangan kanan anda keras-keras, perhatikan ketegangan tersebut dan sekarang lepaskan. Biarkan jari-jari tangan Anda membuka, rileks, dan perhatikan perbedaan antara ketegangan otot dan rileksasi otot. Perhatikan rasa santai yang mulai berkembang  di lengan tangan kiri dan kanan. Kedua lengan tangan kiri dan tangan kanan sekarang mulai rileks.

b.  Sekarang tekuk kedua lengan ke belakang pada ke dua pergelangan tangan, sehingga Anda menegangkan otot-otot di tangan bagian belakang dan lengan bawah. jari-jari menunjuk ke langit-langit. Pelajarilah ketegangan itu dan sekarang rileks.  Biarkan tangan Anda kembali ke posisi istirahat dan perhatikan perbedaan antara ketegangan dan rileks. (10 detik).

     Lakukan sekali lagi. Jari-jari menunjuk ke langit-langit. Rasakan ketegangan di bagian belakang tangan dan di lengan bagian bawah. Sekarang rileks, lepaskan dan lemaskan. lebih lanjut… dan lebih lanjut….. (10 detik)

c.  Sekarang genggamlah tangan menjadi kepalan dan bawalah keduanya ke atas pundak, sehingga anda meneganggkan otot-otot bisep, otot-otot besar di bagian atas lengan anda. Rasakan ketegangan otot-otot bisep. dan sekarang rileks. Biarkan lengan anda jatuh ke sisi anda lagi dan perhatikan perbedaan antara ketegangan pada otot-otot bisep dan rileksasi yang nada rasakan saat ini. (10 detik)

     Marilah kita lakukan sekali lagi sekarang. Cobalah sentuh bahu dengan masing-masing kepalan. Perhatikan ketegangan tersebut. Pertahankan hal tersebut. Sekarang rileks. Sekali lagi biarkan lengan anda jatuh dan perhatikan rasa rileksasi, kontras antara ketegangan dan rileksasi. Lemaskan semua otot lebih lanjut dan lebih lanjut (10 detik).

d.  Sekarang perhatian  kita tujukan pada daerah bahu. Gerakkan ke dua bahu, bawa keduanya sampai ke telinga, seakan-akan anda ingin menyentuh telinga dengan bahu anda. Dan perhatikan ketegangan di bahu dan di leher anda. Sekarang rileks. Biarkan ke dua bahu kembali ke posisi istirahat. Lemaskan semua ketegangan, lebih lanjut…lebih lanjut….Sekalilagi rasakan kontras antara ketegangan dan rileksasi yang sekarang menyebar ke daerah bahu. (10 detik).

     Lakukan sekali lagi, bawa ke dua bahu ke atas seakan-akan menyentuh telinga. Rasakan ketegangan di bahu, di punggung atas dan di leher. Perhatikan ketegangan pada otot-otot tersebut. Sekarang rileks, biarkan bahu anda kembali ke posisi istirahat. Dan perhatikan sekali lagi kontras antara ketegangan dan rileksasi (10 detik).

e.  Anda dapat belajar melemaskan lebih komplit berbagai otot wajah, Jadi sekarang yang nada lakukan adalah mengerutkan dahi dan alis. Kerutkan keduanya sampai anda merasa dahi anda dekatsangat berkerut, otot-ototnya tegang dan kulitnya berkeriput. Dan sekarang rileks. Licinkan dahi anda dan biarkan otot-otot tadi menjadi lemas (10 detik)

     Lakukan sekali lagi, kerutkan dahi andaperhatikan ketegangan pada otot-toto di sekitar mata dan sekitar dahi. Sekarang licinkan dahi anda. Lemaskan otot-otot tadi, dan sekali lagi perhatikan kontras antara ketegangan dan rileksasi (10 detik).

f.   Sekarang tutup mata anda keras-keras. Tutup mata anda dengan keras sehingga anda merasakan ketegangan di sekitar mata dan otot-otot yang mengendalikan gerakan mata. (5 detik). Dan sekarang lepaskan, biarkan otot-otot anda rileks. Rasakan perbedaan antara ketegangan dan rileksasi. (10 detik).

     Sekali lagi sekarang. Tutuplah mata anda keras-keras dan pelajari ketegangan itu. Pertahankanlah itu (5 detik). Sekarang rileks dan biarkan mata anda terpejam dengan nyaman (10 detik).

g.  Sekarang katupkan rahang anda dan gigit gigi anda. Perhatikan ketegangan di sekitarrahang anda (5 detik). Lemaskan rahang anda sekarang. Biarkan bibir anda terbuka sedikit, ya betul begitu, terbuka sedikit. Dan perhatikan peredaan antara ketegangan dan rileksasi di sekitar rahang. (10 detik)

     Sekali lagi katupkan rahang anda. perhatikan, perhatikan ketegangan itu. Dan sekarang lemaskan. Lebih lanjut…lebih lanjut…. Lanjutkan rileks (10 detik)

h.  Sekarang moncongkan kedua bibir anda, tekan kedua bibir. Betul demikian. Tekan kedua bibir bersama-sama dengan kencang dan dan rasakan ketegangan di sekitar bibir. Sekarang rileks, lemaskan otot-otot di sekitar mulut, dan biarkan pipi anda beristirahat dengan nyaman.

     Sekali lagi sekarang, tekan ke dua bibir bersama-sama dan perhatikan ketegangan di sekitar mulut anda. Tahan (5 detik) dan sekarang rileks, lemaskan otot-otot tersebut. Lagi..lagi…lebih lanjut. Perhatikan berapa banyak berbagai otot yang telah lemas. Mungkin di bagian badan yang telah kita tegangkan dan kita lemaskan berturut-turut. Tangan Anda, lengan bawah, bahu atas, bahu bawah, dan berbagai otot wajah.

i.   Dan sekarang perhatian kita tujukan pada bagian leher. Tekanlah kepala Anda permukaan di mana Anda beristirahat. Tekan ke belakang sehingga Anda dapat merasakan ketegangan terutama di bagian belakang leher dan punggung atas. Tekanlah dan perhatikan. Sekarang lepaskan. Biarkan kepala Anda beristirahat secara nyaman. nikmati kontras antara ketegangan dan rilaksasi yang Anda rasakan sekarang. Lepaskan lebih lanjut, lagi, dan lagi sedapat mungkin.

     Lakukan sekali lagi kepala menekan ke belakang. Perhatikan ketegangan, tahan (5 detik) dan sekarang rileks. Lemaskan lebih lanjut, lebih lanjut.

j.   Sekarang saya ingin Anda membawa kepala Anda ke muka. Dan coba benamkan dagu Anda ke dada. Rasakan ketegangan terutama di leher muka. Dan sekarang lepaskan, lebih lanjut, lebih lanjut (10 detik).

     Lakukan sekali lagi sekarang, dagu dibenamkan di dada, tahan (5 detik). Dan sekarang rileks, lebih lanjut, lebih lanjut (10 detik).

k.  Sekarang perhatian kita tujukan pada otot-otot punggung Anda. Lengkungkan punggung Anda. Busungkan dadadan perut, sehingga Anda merasakan ketegangan di punggung  anda terutama di punggung atas. perhatikan ketegangan dan sekarang rileks.  Biarkan badan Anda beristirahat lagi di kursi (di tempat tidur). Perhatikan perbedaan antara ketegangan dan rileksasi. Biarkan otot-otot tersebut menjadi lemas.

     Sekali lagi sekarang lengkungkan punggung Anda, perhatikan ketegangan tadi dan tahan (5 detik). Dan sekarang lemaskan punggung Anda dan biarkanlah pergi semua ketegangan di otot-otot tadi.(10 detik)

l.   Sekarang ambil nafas panjang, isi paru-paru Anda dengan, tahan dan perhatikan ketegangan di bagian dada dan turun ke perut. Perhatikan ketegangan tadi dan sekarang rileks. Lepaskan, keluarkan nafas dan lanjutkan bernafas seperti biasa. Perhatikan sekali lagi perbedaan antara ketegangan dan rileksasi. (10 detik)

     Mari kita lanjutkan sekali lagi, tarik nafas panjang dan tahan. Perhatikan ketegangan, perhatikan otot-otot menegang. Sekarang lepaskan dan lanjutkan bernafas seperti biasa. Bernafas dengan nyaman. Biarkan otot-otot dada dan beberapa otot-otot di perut rileks. lebih rileks dan lebih rileks tiap kali Anda mengelurkan nafas (10 detik).

m. Sekarang kencangkan otot-otot di perut Anda, tarik perut Anda kedalam. Tegangkan otot-otot perut tersebut, tahan… Buat perut menjadi keras, sangat keras, dan sekarang rileks. Biarkan otot-otot tadi menjadi lemas dan rileks. (10 detik)

     lakukan sekali lagi, keraskan otot-otot perut, perhatikan ketegangan (5 detik), dan sekarang rileks. Lepaskan lebih lanjut, lebih lanjut, lagi, dan lagi. Hilangkan ketegangan dan perhatikan kontras antara ketegangan dan rileksasi.

n.  Saya ingin Anda sekarang meluruskan kedua belah kaki. Luruskan sehingga Anda dapat merasakan ketegangan di paha. Luruskan lebih lanjut (5 detik). Dan sekarang rileks. biarkan kaki Anda rileks dan perhatikan antara ketegangan di otot paha dan relaksasi relatif yang Anda rasakan sekarang.

     Lakukan sekali lagi, kunci lutut Anda, luruskan kedua kaki Anda sehingga Anda dapat merasakan otot-otot di kedua paha Anda menjadi semakin keras dan tegang (5 detik). Dan sekarang rileks. Lemaskan otot-otot tadi, hilangkan ketegangan di otot-otot tadi.

o.  Sekarang tegangkan otot-otot betis Anda dengan cara jari-jari anda menunjuk ke arah kepala. Anda akan merasakan tarikan ketegangan, kontraksi di otot-otot betis dan tulang kering. Perhatikan ketegangan tadi dan sekarang rileks. Perhatikan perbedaan antara ketegangan dan relaksasi (10 detik).

     Sekali lagi sekarang tekuklah kaki Anda di bagian pergelangan kaki, jari-jari menghadap ke kepala. Perhatikan ketegangan dan tahan. Sekarang lepaskan. Lemaskan otot-otot tadi lebih lanjut, lebih lanjut, lagi, dan lagi. (10 detik)

p.  Bila Anda menegangkan otot-otot Anda, Anda juga telah melemaskannya. Anda telah memperhatikan perbedaan antara ketegangan dan relaksasi otot. Andadapat mengenali apakah ada ketegangan di oto-otot Anda, dan apabila ada Anda dapat berkonsentrasi pada bagian tersebut, perintahkan otot-otot tadi untuk lemas, untuk rileks. Apabila Anda berpikir untuk melemaskan otot-otot tadi, sebenarnya Anda dapat melakukannya walaupun sedikit.

q.  Sekarang saat Anda duduk atau berbaring, saya akan mengulang berbagai kelompok otot yang telah dilemaskan. perhatikan apakah masih ada ketegangan di otot-otot tersebut. Apabila ada cobalah untuk berkonsentrasi  pada otot-otot tersebut dan perintahkan untuk rileks, untuk lemas (5 detik). Lemaskan otot-otot kaki Anda, pergelangan kaki, dan betis. Tulang kering, lutut, dan paha (5 detik). Punggung atas, dada, dan bahu (5 detik). Lemaskan lengan atas, bawah, dan tangan, sampai ujung-ujung jari Anda (5 detik). Biarkan semua otot di leher dan tenggorokan  lemas (5 detik). Lemaskan rahang dan otot-otot wajah Anda (5 detik). Biarkan semua otot di badan Anda menjadi lemas. Sekarang duduk dengan tenang mata tertutup untuk beberapa menit (2 menit)

r.   Sekarang saya akan menghitung dari lima sampai atu. Bila saya mencapai angka satu, bukalah mata Anda, rentangkan badan Anda dan bangun. Lima………., Empat………, Tiga……….., Dua………, dan Satu…….. Mata Anda membuka dan bangun.

 

 

 

III. Sub Tema : Kenalilah nilai-nilai hidupmu

SEBOTOL DARAH = SATU NYAWA

 

                   Pada suatu kecelakaan lalulintas, Anda dihadapkan pada masalah yang cukup pelik. Sebab dalam peristiwa tersebut Anda diminta untuk mempertimbangkan keputusan yang akan Anda pilih dengan semasak-masaknya.

                   Dalam garis besarnya peristiwa tersebut adalah sebagai berikut:

a.  Anda adalah seorang guru di suatu SMU dengan jumlah siswa sekitar 200 orang.

b.  Pada suatu hari Anda bersama sejumlah siswa melakukan darmawisata ke suatu daerah di luar kota, beserta keluarganya.

c.  Dalam darmawisata tersebut Anda ditunjuk sebagai ketua rombongan.

d.  Dalam perjalanan tersebut rombongan Anda mengalami kecelakaan yang membawa korban beberapa orang luka parah.

e.  Setelah para korban diangkut ke rumah sakit yang terdekat ternyata ada 5 orang korban yang memerlukan tranfusi darah. Transfusi tersebut harus segera dilaksanakan, sebab jika terlambat, jiwanya tidak akan tertolong.

f.   Di rumah sakit tersebut ternyata hanya tersedia du botol darah, yang hanya cukup untuk dua orang korban.

g.  Secara kebetulan persediaan darah tersebut cocok untuk para korban.

h.  Usaha lain untuk mencari donor ternyata tidak membawa hasil.

i.   Para korban terdiri dari

     1.  A adalah anak kepala sekolah Anda, dengan beliau Anda mempunyai hubungan yang sangat baik.

     2.  B adalah seorang siswa yang Anda kasihi, karena dia siswa yang cerdas, tingkah lakunya terpuji, dan diharapkan mempunyai hari depan yang cemerlang.

     3.  C adalah seorang guru IPA satu-satunya di sekolah Anda, yang dikenal sebagai guru yang baik dan sulit dicari gantinya.

     4.  D adalah seorang guru agama, yang dicintai oleh para siswa, guru tersebut besar pengaruhnya, baik di sekolah maupun di masyarakat sekitarnya.

     5.  E. adalah seorang ibu pengasuh Panti Asuhan Anak Yatim Piatu yang sangat ramah dan dicintai anak-anak asuhannya. Ibu tersebut merupakan satu-satunya pengasuh yang terbaik selama ini.

                   Tugas Anda adalah memutuskan, siapakah dua orang korban di antara para korban tersebut yang harus segera di tolong. Tuliskan nama  korban tersebut, dan berilah alasan pengambilan keputusan Anda tersebut.

(Kartawisastra, H.U. dkk. Strategi Klarifikasi Nilai. Proyek Pengembangan Pendidikan Guru (P3G), Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 1980, h.18-19).

 

IV. Sub Tema : Kenalilah hambatanmu.

 

PERSOALAN YANG DIHADAPI REMAJA

 

  1. Masa Depan

          Ragu-ragu, apakah dapat meneruskan studi ke Perguruan Tinggi?

          Mana jalan hidupku yang sesungguhnya?

          Kalau nanti tidak lulus bagaimana? Mau apa?

          Bagaimana memilih jurusan yang paling tepat?

          Takut menghadapi ujian akhir.

          Malas belajar padahal ujian sudah mendekat.

          Sulit konsentrasi dalam belajar.

          Bagaimana hidup sebagai mahasiswa nanti.

  1. Diri Sendiri

          Minder, tidak percaya diri.

          Bagaimana caranya mengenal diri sendiri?

          Lemah dalam menghadapi kelemahan dan kemalasan.

          Watak keras kepala?

          Mudah marah dan tersinggung.

          Hidup hampa.

  1. Pergaulan dan Seksualitas

          Soal pergaulan dengan teman lain dan jenis lain.

          Pacaran yang baik?

          Seksualitas yang tepat.

          Bentrok dengan teman, saling mendiamkan.

          Iri dan curiga terhadap teman saingannya.

  1. Hubungan dengan Orang Tua

          Orang tua terlalu keras dan mengekang serta mengawasi.

          Tidak dimengerti oleh orang tua.

          Mau dijodohkan oleh orang tua.

          Diperlakukan sebagai anak kecil.

          Tidak bisa bicara dengan orang tua.

          Tidak merasa dicintai oleh orang tua.

          Orang tua tidak akur, bentrok.

Selalu diatur, dimarahi, ditunjukkan, dan lain-lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: