Agenda Seminari Tinggi St Paulus Kentungan

 

 

Juni 2008

3-17 Masa-masa ujian FTW

12-13 Ujian lisan BA FTW

27 Tahbisan imamat

28 Pesta Perak Sr. Emerentiana AK

28 Misa perdana para Neomis dan Gaudium Domesticum

29 Opera Magna dan Pindahan kamar

 

 

Juli 2008

1 Libur akhir tahun akademik

 

 

 

 

 

This site is created by:

fr Afrianto Budi Purnomo, Antonius

SEMINARI TINGGI ST PAULUS

Jln. Kaliurang Km 7 Sleman Yogyakarta, Indonesis 55011

Tlpn. 0274-880027

e-mail : aan_103@yahoo.com

friendster : baby_duck103@yahoo.com

blog : http:\\www.antoniusafri.wordpress.com\

 

 

Week end PIRA pugeran

Sabtu, 30 Juni 2007

Pukul 17.00       session I

1.       Perkenalan singkat

2.       Bermain tanada tangan

3.       Dengan kertas kecil-kecil yang sudah dipotong-potong,seluruh peserta membagi diri dalam kelompok. Setelah terbentuk kelompok, setiap kelompok diminta untuk berpindah tempat dengan menempelkan kertas warna-warni itu di bagian tubuhnya yang disukainya. Mencoba saling bertubrukan atau berpapasan.

4.       Bermain kartu, seluruh peserta diminta untuk saling bermain kartu terserah dengan kelompok yang disukai, jarang ditemui, dan terakhir yang ingin disapa tetapi belum sama sekali tersapa.

5.       Lalu setiap peserta diminta untuk mencari satu kalimat pujian, tetapi dengan member pujian kepada teman dengan menuliskan di punggung teman-teman.

Pukul 19.00       makan malam

Pukul 20.00       Session II

1.       Animasi: Berjalan kekanan berjalan ke kiri

2.       Peserta diajak untuk bermain evil hand.

3.       Peserta diajak main trustfall. Lalu dari situ diajak untuk bercerita tentang perasaan ketika bermain dan jika dihubungkan dengan kebersamaan dalam kelompok pIRapakah ada relasinya?

4.       Setiap kelompok diajak untuk Dari sharing itu dipilih 2-3 yang dominan dan dilaporkan dengan kreatif dalam bentuk doa malam.

Pukul  21.30

1.       Dalam kebersamaan, setiap peserta diminta untuk duduk melingkar dan bercerita di depan umum tentang perasaan yang mengesan selama beberapa hari ini, yang dominan mewarnai hari-hari ini. Ada pengalaman pahit, manis, senang, sedih. Itu dibawa dalam suasana doa dan makan bersama.

2.       Makan roti tawar, imbau, nutrisari, permen.

3.       Doa penutup dan tidur.

Minggu, 1 juli 2007

Pukul 06,30       doa pagi bersama. Walking of budha

Pukul 07.00       breakfast

Pukul 08.00       Session III

1.       Animasi We are in the train of love.

2.       Bermain menggunakan tali dan bola. Diajak refleksi dan mengirim surat yang berisi nasehat untuk dirinya sendiri. Surat itu dikumpulkan ke pendamping dan besok diberikan satu bulan kemudin.

3.       Bermain menggunakan Koran dan slayer. Ranjau . peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan harus menyeberangi halaman dan tidak boleh menyentuh Koran dengan aba-aba yan berlainan untuk setiap kelompok.

Pukul. 09.30      break

Pukul 10.00       Session IV

1.       Permainan estafet air menggunakn taplak. Bgmana caranya,biar dibicarakan dalam kelompok masing-masing.

2.       Permainan menggunakan baskom yang diisi air. Setiap kelompok memindahkan baskom dengan air penuh.

3.       Setiap peserta dalam kelompok masing-masing diminta untuk bercerita dengan arah, sekarang mau buat apa dalam kegiatan PIRA lingkungan. Dengan kata lain membuat planning yang cukup jelas sebagai kelompok. Termasuk waktu dan segala tetek bengeknya.

Pukul 11.30       penutup. Good bye.

 

 

Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Week End Mudika

Week End

Session I: Perkenalan Pk. 17.00-19.00

1.      Animasi: Disinilah, disini kita bersama lagi.

2.      Peserta dibagi menjadi 5 kelompok.

3.      Setiap peserta sharing mengenai nama panggilan dan sifat-sifat buruk yang ada dalam diri

4.      Buat ekspresi berdasar nama dan sifat buruk yang dipunyai tersebut.

5.      Renungan/refleksi mengalami session I.

Sarana: Kertas HVS berbentuk potongan-potongan untuk bujur sangkaryang sudah disiapkan.

Makan Malam Pk. 19.00-19.45

Session II: Mengenal sifat-sifat favorite dari Yesus Kristus. Pk.19.45- selesai

1.      Peserta diajak meditasi sederhana untuk mengenang kisah sengsara Yesus Kristus dan cintaNya yang besar kepada manusia.

2.      Peserta diajak menyadari kelemahan diri, kedosaan dan itu merupakan suatu tambahan kesakitan bagi Yesus. Itu diekspresikan dengan menusukkan jarum pada gambar Yesus.

3.      Peserta diajak untuk sekedar menggali kesan pesan dan ada intermeso dengan permainan black magic dan angka “Tionghoa”

4.      Membuat kreasi Jalan Salib dari pengenalan sifat-sifat favorite Yesus Kristus.

5.      Jalan Salib Yesus Kristus.

Bangun pagi: Pk. 05.30

Doa pagi: walking of Budha.

Dibatalakan karena peserta baru bangun dan siap-siap pukul 06.00. Peserta belum siap untuk melakukan doa pagi model jalan Budha. Peserta ditunggu sampai pukul 06.30 tetapi ternyata belum siap. Ya… sudah. Dibatalkan dan dipersilahkan untuk jalan pagi dengan didampingi oleh Pak. Simon Sudarman.

Makan Pagi: Pk. 07.00-08.00

Session III: Menjadi pemimpin yang ideal. Pk. 08.00-10.00

1.      Game evil hand dan padang gurun.

2.      Alat dan sarana: Slayer, koran, dan batu-batu kecil.

3.      Ngobrol bareng per kelompok.

4.      Menggali sifat-sifat kepemimpinan yang ada dalam diri berdasar permainan.

5.      Mengenal kualitas diri dan komunitas dengan jendela jauhari atau analisa SWOT(Lih. Situasi peserta).

6.      So, what will you do??

Snack: Pk. 10.00-10.30

Session IV: Kreasi Ibadat. Pk.10.30-11.30

Ibadat Penutup. Pk. 11.30-13.00

Makan Siang dan Sayonara.

Camping Rohani (+Surat dari Angel)

SURAT DARI ANGEL

 

Beberapa orang masuk dalam kehidupan kita dan pergi dengan cepat

Beberapa orang menjadi teman dan tinggal sebentar

Meninggalkan jejak kaki yang indah dalam hati kita

Dan kita tidak pernah merasa sama

Karena kita telah membuat seorang teman baik.

 

Ada seseorang yang bangga padamu

Ada seseorang yang berpikir tentang kamu

Ada seseorang yang memperhatikanmu

Ada seseorang yang merindukanmu

Ada seseorang yang ingin berbicara padamu

Ada seseorang yang ingin bersamamu

Ada seseorang yang berharap kamu tidak dalam kesulitan

Ada seseorang yang berterimakasih atas support yang telah kamu berikan

Ada seseorang yang ingin menggenggam tanganmu

Ada seseorang yang segala sesuatu berjalan baik

Ada seseorang yang ingin kamu bahagia

Ada seseorang yang ingin kamu menemuinya

Ada seseorang yang berharap kamu tidak dingin dan panas

Ada seseorang yang ingin memelukmu

Ada seseorang yang mencintai kamu

Ada seseorang yang mengagumi kekuatanmu

Ada seseorang yang berpikir tentang kamu dan tersenyum

Ada seseorang yang ingin menyediakan bahunya untuk tangisanmu

Ada seseorang yang ingin pergi denganmu dan bergembira

Ada seseorang yang berpikir tenteng duniamu

Ada seseorang yang ingin menjagamu

Ada seseorang yang ingin melakukan apapun untukmu

Ada seseorang yang ingin memaafkanmu

Ada seseorang yang berterimakasih atas maaf yang kamu berikan

Ada seseorang yang ingin tertawa bersamamu

Ada seseorang yang ingat akan kamu dan berdoa untukmu dimanapun kamu berada

Ada seseorang yang berdoa pada Tuhan untukmu

Ada seseorang yang butuh memberitahumu bahwa cintanya padamu tidak bersyarat

Ada seseorang yang ingin mengatakan betapa besarnya perhatianmu padanya

Ada seseorang yang ingin berbagi mimpinya denganmu

Ada seseorang yang ingin menggandengmu dengan tangan mereka

Ada seseorang yang ingin kamu menggandeng mereka dengan tanganmu

Ada seseorang yang menghargai semangatmu

Ada seseorang yang berharap menghentikan waktunya karena kamu

Ada seseorang yang berdoa pada Tuhan untuk persahabatan dan cintamu

Ada seseorang yang tidak dapat menunggu untuk melihatmu

Ada seseorang yang mencintaimu sebagaimana kamu adanya

Ada seseorang yang mencintai caramu membuat mereka mampu merasakan sesuatu

Ada seseorang yang ingin bersamamu

Ada seseorang yang ingin kamu tahu mereka ada disini untuk kamu

Ada seseorang yang bergembira menjadi temanmu

Ada seseorang yang ingin menjadi temanmu

Ada seseorang yang terbangun sepanjang malam memikirkanmu

Ada seseorang yang berharap kamu memperhatikannya

Ada seseorang yang ingin kamu mengetahuinya dengan lebih baik

Ada seseorang yang ingin mengetahui kamu dengan lebih baik

Ada seseorang yang ingin dekat denganmu

Ada seseorang yang rindu saran- saranmu

Ada seseorang yang telah berjuang untukmu

Ada seseorang yang mempercayaimu

Ada seseorang yang butuh dukunganmu

Ada seseorang yang butuh kamu berjuang bersama mereka

Ada seseorang yang membutuhkanmu membiarkan mereka menjadi temanmu

Ada seseorang yang mendengar sebuah lagu yang mengingatkannya padamu

Ada seseorang yang akan menangis dan sedemikian gembira ketika kamu membaca ini……………………………………………………………………………………………. (gembeng)!!

 

Refleksi Pribadi!

Camping Rohani Mudika Kidul Loji

Wonogondhang, 07 Juli 2007

 

 

Apakah 10 titik / hal penting dalam hidupku?

 


·        1

·        2

·        3

·        4

·        5

·        6

·        7

·        8

·        9

·        10


 

Apakah 10 titik / hal penting bagi diriku dalam keluarga mudika kidul loji?

 


·        1

·        2

·        3

·        4

·        5

·        6

·        7

·        8

·        9

·        10


 

Apakah 10 titik / hal yang paling kubenci dari keluarga mudika kidul loji?

 


·        1

·        2

·        3

·        4

·        5

·        6

·        7

·        8

·        9

·        10


 

 

 

Dengan jujur, aku mengatakannya

Demi kebaikan semua orang

 


Bagi dunia mungkin kamu hanyalah seseorang,

Namun bagi seseorang mungkin kamulah dunianya

Kasih

(1 Korintus 13: 4 – 7)

·        Kasih itu sabar, Kasih itu murah hati, Ia tidak cemburu

·        Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong

·        Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri

·        Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain

·        Ia tidak bersuka cita karena ketidak adilan, tetapi karena kebenaran

·        Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu

 

 

Kasih

(1 Korintus 13: 4 – 7)

·        Kasih itu sabar, Kasih itu murah hati, Ia tidak cemburu

·        Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong

·        Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri

·        Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain

·        Ia tidak bersuka cita karena ketidak adilan, tetapi karena kebenaran

·        Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu

 

 

Kasih

(1 Korintus 13: 4 – 7)

·        Kasih itu sabar, Kasih itu murah hati, Ia tidak cemburu

·        Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong

·        Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri

·        Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain

·        Ia tidak bersuka cita karena ketidak adilan, tetapi karena kebenaran

·        Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu

 

 

Kasih

(1 Korintus 13: 4 – 7)

·        Kasih itu sabar, Kasih itu murah hati, Ia tidak cemburu

·        Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong

·        Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri

·        Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain

·        Ia tidak bersuka cita karena ketidak adilan, tetapi karena kebenaran

·        Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu


Refleksi Outward Bond!

Camping Rohani Mudika Kidul Loji

Wonogondhang, 08 Juli 2007

 

 

Game: Gendongan

 

Diskusi

·        Apa yang anda inginkan ketika mulut anda dibungkam tadi?

·        Apa yang anda inginkan dari orang yang punya kaki dan membawa anda pergi?

·        Apa yang anda inginkan ketika mata anda tidak bisa melihat padahal anda harus berjalan tadi?

·        Apa yang anda inginkan dari yang orang yang anda gendong yang menunjukkan kemana anda harus pergi tadi?

·        Setelah sekarang anda bebas dari semua rintangan tadi, apa yang ingin anda lakukan sekarang? Silahkan berkomitmen!

 

Game: Jembatan gantung

 

Diskusi

  • Apakah ada diskusi sebelum menyeberang?
  • Apakah ada seseorang yang muncul untuk mengepalai jalannya penyeberangan?
  • Apakah anda merasa dimiliki oleh kelompok sehingga dengan sungguh- sungguh diusahakan untuk selamat sampai seberang sungai?
  • Apakah anda memikirkan keselamatan semua anggota kelompok anda?
  • Jika ada yang gagal, apakah terjadi saling menyalahkan di kelompok anda?
  • Dalam kehidupan nyata kelompok besar anda, silahkan berkomitmen!

Game: Menara Air

 

Diskusi

  • Apakah ada diskusi sebelum proses pemindahan dilakukan?
  • Apakah ada seseorang yang muncul untuk mengomando pemindahan air?
  • Apakah ada yang merasa berat menyerahkan alatnya pada kelompok?
  • Apakah ada yang merasa idenya tidak didengar, apa sikap anda jika demikian?
  • Apakah anda rela diatur / mengikuti aturan kelompok dalam kehidupan nyata? Silahkan berkomitmen!

Retret SMU Noterdam

Retret SMU Noterdam

Villa Eden Kaliurang, 27 s/d– 30 Januari 2003

 

 

 Tim Retret – Rekoleksi

Bimbingan dan Konseling

Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta

 

 

Retret SMU Noterdam

Villa Eden Kaliurang, 27 s/d– 30 Januari 2003

 

Tema         :  Quo Vadis Siswa-siswi kelas III SMU Noterdam !

Tujuan       :  1.Peserta mampu mengenali potensi yang dianugerahkan Tuhan dalam dirinya.

                      2.           Peserta mampu mengembangkan segenap potensi yang dimilikinya.

                      3.           Peserta mampu mengenali dan menentukan tujuan hidupnya.

                      4.           Peserta mampu memilih cita-cita yang diharapkan, dan diwujudkan dengan pemilihan program studi di PT.

Peserta     :     Siswa-siswi kelas tiga SMU Noterdam Jakarta.

Jumlah      :     87 orang.

Jadwal :

 

Senin, 27 Januari 2003

15.00 – 16.00    :      Tiba di Villa Eden, pembagian kelompok, pembagian kamar, MCK.

16.00 – 16.30    :     Mamiri.

16.30 – 17.15    :     Pembukaan.

17.15 – 18.00    :     Pohon harapan.

18.00 – 19.00    :     Breaking Ice.

19.00 – 19.30    :     Mamiber.

19.30 – 19.45    :     Games.

19.45 – 21.15    :     Session I: Kenalilah dirimu.

21.15 – 22.00    :     Renungan malam pertama.

22.00 –              :     Istirahat

 

Selasa, 28 Januari 2003

05.30 – 06.30    :     Bangun, mck

06.30 – 07.00    :     Renungan pagi: syukur atas diri yang berharga.

07.00 – 07.30    :     Refleksi tahap I

07.30 – 08.00    :     Mamiber

08.00 – 08.15    :     Games

08.15 – 09.30    :     Session II : Kenalilah Perasaanmu

09.30 – 09.45    :     Mamiri

09.45 – 11.45    :     Session III: Kenalilah “nilai-nilai” hidupmu

11.45 – 12.30    :     Refleksi tahap II

12.30 – 13.00    :     Mamiber

13.00 – 13.15    :     Games

13.15 – 14.30    :     Pribadi/konsultasi

14.30 – 15.30    :     MCK

15.30 – 16.00    :     Mamiri

16.00 – 17.30    :     Session IV: Kenalilah potensimu

16.30 – 19.00    :     Session V :  Kenalilah cita-citamu

19.00 – 19.30    :     Mamiber

19.30 – 19.45    :     Games

19.45 – 21.15    :     Session VI: Kenalilah hambatanmu

21.45 – 22.15    :     Renungan malam kedua

22.15 –              :     Istirahat / konsultasi

 

Rabu, 29 Januari 2003

05.00 – 06.00    :     Bangun, MCK.

06.00 – 06.30    :     Ibadat pagi

06.30 – 07.00    :     Makan pagi

07.00 – 07.15    :     Pengantar Ansos

07.15 – 12.30    :     Ansos

12.30 – 13.00    :     Mamiber

13.00 – 14.30    :     Pribadi (refleksi tahap III)/konsultasi

14.30 – 15.30    :     MCK

15.30 – 16.00    :     Mamiri

16.00 – 16.30    :     Games

16.30 – 19.00    :     Pleno Ansos

19.00 – 19.30    :     Mamiber

19.30 – 22.15    :     Session VIII (Streangth Bombardment)

22.15 – 23.00    :     Renungan puncak

23.00 –              :     istirahat / konsultasi

 

Kamis, 30 Januari 2003

05.30 – 06.00    :     Sajojo

06.00 –  07.00    :     MCK

07.00 – 07.30    :     Mamiber

07.30 – 08.30    :     Evaluasi

08.30 – 08.45    :     Persiapan Ekaristi

08.45 – 09.45    :     Ekaristi

09.45 – 10.00    :     Mamiri

10.00                :     Bebas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

I. Pohon Harapan

 

A. Sub Tema             :    Pohon Harapan

B. Waktu                   :    45′

C. Tujuan Umum        :   Setelah mengikuti kegiatan ini peserta menyadari bahwa setiap peristiwa dipengaruhi oleh harapan dan kekawatiran yang dirasakannya.

D. Tujuan Khusus      :    Setelah mengikuti kegiatan ini peserta diharapkan dapat:

                                      1.  menyebutkan harapan-harapan yang ingin diperoleh dalam mengikuti retret ini.

                                      2.  menyebutkan kekawatiran-kekawatiran yang menghantui dalam mengikuti retret ini.

E.  Alat                      :    Kertas buram dibagi dua sebanyak peserta, kertas flep untuk menggambar pohon harapan dan pohon kekawatiran.

E.  Langkah-langkah :

1.  Pengantar (5’)

                        Setiap orang yang mau memasuki/mengalami suatu peristiwa pasti dia menyimpan harapan di dalam hatinya. Harapan adalah sesuatu yang bernilai/berharga dan ingin dicapai di masa depan. Misalkan, saat tahu bahwa Anton diterima di SMU Noterdam yang terkenal itu, Anton berharap bahwa dia bisa mendapatkan prestasi belajar yang baik sehingga nanti bisa di terima di perguruan tinggi yang diimpikannya. Anton juga berharap, dia dapat bergaul dengan sesama temannya dengan baik dan pergaulannya itu mendukung cita-citanya (misalnya membentuk kelompok belajar dengan sahabat-sahabatnya, dll)

                        Tenyata, bukan saja harapan yang tersimpan dalam hati seseorang saat dia mau memasuki suatu peristiwa/pengalaman, tak jarang ada juga yang menyimpan kekawatiran. Misalnya, Anton yang tahu bahwa di SMU Noterdam banyak orang yang pandai metode pembelajaran yang disampaikan guru canggih, maka dia kawatir seandainya dia kalah dalam bersaing atau tidak mampu mengikuti pelajaran dengan baik.

                        Pada akhirnya harapan dan kekawatiran tersebut mempengaruhi keberhasilan Anton melewati masa-masa SMU, atau dengan kata lain kekawatiran akan mempengaruhi Anton dalam memenuhi harapannya. Lalu bagaimana mengatasinya. langkah pertama adalah mengenali harapan dan kekawatiran tersebut; langkah ke dua adalah menyusun strategi untuk memenuhi harapan dan mengatasi kekawatiran.

                        Retret yang kalian ikuti juga merupakan suatu pengalaman / peristiwa. Artinya juga setiap peserta juga menyimpan dalam hatinya suatu harapan dan kekawatiran. Kedua hal tersebut akan mempengaruhi keberhasilan retret ini. Harapan akan menumbuhkan motivasi sedangkan kekawatiran akan menghambat pencapaian harapan.

                        Sekarang saya minta agar kalian mengenali harapan-harapan dan kekawatiran-kekawatiran kalian tentang retret ini, dan mohon dituliskan di dalam buku harian retret. Setelah itu mohon disalin harapan-harapan kalian pada kertas yang akan dibagikan lalu ditempel pada pohon harapan yang ada di muka ini; demikian juga dengan kekawatiran-kekawatiran yang kalian rasakan.                         

2.  Membagi kertas (5’)

3.  Peserta menuliskan harapan dan kekawatiran dalam mengikuti retret ini dan setelah selesai menempelkannya di gambar pohon harapan dan pohon kekawatiran. (25’)

4.  Fasilitator membacakan beberapa harapan dan kekawatiran dan kemudian merangkum seluruh kegiatan ini. (10‘)     

 

 

 

II. Breaking Ice

 

A. Waktu                  :    60′

B. Tujuan Umum     :   Setelah mengikuti kegiatan ini, kekakuan-kekauan peserta akibat belum saling mengenal/akrab antara peserta dengan pembimbing, antara peserta dengan peserta dapat cair, dengan demikian kegiatan retret dapat diikuti dengan lebih santai dan menyenangkan.

C. Kegiatan              :

1.  Baris berbaris:

a.       Waktu : 20 – 30 menit

b.       Peserta dibagi dalam 5 – 5 kelompok

c.       Tiap kelompok membentuk barisan ke belakang

d.       Fasilitator meneriakkan perintah dan harus dijalankan oleh tiap-tiap kelompok, dengan kriteria yang selalu berubah. Waktu dibatasi 10-15 detik. Misalnya:

     Baris menurut tinggi pendek

     Baris menurut rambut panjang-rambut pendek

     Baris menurut usia tua-usia muda

     Baris menurut berat badan, dan lain-lain

 

e.       Setiap selesai memerintah kriteria, hasilnya diuji dan diberi nilai.

f.        Untuk menambah suasana lebih hidup, pembina, atau fasilitator dapat diikut sertakan.

g.       Pembahasan :                               tanyakan perasaan yang muncul.

   tanyakan kelompok mana yang menang dan mengapa bisa menang.

                               makna/unsur-unsur permaian yang muncul.

 

h.       Refleksi: Inti dari permainan ini adalah menciptakan pola kerjasama dan kebersamaan, kepemimpinan, membangun pengalaman bersama, atau kesepakatan bersama dalam tempo singkat. Di samping itu, permaian ini juga mengajak peserta untuk meniadakan jarak (status, profesi, klas dan sebagainya) selama retret. Hal ini dapat dilihat saat peserta saling baris berbaris.

 

2.  Membuat lubang sebesar mungkin

a.       waktu 30 menit

b.       bahan : kertas setenghah folio untuk setiap peserta.

c.       Fasilitator membagikan kertas pada setia peserta.

d.       Setiap peserta harus membuat lubang di kertas itu, sehingga tubuh sendiri dapat masuk.

e.       Hal itu harus dikerjakan dengan syarat: tidak boleh menggunakan lem atau alat bantu lain; waktu badan masuk, kertas tidak boleh putus atau sobek.

f.        Peserta boleh mencoba dua kali, apabila kertas pertama gagal.

g.       Pembahasan :

        Mengapa saat akan mengerjakan, anda mengatakan tidak bisa, sulit, tidak mungkin dsb.?

        Semakin kecil kita menyobek kertas, semakin besar kemungkinan badan kita masuk dalam lubang itu, serta semakin kecil resiko sobek atau putus? Apa artinya hal tersebut kalau dikaitkan dengan program atau kehidupan kita masing?

        Mengapa anda berhasil membuat lubang tersebut? Mengapa anda gagal membuat lubang tersebut?

h.       Refleksi: Seuatu yang belum dicoba, tidak mungkin membuahkan sesuatu hasil. Kita selalu dituntut untuk berkreasi. Semakin terperinci kita bekerja, semakin luas kita berhubungan dengan orang lain, rencana/program semakin aman.

3.  Mari Kawanku Bergembira Ria

4.  Adalah Suka Cita (kanon)

a.       Adalah suka cita

Di hatiku…..di hatiku….. di hatiku

Adalah suka cita dihatiku

Di dalam Tuhanku

b.       Adalah su-su ka-ka ci-ci ta-ta

Di hatiku…… di hatiku…..di hatiku

                Adalah su-su ka-ka ci-ci ta-ta di hatiku

Di dalam Tuhanku

         c.    Adalah s, u, k, a, c, i, t, a,

                di hatiku…di hatiku…di hatiku

                Adalah s, u, k, a, c, i, t, a,  di hatiku

Di dalam Tuhanku

5. Bum..Bum..Ca..Ca..

6. Tembak angka

7. Permainan alat dapur

8. Penyebrangan

 

 

 

III. Session I:

A. Sub Tema               :   Kenalilah dirimu.

B. Waktu                    :   90 menit

C. Tujuan Umum         :   Peserta diajak untuk memahami karakteristik dasar dirinya.       

D. Tujuan Khusus        :   Peserta dapat :

1. menjelaskan kencenderungan karakteristik dirinya.

2. menjelaskan kekuatan-kekuatan yang dimiliki.

3. menjelaskan kelemahan-kelemahannya

F. Metode, Kegiatan, dan langkah-langkah

1.       Metode : Instrumentation, Lecturette, & Reflection.

2.       Kegiatan dan langkah-langkah

a.   Pengantar singkat tentang personality plus. (5’)

 

b.   Tes personality plus dibagikan kepada peserta dan diminta mengerjakan selama 45 menit, selama mengerjakan bisa di putarkan musik instrumen.

c.   Setelah selesai bisa diselingi lagu-lagu permaian, misalnya “dalamnya hatiku” (5’)

d.   Peserta diminta untuk menuliskan dalam buku pribadi karakteristik kepribadian, kelebihan dan kekuatan yang ditemukan. (10’)

e.   Peserta diminta mensharingkan dalam kelompok kecil (5 orang). (25’)

G. Alat                        :   Tes Personality Plus

H. Sumber                  :   Littauer, F., Personality Plus, Jakarta: Binarupa Aksara, 1996.

 

 

IV. Refleksi Tahap I

A. Pengatar : berdasarkan permenungan kita tadi malam mengenai karakteristik diriku, sekarang Anda diminta untuk berefleksi dan hasilnya diminta untuk dituliskan dalam buku pribadi dan setelah selesai diharapkan ditunjukkan kepada pembimbing.

B. Pertanyaan refleksi:

1.        Apakah karakteristikku cenderung menghambat atau memperlancar diriku dalam mencapai cita-cita/harapanku? Mengapa demikian?

2.        Apa saja yang dapat kulakukan untuk mengembangkan diriku?

3.        Apa saja yang dapat kulakukan untuk mengembangkan relasiku dengan orang lain?

 

 

V. Session II:

 

A. Sub Tema             :    Kenalilah perasaanmu.

B. Waktu                   :    90′

C. Tujuan Umum        :   Peserta diajak untuk menyadari, mengakui, dan mengolah perasaan-perasaan yang muncul dalam dirinya.

D. Tujuan Khusus      :    Setelah mengikuti kegiatan ini peserta diharapkan dapat:

                                      1. menyebutkan perasaan-perasan yang ada pada dirinya saat ini.

                                      2. menjelaskan pentingnya mengungkapkan perasaan.

                                      3. menjelaskan pentingnya untuk mengingat perasaan (emosi)

                                      4.  membedakan cara kerja “menyadari”, “menyampaikan”, dan “mengintegrasikan” emosi yang sehat dan tidak sehat.

E. Materi Kegiatan     :    1.  Macam-macam perasaan.

                                      2.  Pentingnya mengungkapkan perasaan.

                                      3.  Pentingnya untuk mengingat perasaan.

                                      4.  Cara kerja “menyadari”, “menyampaikan”, dan “menginte-grasikan” emosi yang sehat dan tidak sehat.        

F. Metode, Kegiatan, dan Langkah:

          1. Metode         :    Instrumentation, Lecturette, & Sharing.

          2. Kegiatan &   Langkah-langkah  :

a. Pengantar. (5′)

b. Lagu dan game :………………………………………… (10′)

b. Peserta dibagikan daftar perasaan dan diminta untuk mengenali perasaannya saat ini. Lalu diminta menjawab pertanyaan refleksi, yaitu: “Mengapa Anda mengalami perasaan demikian?”(10′)

c.  Peserta diminta  memilih teman akrab berdua-dua dan saling menceritakan perasaannya masing-masing. (15′)

d.  (latihan rileksasi otot untuk mengendorkan ketegangan akibat perasaan negatif yang menekan) (20′)

e.  Fasilitator memberikan penjelasan tentang pentingnya mengungkapkan perasaan, pentingnya mengingat perasaan, dan cara kerja “menyadari”, “menyampaikan”, dan “mengintegrasikan” emosi yang sehat serta tidak sehat. (15′)

g.  Tanya jawab secukupnya.

G. Alat                  :    lembar kerja.

H. Sumber            :   

     Powell, J., Rahasia Cinta Lestari, Jakarta: CLC, 1979.

     Powell, J. dan Brandy, L., Tampilkan Jati Dirimu, Yogyakarta: Kanisius, 1991.

     Sinurat, R.H.Dj., Reader Mata Kuliah Komunikasi Antarpribadi, Yogyakarta: Prodi            Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Sanata Dharma, 1999.

 

 

VI. Session  III:

 

A. Sub Tema                         :    Nilai-nilai hidup

B. Waktu                               :    120’

C. Tujuan Umum                   :    Agar peserta semakin menyadari nilai-nilai hidupnya dan nilai nilai hidup orang lain.

D. Tujuan Khusus                   :    Sesudah mengikuti kegiatan ini binimbing diharapkan dapat menyebut minimal 5 hal yang berkaitan dengan nilai hidupnya.           

E.  Metode, Kegiatan, dan langkah-langkah

     1. Metode (pendekatan) : Ceramah, diskusi, tanya-jawab, experiential learning.

     2.  Kegiatan                    : Sebotol Darah =  Satu Nyawa

     3.  Langkah-langkah :

f.        Fasilitator memberikan pengatar singkat tentang kegiatan ini. (5′)

g.       Binimbing diminta membentuk kelompok yang terdiri dari 6 orang. Setiap orang diminta untuk membaca teks yang berjudul Sebotol Darah = Satu Nyawa kemudian diminta untuk mengerjakan tugas yang telah tertulis di bawah teks tersebut secara pribadi. (15′)

h.       Peserta diminta untuk mendiskusikan dalam kelompok tugas yang telah dijawabnya secara pribadi. (35′)

i.         Kelompok diminta memplenokan hasil diskusinya. (20′)

j.         Binimbing diminta mengerjakan evaluasi kegiatan. (10′)

k.       Tanya jawab seperlunya.

F.  Alat                                  :    Handout, Kertas HVS, Lembar Kerja, Lembar

G. Sumber (Daftar Pustaka):

     1. Depdikbud, Dirjen Dikdasmen, Dikmenum. (1984). Bimbingan Karier, Paket II. Jakarta: Depdikbud, Proyek Pengadaan Sarana Pembinaan dan Penyempurnaan SMU.

     2.  Kartawisastra, H.U. Dkk. Strategi Klarifikasi Nilai. Proyek Pengembangan Pendidikan Guru (P3G), Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 1980, h. 18-19.        

     3. Sinurat, R.H.Dj. (1993). Klarifikasi Nilai. Yogyakarta: FKIP Universitas Sanata Dharma.

 

 

 

VI. Refleksi Tahap II

A. Pengantar :

B. Pertanyaan refleksi :

  1. Apakah Anda pernah mengalami pertentangan nilai? Ceritakan!
  2. Bagaimana perasaan Anda saat mengalami hal itu?
  3. Bagaimana tindakan Anda terhadap situasi tersebut?

 

 

 

VII. Session IV:

A. Sub Tema           :    Kenalilah Potensimu

B. Waktu                 :    60 menit

C. Tujuan Umum     :    Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta mampu mengenali potensi-potensi yang dimiliki.

D. Tujuan Khusus    :    Peserta dapat :

1.       Menyebutkan potensi di bidang akademik

2.       Menyebutkan potensi di bidang ketrampilan/seni

3.       Menyebutkan potensi di bidang sifat/kepribadian

4.       Menyebutkan tindakan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

E. Metode, Kegiatan, dan Langkah-langkah:

1.       Metode       : Lecturette, reflection, sharing

2.       Kegiatan     : Menikmati Kado Tuhan

3.       Langkah-langkah:

a.       Pengantar : Ratih adalah seorang gadis remaja yang selalu kelihatan murung. Dia selalu menyendiri dan enggan bergaul dengan teman-temannya. Mengapa demikian? Ternyata Ratih minder/tidak PD, karena merasa tidak secantik kawan-kawannya, tidak pandai, dan tidak memiliki kemampuan apa-apa. Sedangkan Anton, seorang cowok SMU juga kelihatan murung dan menyendiri, karena dia selalu diejek teman-temannya saat ikut main bola basket atau sepak bola. Anton menjadi minder karena merasa permainan olahraganya begitu jelek.

Sering kita menjumpai orang seperti Ratih dan Anton, merasa tidak berharga, kecil, dan minder, bahkan kita sendiri sering juga merasa seperti itu, mudah merasa sebagai yang terjelak, tidak berarti, tidak mempunyai apa-apa yang patut dibanggakan. Lihat saja kalau kita diminta untuk mencari kelemahan dan kelebihan diri kita, pasti lebih banyak kelemahannya. Apakah sesungguhnya kita ini selek seperti itu? Tentu saja tidak !Dalam kitabkejadian 1:26-31 dikatakan bahwa kita semua diciptakan menurut gambar Allah. Adakah gambar Allah yang jelek? Yang tidak indah? Kita diciptakan menurut gambar Allah berarti, sebagian kebaikan Allah diberikan kepada kita. Dengan kata lain dalm diri kita semua ada kebaikan! Selanjutnya Allah memberkati kita dan memberikan kuasa kepada kita. Jelaslah bahwa menurut Allah sendiri kita sungguh baik adanya.

Pada kesempatan ini saya akan mengajak kalian untuk melihat unsur-unsur positif dalam diri kita, kita namakan unsur-unsur positif itu sebagai potensi / talenta yang masih harus kita kembangkan. Bayangkanlah bahwa Anda sekarang ulang tahun! Dan seperti biasa kalian mendapat kado, dan kali ini kado dari Tuhan. Bayangkanlah bahwa Tuhan memberikan sekotak kado pada Anda. Dalam kota tersebut, terdapat berlapis-lapis  hadiah buat Anda. Tugas Anda adalah membuka kado itu dan menikmati semua isinya, karena isinya sangat banyak. Lapisan pertama berisi semua kemampuan Anda di bidangak ademik, ada yang yang menonjol di bidang matematika, ada yangmenonjol di bidang bahasa Inggris, dibidang ilmu-ilmu sosial, dan lain-lain. Lapisan kedua berisi kemampuan positif dibidang ketrampilan/seni/bakat, misalnya ketrampilan memasak, ketrampilan memperbaiki benda-benda kecil atau barang elektronik, seni tari, seni musik biarpun sekedar mendengarkan musik atau melihat tari, dan lain-lain. Lapisan kedua berisi semua sifat-sifat baik Anda yang mendukung perkembangan Anda, misalnya rajin, jujur, suka menolong, pekerja keras, dan lain-lain. (10’)

b.       Peserta diminta untuk: mencari tempat yang tenang dan relax; membuka kotak kado secara pelan-pelan dan diminta mencatat semua isinya pada buku pribadi; membuat surat terima kasih kepada Tuhan (dalam kertas yang sudah disediakan) atas kado yang diberikan.(40’)

c.       Setelah selesai peserta diminta kumpul kembali di ruang pertemuan. Pemberian umpan balik dan sharing secara umum, atau membacakan beberapa surat. (10’)

F. Alat                    :    Kertas HVS, alat tulis.

G. Sumber               :    Suparno, P., Retret untuk SLP dan SLA, Aku Dikasihi Tuhan, Yogyakarta: Kanisius, 1989

 

 

VIII. Session V

 

A. Sub Tema            :    Kenalilah cita-citamu

B. Waktu                 :    120 menit

C. Tujuan Umum      :    Peserta memahami bahwa setiap manusia memiliki cita-cita hidup.

D. Tujuan Khusus     :    Setelah mengikuti kegiatan ini peserta dapat menyebutkan minat dan cita-cita yang ingin diraihnya.

E. Metode, Kegiatan, dan Langkah-langkah:

1.        Metode         : Lecturette, reflection, sharing

2.        Kegiatan       : Menikmati Kado Tuhan

3.        Langkah-langkah:

a.       Pengantar :

b.       Peserta dibagikan tes Eksplorasi Karier, dan diminta mengerjakan secara pribadi.

c.       Peserta diminta sharing dalam kelompok kecil (5 orang)

d.       Tanya jawab bisa dilakukan dimana saja.

F. Alat                    :    Kertas HVS, alat tulis.

G. Sumber               :    Suparno, P., Retret untuk SLP dan SLA, Aku Dikasihi Tuhan, Yogyakarta: Kanisius, 1989

 

 

 

IX. Session VI

 

A. Sub Tema             :    Kenalilah hambatanmu.

B. Waktu                   :    90′

C. Tujuan Umum        :   Peserta memahami bahwa permasalahan pribadi dapat mengganggu pencapaian masa depan.

D. Tujuan Khusus      :    Setelah mengikuti kegiatan ini peserta diharapkan dapat menyebutkan hambatan-hambatan yang mengganggu dalam mencapai masa depan dan menjelaskan cara mengatasinya.

E. Metode, Kegiatan, dan Langkah:

          1. Metode         :    Case study &  Discussion

          2. Kegiatan &   Langkah-langkah  :

a.       Pengantar singkat dan permainan membangun menara dari kartu. Peserta diminta sharing umum, misalnya: mengapa sulit/gagal membangun kartu?; bagaimana perasaannya ketika ada gangguan dalam mengerjakan tugas?; Bagaimana mengatasi gangguan tersebut? (15’)

b.       Peserta dibagikan daftar permasalahan yang biasanya dihadapi oleh anak-anak remaja, dan diminta untuk mengenali permasalahannya sendiri. Mungkin ada yang sama dengan yang ada di lembar permasalahan yang dibagikan, mungkin tidak sama. Kemudian peserta diminta untuk mencatat dalam buku pribadi. Sekaligus untuk mengenali perasaan yang muncul saat permasalahan itu muncul, dan bagaimana mengatasi permasalahan itu. (25’)

c.       Perserta diminta sharing dalam kelompok (6-8 orang) (30’)

d.       Pleno (20’)

F. Alat                    :    Kertas HVS, alat tulis.

G. Sumber               :    Suparno, P., Retret untuk SLP dan SLA, Aku Dikasihi Tuhan, Yogyakarta: Kanisius, 1989

 

 

 

X. Analisis Sosial:

A. Sub Tema               :   Menghargai karier

B. Waktu                    :   5 jam

C. Tujuan Umum                :   1. Memahami/merasakan realitas kehidupan.

                                  2. Memahami perjuangan hidup “orang kecil” dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

                                          3. Menumbuhkan kesadaran karier.

                                          4. Menghargai perjuangan dalam mencapai karier.

D. Tujuan khusus              :   1. Menyebutkan berbagai macam karier yang dijumpai.

                                      2.        Menyebutkan hambatan-hambatan dalam mencapai karier itu

                                          3. Menyebutkan usaha yang dilakukan untuk mencapai karier.

                                4.        Menunjukkan dalam sebuah aktraksi hasil analisis sosial mereka.

 

XI. Session VII

A. Sub Tema             :    Konsep Diri 

B. Waktu                   :    90-120′

C. Tujuan Umum        :   Setelah mengikuti kegiatan ini peserta diharapkan menyadari potensi/segi-segi poitif dirinya.

D. Tujuan Khusus      :    Setelah mengikuti kegiatan ini peserta diharapkan dapat:

                                      1.  menyebutkan minimal tiga potensi/segi positif dari anggota kelompoknya.

                                      2. memberikan umpan balik yang positif kepada anggota kelompoknya.

E. Materi Kegiatan     :    1. Potensi/segi positif diri.

                                      2. Umpan balik positif.

F. Metode, Kegiatan, dan Langkah:

          1. Metode         :    Experential Learning, Lecturette, & Sharing

          2. Kegiatan       :    Strenght Bombardment.                      

          3. Langkah       :

a.  Peserta dibagi dalam kelompok-kelompok (8-15 orang) diusahakanyang sudah saling mengenal dan akrab. (5 menit)

b. Fasilitator menerangkan langkah-langkah kegiatan dan tujuan kegiatan. Sangat ditekankan keseriusan dan membangun suasanan doa dan tenang. Fasilitator juga menulikan kata-kata di papan tulis : (15 menit)

              …..(nama), saya telah melihat dan mengalami bahwa ……(nama) telah berubah dan berkembang secara positif yaitu:

                      1……, 2……, 3……………..

              Saya akan selalu mendukungmu dan mendoakanmu. (bisa disertakan doa singkat)

c.  Fasilitator meminta pada setiap kelompok untuk berkumpul secara melingkar dan menjaga supaya suasana tenang/suasana doa. (5 menit)

d.  Peserta diminta saling bergandengan tangan dalam kelompok untuk membentuk rantai cinta dan persahabatan. Peserta diminta menyadari hadirnya sahabat disekitar dirinya dan menyalurkan energi cinta melalui tangannya. (5 menit)

e.  Fasilitator memimpin doa pembukaan yang intinya memohon rahmat dan berkat Tuhan atas persahabatan yang terjalin dan mohon agar Tuhan memberikan keterbukaan dan kejernihan hati dan pikiran agar bisa mengenali potensi/segi positif diri dan orang lain. Kemudian di stelkan musik/lagu inspiratif/meditatif (contoh : Tuhan Yesus Setia). (15 ‘)

f.   Masih dengan suasana doa dan tenang peserta di bagikan kertas sebanyak anggota. Peserta diminta meniliskan segi positif dari temannya dalam kelompok minimal tiga. (15′)

g.  Secara bergiliran peserta diminta memberikan umpan balik dengan mengucapkan kata-kata seperti yang telah diterangkan di muka. (30′)

h.  Setelah semua selesai peserta sekali lagi membentuk rantai cinta dan distelkan lagi lagu “Tuhan Yesus Setia”. Peserta diminta untuk berdoa spontan dalam kelompok.(15′)

G. Alat             : Kertas HVS dipotong-potong (banyaaaak), alat tulis, Tape recorder dan kasetnya.

H. Sumber: Sinurat, R.H.Dj., Konsep Diri dan Pengembangannya,Yogyakarta: Handout mata kuliah, IKIP Santa Dharma, 1991.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hand Out dan Alat

 

I. Sub Tema : Kenalilah perasaanmu

A. Daftar Perasaan

Beri tanda centang (Ö) pada nama perasaan yang pernah/saat ini anda alami.

 

Diterima

 

Gelisah

 

kuatir

 

kacau

 

Marah

 

Takut

 

terasing

 

nyaman

 

acuh tak acuh

 

Berani

 

bingung

 

yakin

 

Kikuk

 

Tenang

 

terikat

 

puas

 

Tertarik

 

Tertipu

 

terpukul

 

tertutup

 

ingin tahu

 

Kalah

 

salah

 

loyo

 

Tergantung

 

tertekan

 

kecewa

 

kehilangan

 

Tertindas

 

putus asa

 

pantas dihukum

 

santai

 

Gagal

 

gembira

 

gugup

 

iri

 

Malu

 

Mau lari

 

bimbang

 

dingin

 

Ngeri

 

penuh asrmara

 

bermusuhan

 

tulus

 

Bahagia

 

Benci

 

syukur

 

jengkel

 

ingin membunuh

 

balas dendam

 

harapan

 

tak peduli

 

sakit hati

 

terluka

 

bebas

 

kesepian

 

Minder

 

tak mampu

 

tak sabar

 

dengki

 

tak aman

 

tak iklas

 

tersendiri

 

bertopeng

 

Sedih

 

tak dimengerti

 

optimis

 

bergairah

 

dikejar-kejar

 

dipermainkan

 

sesal

 

tak jujur

 

Bangga

 

berprasangka

 

jijik

 

tak disenangi

 

Terbuang

 

aman

 

lemas

 

berdosa

 

bernafsu sex

 

cengeng

 

jelek

 

malas

 

malu-malu

 

curiga

 

terbelah

 

menang

 

Kikir

 

terancam

 

tak yakin

 

diperalat

 

Bosan

 

tak berguna

 

bermuka dua

 

ganas

 

Tersinggung

 

manja

 

pesimis

 

tak dihargai

  (diambil dari John Powell, Rahasia Cinta Lestari, CLC, 1986)

 

 

 

 

 

B. Cara kerja “menyadari”,”menyampaikan”, dan “mengintegrasikan” emosi/ perasaan yang sehat serta tidak sehat.

Sehat

Tidak sehat

1. Sadarilah Emosi! Anda berpaling sebentar dari pertengkaran mulut itu dan memperhatikan baik-baik beraneka reaksi-reaksi emosional anda. Lalu tanyakan pada diri sendiri: Apa yang kurasakan? Malu (karena alasan dia lebih baik)? Atau takut (ia lebih pandai dan setiap menit makin marah)? Merasa lebih (karena anda menang dalam beberapa hal yang diakui juga oleh teman anda)?

1. Jangan pedulikan reaksi emosional-mu! Perasaan tidak ada hubungannya dengan perdebatan itu. Lebih baik katakan pada diri sendiri: “Saya tidak tegang sama sekali.” Kalau Anda berkeringat, katakan udara dalam kamar itu sangat panas. Kuburkanlah kemarahan di dasar perut, di sana kepalamu tidak mungkin menjenguknya. Ikut diskusi ilmiah tidak pantas bagi Anda seorang intelektual

2. Akuilah emosi! Dengan sadar perhatikan emosi Anda5, supaya tahu emosi/perasaan apakah itu. Perkirakan berapa kuatnya. Misalnya emosi itu kemarahan.

2. Ingkarilah adanya! Katakan kepada diri sendiri dan orang-orang lain: “Saya tidak marah, oh tidak!” Emosi lebih mudah diingkari dengan jalan memusatkan perha-tian pada jalannya perdebatan saja. Jangan sampai perhatian dibelokkan oleh emosi.

3.  Selidikilah emosi!  Kalau Anda benar-benar inginmengerti sebanyak-banyaknya tentang diri sendiri, tanyalah kepada kema-rahan itu, bagaimana ia masuk ke dalam diri Anda dan dari mana asalnya. Telusurilah jejak asal emosi-emosi itu. Mungkin sampai menunjukkan pada rendah diri.

3.  Cari terus bahan-bahan penangkis! Orang yang pemikirannya sehebat Anda, akan segera menyerang frontal. Saat ini adalah saat menang atau kalah! Anda perlu memperlambat arus kata-kata. Pusatkan perhatian pada perdebatan dan jangan kendorkan usaha mencekiknya.

4. Ungkapkanlah emosi! Tanpa interpretasi, tanpa penilaian, “Ayo kita berhenti sebentar! Saya merasa terlalu tegang, jangan-jangan saya akan mengatakan hal-hal yang segarusnya tidak saya maksudkan.” Penting sekali untuk tidak menuduh atau memberikan penilaian dalam memberita-hukan perasaan itu. Jangan mengatakan karena salah dialah Anda menjadi marah. Anda tahu bukan dia yang bersalah tetapi dalam diri saudara kurang beres.

4. Kalau mau membabi buta dan meng-hendaki perpecahan, Salahkan dia! Sebutkan beberapa cacat pribadinya. Misalnya, katakan: “Tak mungkin membi-carakan hal ini secara tenang denganmu. Kamu terlalu galak! Kamu tidak pernah mendengarkan kata orang (memukul rata seperti ini juga sangat mengena) Kamu pikir, kamu ini Tuhan ,ya!” (kalimat ini tentu saja bukan diberi nada kalimat tanya melainkan nada tuduhan dengan tanda seru!)

John Powell dan Brandy (1991), Tampilkan Jati Dirimu.Yogyakarta: Kanisius.

 

C. Relaxation via Tension-Relaxation

1. Keterangan:

            Relaksasi otot bertujuan untuk mengurangi ketegangan dan kecemasan dengan cara melemaskan otot-otot badan. Dalam metode ini individu diminta untuk menegangkan dan melemaskan masing-masing kelompok otot, kemudian diminta untuk merasakan dan menikmati perbedaan antara ketika otot tegang dan ketika otot lemas. Di sini individu diberi tahu bahwa pada fase menegangkan akan membantu dia lebih menyadari sensasi tersebut bertindak sebagai isyarat atau tanda melemaskan ketegangan. Individu dilatih untuk melemaskan otot-otot yang tegang dengan cepat, seolah-olah mengeluarkan ketegangan dari badan, sehingga individu akan merasa rileks. Instruksi relaksasi otot dapat diberikan melalui tape recorder, dengan demikian individu dapat mempraktekkannya sendiri di rumah.

 

2. Langkah-langkah:

            Tutup mata Anda dan dengarkan apa yang akan saya katakan pada Anda. Saya akan membuat Anda menyadari sensasi-sensasi tertentu pada badan Anda, dan kemudian menunjukkan pada Anda bagaimana cara untuk mengurangi sensasi-sensasi itu.       

a.  Pertama arahkan perhatian Anda pada tangan kiri Anda. Genggamlah tangan kiri dan buatlah satu kepalan. Buatlah kepalan tadi keras-keras dan pelajari ketegangan di tangan dan lengan di bawah kiri anda. Pelajari sensasi ketegangan tersebut. Dan sekarang lepaskan kepalan tersebut. Lemaskan tangan kiri anda dan biarkan beristirahat di lengan kursi atau di samping anda. Perhatikan antara ketegangan dan rileksasi (10 detik).

     Sekali lagi sekarang kepalkan tangan kiri anda keras-keras, perhatikan ketegangan tersebut dan sekarang lepaskan. Biarkan jari-jari tangan Anda membuka, rileks, dan perhatikan perbedaan antara ketegangan otot dan rileksasi otot. (10 detik)

     Sekarang lakukan hal yang sama terhadap tangan kanan Anda. Genggamlah tangan kanan Anda dan buatlah satu kepalan. Buatlah kepalan tadi keras-keras dan pelajari ketegangan di tangan dan lengan di bawah kanan Anda. Pelajari sensasi ketegangan tersebut. Dan sekarang lepaskan kepalan tersebut. Lemaskan tangan kanan Anda dan biarkan beristirahat di lengan kursi atau di samping Anda. Perhatikan antara ketegangan dan rileksasi (10 detik).

     Sekali lagi sekarang kepalkan tangan kanan anda keras-keras, perhatikan ketegangan tersebut dan sekarang lepaskan. Biarkan jari-jari tangan Anda membuka, rileks, dan perhatikan perbedaan antara ketegangan otot dan rileksasi otot. Perhatikan rasa santai yang mulai berkembang  di lengan tangan kiri dan kanan. Kedua lengan tangan kiri dan tangan kanan sekarang mulai rileks.

b.  Sekarang tekuk kedua lengan ke belakang pada ke dua pergelangan tangan, sehingga Anda menegangkan otot-otot di tangan bagian belakang dan lengan bawah. jari-jari menunjuk ke langit-langit. Pelajarilah ketegangan itu dan sekarang rileks.  Biarkan tangan Anda kembali ke posisi istirahat dan perhatikan perbedaan antara ketegangan dan rileks. (10 detik).

     Lakukan sekali lagi. Jari-jari menunjuk ke langit-langit. Rasakan ketegangan di bagian belakang tangan dan di lengan bagian bawah. Sekarang rileks, lepaskan dan lemaskan. lebih lanjut… dan lebih lanjut….. (10 detik)

c.  Sekarang genggamlah tangan menjadi kepalan dan bawalah keduanya ke atas pundak, sehingga anda meneganggkan otot-otot bisep, otot-otot besar di bagian atas lengan anda. Rasakan ketegangan otot-otot bisep. dan sekarang rileks. Biarkan lengan anda jatuh ke sisi anda lagi dan perhatikan perbedaan antara ketegangan pada otot-otot bisep dan rileksasi yang nada rasakan saat ini. (10 detik)

     Marilah kita lakukan sekali lagi sekarang. Cobalah sentuh bahu dengan masing-masing kepalan. Perhatikan ketegangan tersebut. Pertahankan hal tersebut. Sekarang rileks. Sekali lagi biarkan lengan anda jatuh dan perhatikan rasa rileksasi, kontras antara ketegangan dan rileksasi. Lemaskan semua otot lebih lanjut dan lebih lanjut (10 detik).

d.  Sekarang perhatian  kita tujukan pada daerah bahu. Gerakkan ke dua bahu, bawa keduanya sampai ke telinga, seakan-akan anda ingin menyentuh telinga dengan bahu anda. Dan perhatikan ketegangan di bahu dan di leher anda. Sekarang rileks. Biarkan ke dua bahu kembali ke posisi istirahat. Lemaskan semua ketegangan, lebih lanjut…lebih lanjut….Sekalilagi rasakan kontras antara ketegangan dan rileksasi yang sekarang menyebar ke daerah bahu. (10 detik).

     Lakukan sekali lagi, bawa ke dua bahu ke atas seakan-akan menyentuh telinga. Rasakan ketegangan di bahu, di punggung atas dan di leher. Perhatikan ketegangan pada otot-otot tersebut. Sekarang rileks, biarkan bahu anda kembali ke posisi istirahat. Dan perhatikan sekali lagi kontras antara ketegangan dan rileksasi (10 detik).

e.  Anda dapat belajar melemaskan lebih komplit berbagai otot wajah, Jadi sekarang yang nada lakukan adalah mengerutkan dahi dan alis. Kerutkan keduanya sampai anda merasa dahi anda dekatsangat berkerut, otot-ototnya tegang dan kulitnya berkeriput. Dan sekarang rileks. Licinkan dahi anda dan biarkan otot-otot tadi menjadi lemas (10 detik)

     Lakukan sekali lagi, kerutkan dahi andaperhatikan ketegangan pada otot-toto di sekitar mata dan sekitar dahi. Sekarang licinkan dahi anda. Lemaskan otot-otot tadi, dan sekali lagi perhatikan kontras antara ketegangan dan rileksasi (10 detik).

f.   Sekarang tutup mata anda keras-keras. Tutup mata anda dengan keras sehingga anda merasakan ketegangan di sekitar mata dan otot-otot yang mengendalikan gerakan mata. (5 detik). Dan sekarang lepaskan, biarkan otot-otot anda rileks. Rasakan perbedaan antara ketegangan dan rileksasi. (10 detik).

     Sekali lagi sekarang. Tutuplah mata anda keras-keras dan pelajari ketegangan itu. Pertahankanlah itu (5 detik). Sekarang rileks dan biarkan mata anda terpejam dengan nyaman (10 detik).

g.  Sekarang katupkan rahang anda dan gigit gigi anda. Perhatikan ketegangan di sekitarrahang anda (5 detik). Lemaskan rahang anda sekarang. Biarkan bibir anda terbuka sedikit, ya betul begitu, terbuka sedikit. Dan perhatikan peredaan antara ketegangan dan rileksasi di sekitar rahang. (10 detik)

     Sekali lagi katupkan rahang anda. perhatikan, perhatikan ketegangan itu. Dan sekarang lemaskan. Lebih lanjut…lebih lanjut…. Lanjutkan rileks (10 detik)

h.  Sekarang moncongkan kedua bibir anda, tekan kedua bibir. Betul demikian. Tekan kedua bibir bersama-sama dengan kencang dan dan rasakan ketegangan di sekitar bibir. Sekarang rileks, lemaskan otot-otot di sekitar mulut, dan biarkan pipi anda beristirahat dengan nyaman.

     Sekali lagi sekarang, tekan ke dua bibir bersama-sama dan perhatikan ketegangan di sekitar mulut anda. Tahan (5 detik) dan sekarang rileks, lemaskan otot-otot tersebut. Lagi..lagi…lebih lanjut. Perhatikan berapa banyak berbagai otot yang telah lemas. Mungkin di bagian badan yang telah kita tegangkan dan kita lemaskan berturut-turut. Tangan Anda, lengan bawah, bahu atas, bahu bawah, dan berbagai otot wajah.

i.   Dan sekarang perhatian kita tujukan pada bagian leher. Tekanlah kepala Anda permukaan di mana Anda beristirahat. Tekan ke belakang sehingga Anda dapat merasakan ketegangan terutama di bagian belakang leher dan punggung atas. Tekanlah dan perhatikan. Sekarang lepaskan. Biarkan kepala Anda beristirahat secara nyaman. nikmati kontras antara ketegangan dan rilaksasi yang Anda rasakan sekarang. Lepaskan lebih lanjut, lagi, dan lagi sedapat mungkin.

     Lakukan sekali lagi kepala menekan ke belakang. Perhatikan ketegangan, tahan (5 detik) dan sekarang rileks. Lemaskan lebih lanjut, lebih lanjut.

j.   Sekarang saya ingin Anda membawa kepala Anda ke muka. Dan coba benamkan dagu Anda ke dada. Rasakan ketegangan terutama di leher muka. Dan sekarang lepaskan, lebih lanjut, lebih lanjut (10 detik).

     Lakukan sekali lagi sekarang, dagu dibenamkan di dada, tahan (5 detik). Dan sekarang rileks, lebih lanjut, lebih lanjut (10 detik).

k.  Sekarang perhatian kita tujukan pada otot-otot punggung Anda. Lengkungkan punggung Anda. Busungkan dadadan perut, sehingga Anda merasakan ketegangan di punggung  anda terutama di punggung atas. perhatikan ketegangan dan sekarang rileks.  Biarkan badan Anda beristirahat lagi di kursi (di tempat tidur). Perhatikan perbedaan antara ketegangan dan rileksasi. Biarkan otot-otot tersebut menjadi lemas.

     Sekali lagi sekarang lengkungkan punggung Anda, perhatikan ketegangan tadi dan tahan (5 detik). Dan sekarang lemaskan punggung Anda dan biarkanlah pergi semua ketegangan di otot-otot tadi.(10 detik)

l.   Sekarang ambil nafas panjang, isi paru-paru Anda dengan, tahan dan perhatikan ketegangan di bagian dada dan turun ke perut. Perhatikan ketegangan tadi dan sekarang rileks. Lepaskan, keluarkan nafas dan lanjutkan bernafas seperti biasa. Perhatikan sekali lagi perbedaan antara ketegangan dan rileksasi. (10 detik)

     Mari kita lanjutkan sekali lagi, tarik nafas panjang dan tahan. Perhatikan ketegangan, perhatikan otot-otot menegang. Sekarang lepaskan dan lanjutkan bernafas seperti biasa. Bernafas dengan nyaman. Biarkan otot-otot dada dan beberapa otot-otot di perut rileks. lebih rileks dan lebih rileks tiap kali Anda mengelurkan nafas (10 detik).

m. Sekarang kencangkan otot-otot di perut Anda, tarik perut Anda kedalam. Tegangkan otot-otot perut tersebut, tahan… Buat perut menjadi keras, sangat keras, dan sekarang rileks. Biarkan otot-otot tadi menjadi lemas dan rileks. (10 detik)

     lakukan sekali lagi, keraskan otot-otot perut, perhatikan ketegangan (5 detik), dan sekarang rileks. Lepaskan lebih lanjut, lebih lanjut, lagi, dan lagi. Hilangkan ketegangan dan perhatikan kontras antara ketegangan dan rileksasi.

n.  Saya ingin Anda sekarang meluruskan kedua belah kaki. Luruskan sehingga Anda dapat merasakan ketegangan di paha. Luruskan lebih lanjut (5 detik). Dan sekarang rileks. biarkan kaki Anda rileks dan perhatikan antara ketegangan di otot paha dan relaksasi relatif yang Anda rasakan sekarang.

     Lakukan sekali lagi, kunci lutut Anda, luruskan kedua kaki Anda sehingga Anda dapat merasakan otot-otot di kedua paha Anda menjadi semakin keras dan tegang (5 detik). Dan sekarang rileks. Lemaskan otot-otot tadi, hilangkan ketegangan di otot-otot tadi.

o.  Sekarang tegangkan otot-otot betis Anda dengan cara jari-jari anda menunjuk ke arah kepala. Anda akan merasakan tarikan ketegangan, kontraksi di otot-otot betis dan tulang kering. Perhatikan ketegangan tadi dan sekarang rileks. Perhatikan perbedaan antara ketegangan dan relaksasi (10 detik).

     Sekali lagi sekarang tekuklah kaki Anda di bagian pergelangan kaki, jari-jari menghadap ke kepala. Perhatikan ketegangan dan tahan. Sekarang lepaskan. Lemaskan otot-otot tadi lebih lanjut, lebih lanjut, lagi, dan lagi. (10 detik)

p.  Bila Anda menegangkan otot-otot Anda, Anda juga telah melemaskannya. Anda telah memperhatikan perbedaan antara ketegangan dan relaksasi otot. Andadapat mengenali apakah ada ketegangan di oto-otot Anda, dan apabila ada Anda dapat berkonsentrasi pada bagian tersebut, perintahkan otot-otot tadi untuk lemas, untuk rileks. Apabila Anda berpikir untuk melemaskan otot-otot tadi, sebenarnya Anda dapat melakukannya walaupun sedikit.

q.  Sekarang saat Anda duduk atau berbaring, saya akan mengulang berbagai kelompok otot yang telah dilemaskan. perhatikan apakah masih ada ketegangan di otot-otot tersebut. Apabila ada cobalah untuk berkonsentrasi  pada otot-otot tersebut dan perintahkan untuk rileks, untuk lemas (5 detik). Lemaskan otot-otot kaki Anda, pergelangan kaki, dan betis. Tulang kering, lutut, dan paha (5 detik). Punggung atas, dada, dan bahu (5 detik). Lemaskan lengan atas, bawah, dan tangan, sampai ujung-ujung jari Anda (5 detik). Biarkan semua otot di leher dan tenggorokan  lemas (5 detik). Lemaskan rahang dan otot-otot wajah Anda (5 detik). Biarkan semua otot di badan Anda menjadi lemas. Sekarang duduk dengan tenang mata tertutup untuk beberapa menit (2 menit)

r.   Sekarang saya akan menghitung dari lima sampai atu. Bila saya mencapai angka satu, bukalah mata Anda, rentangkan badan Anda dan bangun. Lima………., Empat………, Tiga……….., Dua………, dan Satu…….. Mata Anda membuka dan bangun.

 

 

 

III. Sub Tema : Kenalilah nilai-nilai hidupmu

SEBOTOL DARAH = SATU NYAWA

 

                   Pada suatu kecelakaan lalulintas, Anda dihadapkan pada masalah yang cukup pelik. Sebab dalam peristiwa tersebut Anda diminta untuk mempertimbangkan keputusan yang akan Anda pilih dengan semasak-masaknya.

                   Dalam garis besarnya peristiwa tersebut adalah sebagai berikut:

a.  Anda adalah seorang guru di suatu SMU dengan jumlah siswa sekitar 200 orang.

b.  Pada suatu hari Anda bersama sejumlah siswa melakukan darmawisata ke suatu daerah di luar kota, beserta keluarganya.

c.  Dalam darmawisata tersebut Anda ditunjuk sebagai ketua rombongan.

d.  Dalam perjalanan tersebut rombongan Anda mengalami kecelakaan yang membawa korban beberapa orang luka parah.

e.  Setelah para korban diangkut ke rumah sakit yang terdekat ternyata ada 5 orang korban yang memerlukan tranfusi darah. Transfusi tersebut harus segera dilaksanakan, sebab jika terlambat, jiwanya tidak akan tertolong.

f.   Di rumah sakit tersebut ternyata hanya tersedia du botol darah, yang hanya cukup untuk dua orang korban.

g.  Secara kebetulan persediaan darah tersebut cocok untuk para korban.

h.  Usaha lain untuk mencari donor ternyata tidak membawa hasil.

i.   Para korban terdiri dari

     1.  A adalah anak kepala sekolah Anda, dengan beliau Anda mempunyai hubungan yang sangat baik.

     2.  B adalah seorang siswa yang Anda kasihi, karena dia siswa yang cerdas, tingkah lakunya terpuji, dan diharapkan mempunyai hari depan yang cemerlang.

     3.  C adalah seorang guru IPA satu-satunya di sekolah Anda, yang dikenal sebagai guru yang baik dan sulit dicari gantinya.

     4.  D adalah seorang guru agama, yang dicintai oleh para siswa, guru tersebut besar pengaruhnya, baik di sekolah maupun di masyarakat sekitarnya.

     5.  E. adalah seorang ibu pengasuh Panti Asuhan Anak Yatim Piatu yang sangat ramah dan dicintai anak-anak asuhannya. Ibu tersebut merupakan satu-satunya pengasuh yang terbaik selama ini.

                   Tugas Anda adalah memutuskan, siapakah dua orang korban di antara para korban tersebut yang harus segera di tolong. Tuliskan nama  korban tersebut, dan berilah alasan pengambilan keputusan Anda tersebut.

(Kartawisastra, H.U. dkk. Strategi Klarifikasi Nilai. Proyek Pengembangan Pendidikan Guru (P3G), Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 1980, h.18-19).

 

IV. Sub Tema : Kenalilah hambatanmu.

 

PERSOALAN YANG DIHADAPI REMAJA

 

  1. Masa Depan

          Ragu-ragu, apakah dapat meneruskan studi ke Perguruan Tinggi?

          Mana jalan hidupku yang sesungguhnya?

          Kalau nanti tidak lulus bagaimana? Mau apa?

          Bagaimana memilih jurusan yang paling tepat?

          Takut menghadapi ujian akhir.

          Malas belajar padahal ujian sudah mendekat.

          Sulit konsentrasi dalam belajar.

          Bagaimana hidup sebagai mahasiswa nanti.

  1. Diri Sendiri

          Minder, tidak percaya diri.

          Bagaimana caranya mengenal diri sendiri?

          Lemah dalam menghadapi kelemahan dan kemalasan.

          Watak keras kepala?

          Mudah marah dan tersinggung.

          Hidup hampa.

  1. Pergaulan dan Seksualitas

          Soal pergaulan dengan teman lain dan jenis lain.

          Pacaran yang baik?

          Seksualitas yang tepat.

          Bentrok dengan teman, saling mendiamkan.

          Iri dan curiga terhadap teman saingannya.

  1. Hubungan dengan Orang Tua

          Orang tua terlalu keras dan mengekang serta mengawasi.

          Tidak dimengerti oleh orang tua.

          Mau dijodohkan oleh orang tua.

          Diperlakukan sebagai anak kecil.

          Tidak bisa bicara dengan orang tua.

          Tidak merasa dicintai oleh orang tua.

          Orang tua tidak akur, bentrok.

Selalu diatur, dimarahi, ditunjukkan, dan lain-lain

Rekoleksi SD: Mencapai Bintangku Meraih Cita-cita

MODUL REKOLEKSI UNTUK SEKOLAH DASAR

MENCAPAI BINTANGKU MERAIH CITA-CITA

Fr. Antonius Afrianto Budi Purnomo

 

 

A.     Konsep Dasar

Tema:

·        Mencapai Bintangku Meraih Cita-cita

Tujuan:

·        Mengenal diri, anugerah-anugerah, potensi, bakat, kemampan, dan keunikannya. Akhirnya, siswa mampu mensyukurinya.

·        Menemukan cita-cita dan impian masa depan.

·        Memberi semangat  untuk bertumbuh dan berkembang demi menggapai cita-cita.

 

 

B.     Dinamika

Hari Pertama

16.00 – 17.00       : Tiba di Sekolah dan Persiapan 

17.00 – 17.30       : Pengantar Umum

17.30 – 19.00       : Sesi I “Merasakan kasih Tuhan dalam diri orang lain ”

19.00 – 20.00      : Makan malam bersama

20.00 – 21.30      : Sesi II “Melihat kado dari Tuhan”

21.30 – 22.00      : Renungan Malam (Api unggun)

 

Hari Kedua

05.00 – 05.30      : Bangun pagi

05.30 – 06.30      : Mandi pagi

06.30 – 07.00      : Renungan Pagi

07.00 – 08.00      : Sarapan

08.00 – 10.00      : Sesi III “Cita-citaku”

10.00 – 10.30       : Snack

10.30 – 11.30       : Sesi IV “Mengejar cita-cita bersama dengan Teman”

11.30 – 12.00       : Sesi V “Membangun Niat: Aku Bisa Menggapai Bintangku”

12.00 – 13.00       : Perayaan Ekaristi

 

C.      Detail Sesi

 

Sesi PENGANTAR

Waktu       : 17.00-17.30 WIB (durasi: 30 menit)

Tempat     : aula

Peralatan  : Alat tulis, alat musik (gitar atau keyboard), laptop, LCD

 

*      Selamat datang dan doa pembuka

*      Perkenalan pendamping

*      Menyanyikan lagu theme song rekoleksi “Mencapai Bintangku.” Lagu ini akan sering dinyanyikan dalam kegiatan rekoleksi. Disediakan sedikit waktu untuk berlatih lagu ini. Laptop dan LCD digunakan untuk menampilkan lirik lagu tersebut.

 

Mencapai Bintangku

 

Kulihat malam terbentang

Berhiaskan sribu bintang

Reff   Di antara bintang yang bersinar

Satu pasti milikku

Walau jauh dan tak terbatas

Pastilah diriku mampu

Doa dan restumu bagaikan seribu sayap

Menghantarku membumbungku terbang melayang

Meraih bintang yang bersinar di langit tinggi

Mencapai bintangku pasti akan kugapai cita-cita

Kerlipmu mengajakku terbang

Menggapai cita masa depan

Kembali ke reff

 

*      Penjelasan singkat tentang arti gladi rohani/rekoleksi: dikaitkan dengan pengalaman dan harapan-harapan para siswa

*      Ditekankan: keberhasilan gladi rohani/rekoleksi ini tergantung dari kesediaan, keterbukaan dan kesungguhan hati dari para peserta. Pembimbing utama adalah ROH KUDUS sendiri. Caranya dengan menciptakan 4 K: Keterbukaan, Keheningan/ketenangan, Kerja sama, dan Kedisiplinan.

*      Peserta dibagi 5 kelompok secara zig-zag (lintas kelas) @ 14 orang à Kereta Cinta

*      Penjelasan alur/rangkaian kegiatan gladi rohani secara garis besar.

*      Kesepakatan/aturan main yang perlu ditaati bersama, yaitu:

1.         Suasana yang perlu dibangun adalah HENING/MENENG. Keheningan bukan sekedar diam dan tenang secara fisik, tapi soal hati.

2.         Alat-alat elektronik: Hand Phone, Walkman, MP3 Player, Mp4, dsb. Gimana baiknya? Dikumpulkan kepada bapak/ibu guru atau ada usulan yang lain?

3.         Papan nama (callcard) harus selalu dipakai dalam setiap acara bersama.

*      Pengumuman: nanti malam, setelah Renungan malam disediakan waktu bagi peserta untuk ber-curhat atau bercerita dengan frater. Apa yang dibicarakan bebas, boleh tentang apa saja. Hal ini tidak wajib, tapi sukarela, dan bagi yang mau/butuh.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sesi I  “MERASAKAN KASIH TUHAN DALAM DIRI ORANG LAIN”

Waktu       : 17.30-19.00 WIB (durasi: 90 menit)

Tempat     : Aula

Peralatan  : alat tulis (ballpoin dan kertas HVS), laptop, LCD

Tujuan      :

1.      Mengajak siswa untuk merasakan Tuhan yang mencintai mereka dalam diri orang lain.

2.      Menyadari bahwa siswa berada di tengah-tengah banyak orang yang mencintainya dan mendukungnya untuk meraih cita-cita : orang tua dan keluarga, teman, sahabat, guru, kepala sekolah, serta orang lain yang ada di sekitarnya.

3.      Mensyukuri anugerah Tuhan.

 

Materi / Bahan:

Sepanjang hidupku aku dicintai

 

I.      Permainan: Membuat Peta Hidupku (30 menit)

ü        Setiap anak diberi satu kertas HVS untuk ‘Membuat Peta Hidupku’. Untuk membuatnya, anak bekerja secara pribadi.

ü        Langkah-langkah membuat peta hiduku:

1.      Di tengah-tengah kertas, anak-anak diajak untuk menggambar rumah.

2.      Setelah rumah tergambar, anak-anak diajak untuk membuat lingkaran dan diisi dengan nama orang yang dicintai/mencintainya. Keluarga diletakkan di dalam rumah, sedangkan orang lain (selain keluarga) ditempatkan di luar. Semakin dekat letak lingkaran itu dengan rumah, semakin dekatlah rasa sayang/disayangi yang dialami oleh anak. Demikian pula sebaliknya. Semakin jauh lingkaran dari rumah, semakin jauh rasa sayang/disayangi yang dialami oleh anak.

3.      Buatlah sebanyak-banyaknya.

ü        Setelah selesai membuat peta hidupku, anak-anak diajak untuk menghitung jumlah lingkaran yang tergambar.

 

II.    Pemaknaan:

Permainan tersebut mengajak anak-anak untuk menyadari bahwa sepanjang hidupnya anak-anak dicitai oleh banyak orang. Rumah adalah tempat pertama di mana kita mengenal cinta. Ibu yang melahirkan kita, membelai kita dengan penuh mesra. Cintanya begitu besar. Tak ada satupun kesalahan kita dan perbuatan nakal kita yang tidak dimaafkan oleh sang ibu. Dengan penuh kelembutan ia menjaga kita waktu kita tidur, waktu kita bermain, dan setiap saat doanya bagi kita selalu kita dengar. Ayah bekerja membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan kita: membayar uang sekolah, memberi uang saku, dan memberi banyak hal yang kita minta. Ayah juga selalu melindungi kita dari bahaya yang mengancam. Keluarga, sahabat, teman-teman, bapak ibu guru, dan orang-orang di sekitar kita juga mencintai kita dengan cinta yang tak terbatas. Dengan dicintai, muncul rasa kebahagiaan. Kesepian pun sirna. Orang-orang yang dicintai membuat hari-hari kita jadi semangat. Semuanya itu adalah pemberian Tuhan kepada kita. Tuhan itu baik hati. Itulah yang harus selalu kita syukuri. Kita bersyukur melalui doa-doa kita kepada Tuhan. Di samping itu, kita juga harus membalas kebaikan Tuhan itu dengan membuat orang-orang yang kita cintai bahagia. Menggapai cita-cita setinggi langit merupakan salah satu cara untuk bersyukur kepada Tuhan.

 

III.  Pertanyaan Panduan

1.    Berapa banyak orang yang kamu tulis dalam kertas itu?

2.    Siapa yang paling kamu cintai? Mengapa?

3.    Apa yang akan kamu lakukan untuk orang yang kamu cintai itu?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sesi II “MELIHAT KADO DARI TUHAN”

Waktu       : 20.00 – 21.30

Tempat     : Aula

Peralatan  : Laptop, LCD, alat tulis

Tujuan      :

1.      Setelah sisiwa diajak untuk mensyukuri anugerah Tuhan berupa orang-orang yang mencintainya, siswa diajak untuk mengenali dan menghitung berbagai potensi, bakat, ketrampilan, dan sifat-sifat positif yang dimilikinya.

2.      Mengajak anak-anak untuk menggali anugerah Tuhan

3.      Membiasakan anak-anak untuk mensyukuri anugerah Tuhan

 

Materi/Bahan:

 

Aku Kuat, Tuhanku Hebat

 

Sebelum menciptakan manusia, Tuhan Allah menciptakan bumi dan segala isinya. Ada matahari, bulan dan bintang, langit, bumi, tanaman, binatang, daratan dan lautan. Semua itu diciptakan baik adanya dan Tuhan memandangnya baik. Baru pada hari keenam, Tuhan menciptakan manusia. Berbeda dengan ciptaan sebelumnya, manusia diciptakan dengan sangat baik adanya. Bahkan Tuhan memandangnya sungguh sangat baik. Manusia diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah. Bahasa menterengnya: sesuai dengan gambar dan citra Allah.

Manusia dianugerahi oleh Allah 3 daya yang luar biasa. Daya itu sama artinya dengan kekuatan. Apa aja ketiga  daya itu? Tiga daya itu adalah daya cipta, daya rasa dan daya karsa.

1.         Daya Cipta

Daya Cipta berarti kekuatan untuk membuat, menciptakan sesuatu. Gimana caranya? Tuhan telah memberi manusia akal budi, pikiran, otak. Dengan akal budinya itu, manusia dapat berpikir. Dengan demikian, ia memiliki kecerdasan dan kreativitas. Ia dapat memilih dan membedakan mana yang baik dan tidak baik, mana yang benar dan salah. Inilah yang membuat manusia istimewa dibandingkan makhluk Tuhan yang lainnya.

2.         Daya Rasa

Daya Rasa berarti kekuatan untuk merasakan segala sesuatu. Gimana caranya? Tuhan menganugerahi indera atau organ tubuh kepada manusia. Ada yang disebut panca indera, yaitu: mata, telinga, hidung, mulut, dan lidah. Mata berfungsi sebagai indera penglihatan. Telinga berfungsi sebagai indera pendengaran. Hidung berperan sebagai indera penciuman, merasakan bau atau aroma tertentu. Lidah dapat digunakan untuk merasakan dan mencecap, entah rasa makanan, minuman, dsb.

Selain itu, tubuh manusia dapat juga merasakan hawa dingin melalui tangan, kaki, kulit, dsb. Berbeda dengan makhluk hidup yang lain, manusia mempunyai perasaan yang istimewa. Ada perasaan gembira, syukur, bangga, takut, cemas, sedih, gelisah, kecewa, dsb.

3.         Daya Karsa

Daya Karsa berarti kekuatan untuk melakukan kehendak, keinginan, karya, segala pekerjaan, dsb. Keinginan manusia ini tidak harus selalu diikuti. Tidak semua keinginan harus dilaksanakan. Nah, untuk memilih dan menyeleksinya, manusia dibekali daya kritis dan akal budi. Dengan demikian, tindakannya nggak hanya berdasarkan insting atau naluri belaka, tetapi akal sehat dan hati nurani.   

 

Setiap orang diciptakan secara unik. Setiap anak berbeda dengan anak yang lainnya. Anak kembar pun tidak sama persis. Pasti ada yang berbeda. Tuhan pasti memberikan “KADO” yang terbaik bagi setiap anak. Kado bukan sekedar kado ulang tahun, melainkan kado untuk hidup. Itulah KADO KEHIDUPAN. Apa aja KADO KEHIDUPAN itu????

Tuhan menganugerahkan KADO KEHIDUPAN kepada kita yang berupa:

1.         Keadaan fisik    : sehat, punya organ tubuh lengkap, tidak cacat, cantik, ganteng, dsb.

2.         Bakat/talenta  : menyanyi, melukis, memasak, olah raga, menulis/jurnalistik, bermain musik, berpidato, menari, dsb.

3.         Watak/sifat      : sabar, suka menolong, ringan tangan, rajin, tekun, murah hati, lemah lembut, tegas, rendah hati, jujur, berani, hemat, murah senyum, mudah bergaul/supel, disiplin, gembira, soleh/suci, dsb.

4.         Pengalaman     : berziarah, berdoa, membantu orang tua, ulang tahun, terima komuni I, bertemu seseorang, piknik, dsb.

 

Pertanyaan pengolahan diri:

1.                   Apa hobi yang aku senangi?

2.                   Apa saja KADO dari Tuhan yang aku miliki?

3.                   Apa saja kekurangan-kekurangan yang masih perlu aku perbaiki?

 

Dinamika Kelompok:

1.         Setiap peserta diberi kertas HVS sebanyak 1 lembar.

2.         Kertas tersebut dilipat menjadi 4, kemudian setiap lipatan ditulisi : Keadaan Fisik, Bakat/Talenta, Watak/Sifat, dan Pengalaman Mengesan.

3.         Buatlah/carilah simbol yang menggambarkan kado dari Tuhan yang Anda terima.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sesi III “Cita-citaku”

Waktu       : 08.00 – 10.00

Tempat     : Aula

Peralatan  : Laptop, LCD, alat tulis

Tujuan      :

1.      Siswa diajak untuk melihat cita-cita atau keinginan yang sudah ada dalam diri.

2.      Mengali tokoh idola dan menemukan cita-cita / impian akan masa depan.

Materi/Bahan:

PATCH ADAM DAN TOKOH IDOLAKU

ü    Film Patch Adam (atau film lain yang sejenis)

Film ini menceritakan tentang cara seorang pria mewujudkan cita-citanya. Adam adalah seorang calon dokter. Menurut peraturan, selama seorang calon dokter belum menjadi dokter,  ia tidak boleh mengadakan kunjungan pasien maupun usaha penyembuhan. Namun rasa kasihan dan rasa ingin menolong membuatnya nekat untuk menyembuhkan orang sakit. Anak-anak bahkan nenek-nenek dihiburnya sehingga mereka tertawa. Dengan tertawa dan tersenyum orang yang sakit bergembira dan sembuh dari sakitnya.

ü    Pertanyaan Panduan:

1.        Baguskah film itu?

2.        Tokoh siapa yang paling kamu kagumi? Mengapa?

3.        Apa cita-citamu? Mengapa kamu memilih itu?

 

 

Sesi IV  “Mengejar cita-cita bersama dengan Teman!”

Waktu       : 10.30 – 11.30

Tempat     : Aula

Peralatan  : alat tulis (ballpoin dan kertas HVS), laptop, LCD

Tujuan      :

1.         Mengajak anak-anak untuk menyadari bahwa Tuhan menciptakan teman-teman.

2.         Menyadarkan anak-anak bahwa seseorang membutuhkan orang lain dalam menggapai cita-cita.

 

Materi/Bahan:

I.      Dinamika Kelompok: “Kapal Perang”

1.         Peserta dibagi dalam 4 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang.

2.         Setiap Kelompok memilih nama kapal perang: Harimau, Elang, Rajawali, Garuda, dsb.

3.         Setiap orang dalam kelompok berbaris dan masing-masing orang mengatakan: Pasukan, siap, tembak, doooooorrrrrr, nama kapal musuh.

4.         Begitu bergantian, semakin lama semakin cepat. Nanti tinggal 1 kapal perang yang keluar jadi pemenang berkat kerja sama dan kekompakan.

5.         Nilai-nilai yang ditanamkan: kerja sama, kekompakan, perjuangan, tak kenal menyerah, dan komunikasi dalam tim. 

Sesi V “AKU BISA MENGGAPAI BINTANGKU!”

Waktu       : 11.30 – 12.00

Tempat     : Aula

Peralatan  : Laptop, LCD, alat tulis (untuk anak-anak)

Tujuan      :

1.      Mengenalkan anak pada macam-macam gaya belajar

2.      Mencari cara belajar yang paling baik bagi masing-masing siswa

3.      Mengajak anak-anak untuk membangun niat demi masa depannya

 

Materi/Bahan:

Aku dan Masa Depanku

Dinamika Kelompok:

1.    10 Gaya belajar

2.    Anak-anak memilih salah satu gaya belajar yang paling tepat bagi dirinya

 

Mengenali Gaya Belajar yang cocok

Orang bilang bahwa setiap anak mempunyai gaya belajar yang khas. Setiap anak nggak sama. Katanya, gaya belajar seseorang dapat menggambarkan karakter/sifat seseorang. Bener nggak yach? Untuk membuktikan benar atau tidak, mari kita simak dulu 10 gaya belajar berikut ini:

1.         Belajar sambil dengerin musik

Kalau kamu suka dengerin musik/lagu yang keras (rock, Linkin Park, Michael Jackson, dsb) itu berarti kamu punya watak yang keras. Kamu paling nggak suka diganggu oleh siapa pun ketika dalam belajar. Temperamenmu suka nggak terkendali. Tetapi kalau kamu suka dengerin musik yang slow, lembut (Chrisye, Nikita, dsb), kamu tipe orang yang gampang terbawa suasana. Orang bilang kamu agak suka mentingin diri sendiri. Tapi nggak parah-parah amat kok. Sebab kadang-kadang kamu bisa berubah total jadi seorang sahabat yang sangat peduli, peka dan perhatian pada teman.

2.         Belajar sistem kebut semalam (wayangan)

Wah, kamu orangnya paling nggak bisa mengatur diri sendiri. Kamu kurang dapat menggunakan waktu dengan baik: kadang terlalu santai; kalau sudah kepepet, kamu suka kebingungan sendiri. Kalau kebiasaan ini nggak kamu hentikan segera, kamu akan kerepotan juga lho. Kadang-kadang temen-temenmu nggak dapat mengikuti iramamu. Padahal, kamu sebenarnya orangnya asyik dan suka menolong teman yang dalam kesulitan. Maka, biar hidupmu makin asyik, ubahlah sikap-sikap negatif itu. Mulai benahi dirimu sedikit demi sedikit. Dimulai dengan mengatur jadwal yang tepat untuk semua kegiatan yang akan dilakukan. Apalagi menjelang ujian akhir nasional ini. Setidaknya, cobalah dulu sebulan, seminggu, setiap hari. Tekuni dan lanjutkan terus bila berhasil.

 

 

3.         Belajar dengan membuat ringkasan

Kamu orangnya sistematis banget. Apa yang kamu lakukan selalu direncanakan dan dipertimbangkan secara matang. Daya ingatmu juga bagus. Kamu nggak suka bertele-tele. Orang paling demen dan senang bekerjasama dengan kamu. Tapi ingat, kadang karena terlalu sederhananya pola pikir dan sikapmu, kamu bisa nggak peduli dengan pendapat orang lain dan dengan hal-hal yang penting. Baik kalau kamu memperhatikan hal-hal yang sederhana yang awalnya kamu anggap nggak penting. Siapa tahu hal itu sangat berguna bagimu kelak.

4.         Belajar dengan cara menghafal

Kamu masih suka tergantung sama orang lain yach? Banyak hal yang sering membuat kamu bingung, bahkan kamu nggak bisa mutusin sendiri. Mungkin hal ini disebabkan karena kamu nggak suka nyakiti orang lain. Hal sekecil apapun pasti kamu usahakan untuk berdiskusi dan minta pendapat orang lain terlebih dahulu. Nggak masalah sih selagi orang-orang yang kamu minta pendapat asyik dan bisa memberikan saran yang baik. Tapi ingat, nggak selamanya kita akan tergantung pada orang lain dan menunggu keputusan orang lain. Kadang ada beberapa hal yang harus diputuskan sendiri, apalagi menyangkut tentang hidup kita sendiri.]

5.         Belajar bareng teman-teman (belajar kelompok)

Kamu orangnya sangat familiar, ramah, dan suka menghargai pendapat orang lain. Kamu paling seneng berbagi segala sesuatu dengan sobat-sobatmu daripada kamu rasakan sendiri. Kadang karena sikap yang suka terlalu baik, membuat beberapa sahabatmu suka tergantung pada kamu. Oh ya, ada satu sifat lain yang mesti kamu benahi lagi biar makin oke, yaitu kurangi kebiasaan dugemmu bareng temen-temenmu! Tapi kalau keseringan, wah bisa jeblok prestasimu. Nggak ada salahnya kamu menolak ajakan yang nggak penting dari teman-temanmu. Ingat: kita nggak selamanya akan bersama-sama dengan teman terus? Ada saatnya kita harus mulai memikirkan hidup kita sendiri biar nggak nyesel di kemudian hari.

6.         Belajar tanpa ada satu suara yang mengganggu (tenang)

Agak egois dan mau menang sendiri. Kadang orang lain susah banget untuk menasihatimu. Dalam diskusi, biasanya kamulah yang menguasai pembicaraan. Kalau udah terlalu asyik, kamu jadi suka lupa diri dan nggak mau mendengarkan masukan orang lain. Jangan dipelihara kebiasaan ini. Tapi di balik kekuatanmu itu, kamu memiliki sifat yang cenderung tertutup. Orang lain suka nggak tahu apa sebenarnya kemauanmu. Kamu cepet banget merasa bete. Jika udah bete, kamu bisa diam dan menyendiri di kamar berjam-jam tanpa makan dan minum.

7.         Belajar dengan cara tebak-tebakan (model kuis)

Kocak berat, suka iseng. Itulah kelebihan sekaligus kekuranganmu. Menjadi kelebihan karena di manapun kamu berada, orang selalu gembira dengan kehadiranmu. Kamu paling pinter menghidupkan suasana, membuatnya menjadi lebih hangat dan seru. Ide-idemu cemerlang dan selalu ditunggu orang lain. Disebut kekurangan karena sikap kocakmu membuat kamu nggak dianggap serius oleh orang lain. Dan sifat isengmu kadang kelewatan, nggak dapat dibendung. Maka, hati-hati ya jangan sampai membuat orang sakit hati.

8.         Belajar di tempat terbuka

Suka tantangan, sportif berat. Itulah karakter/sifatmu. Kamu paling nggak betah berada dalam ruangan karena bisa membuat pikiran terbelenggu. Kamu lebih suka suasana berbau alam. Kamu suka di gunung, di pantai, atau menikmati alam pedesaan dengan segala keindahannya. Sifatmu yang ringan tangan membuat banyak orang menyayangi dan membutuhkanmu.

9.         Belajar sambil ngemil

Suka ngerumpi dan suka mengulang-ulang kesalahan. Bisa kok manusia melakukan  hal itu, tapi jangan keseringan dan keterusan. Ngerumpiin orang lain memang asyik banget, tapi kalau terlalu sering, malah akan dibuat-buat dan cari-cari. Nggak baik kalau ngerumpi terus, apalagi jika bahan rumpiannya nggak bener. Wah, bisa sakit hati tuh orang. Lebih baik kamu intropeksi diri dan membuang kebiasaan yang nggak sehat ini.

10.     Belajar sambil mondar-mandir

Kamu orangnya suka cuek. Konsentrasi nggak mudah pecah dalam situasi segawat apapun. Jarang orang punya sifat ini. Orang biasanya menganggapnya aneh. Aneh atau keras kepala ya? Ada baiknya juga yaitu: kamu nggak mudah terpancing dan terbawa emosi dan situasi. Pendirianmu cukup kuat, susah digoyahkan. Baik kalau hal yang ini dipertahankan.

 

Pertanyaan panduan:

1.    Manakah cara belajar yang paling tepat bagimu? Berikanlah alasanmu!

2.    Apakah cara belajar yang biasa kamu lakukan sesuai dengan salah satu dari 10 cara belajar tersebut?

Tulislah niat-niatmu untuk kamu lakukan setelah menjalani rekoleksi ini!

 

Pendampingan Rohani SMU

“Menjadi Dewasa dan Beriman”

Pendampingan Rohani Siswa-i Katolik SMA N 1 Kalasan Yogyakarta

Jumat, 20 Juli 2007

 

Susunan Acara

 

07.3008.00            :  Pembuka (Pengantar, tema, breaking ice, doa pembuka)

08.0009.00            :  Sessi I (Tahap Perkembangan Kepribadian, Motivasi)

09.0009.15            :  istirahat

09.1509.30            :  breaking ice

09.30 – 11.00:  Sessi II (Aku dan Kelompokku)

11.00 – 11.15            :  Persiapan Ibadat

11.15 – 12.00            :  Ibadat Penutup

 

Pembuka (Pengantar, tema, breaking ice, doa pembuka)

1.   Pengantar dari Panitia, Perkenalan diri

2.   Breaking Ice dengan dua macam permainan: 1) Deret Urut, 2) Nama Bola

à Deret Urut

·        Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok (min. 5 orang per kelompok).  Jumlah kelompok menyesuaikan.

·        Dalam kelompok, masing-masing anggota mencoba berbaris dari depan ke belakang sesuai dengan kriterium urutan yang diminta (umur, nama, tanggal lahir, hobi, dst.)

·        Jumlah kelompok dikurangi; jumlah anggota dalam satu kelompok semakin diperbesar. Akhirnya, semua menjadi satu deret atau lingkaran

 

à Nama Bola

·        Peserta diminta membentuk lingkaran.

·        Pendamping berdiri di tengah lingkaran sambil membawa bola tenis.

·        Pendamping menjelaskan aturan main permainan ini.

·        Pertama, bola itu akan diberikan dari satu peserta ke peserta lain sambil menyebut sebuah pesan yang versi panjangnya: “Saya A menyerahkan bola ini kepada B”. Pesan pokoknya memperkenalkan nama diri si pembawa bola kepada si penerima bola.

·        Kedua, setiap kali satu putaran selesai pendamping mencatat lama waktu permainan itu.

·        Kemudian, pendamping menantang peserta melakukan hal itu dalam waktu yang semakin singkat sampai kira-kira pada waktu yang secara nalar, tidak mencukupi untuk berkenalan.

3.   Istirahat dulu untuk mengatur napas.

4.   Memulai acara dengan doa pembuka.

 

Sessi I (Perkembangan Kedewasaan dari perkembangan motivasi)

1.    Pendamping menguraikan secara singkat bahwa semua peserta sudah masuk masa kedewasaan secara fisik. Tetapi, apakah mereka sudah dewasa secara psiko-spiritual, belum dapat diketahui.

2.    Pendamping, sambil membagikan kertas, mengatakan bahwa apa yang akan dilakukan kali ini akan membantu mereka mengetahui sampai pada tahap mana kedewasaan psiko-spiritual mereka.

3.    Pendamping meminta peserta menuliskan sepuluh [10] keinginan gila mereka yang ingin segera mereka penuhi apabila mereka dapat melakukan segalanya; mempunyai segala fasilitas; dan tidak terikat oleh siapa atau apapun di dunia ini. Mereka bebas dan mempunyai segala hal. Keinginan gila ini adalah keinginan yang spontan muncul, dan bukan dengan pemikiran yang panjang dan mendalam. Peserta diminta menuliskan keinginan mereka itu dalam waktu 10-15 menit saja. Tidak lebih.

4.    Pendamping mengajak peserta menganalisis apa yang mereka tulis dengan “7 tingkat motivasi”: kenikmatanà kesenanganà egolatriaà humanisà incarnatorisà religiusà mistik.

5.    Pendamping mengajak peserta keluar (lapangan basket). Membuat peserta menjadi dua kelompok. Menutup mata separuh kelompok, dan menyuruh yang ditutup matanya itu berjalan. Pertama, sendirian; lalu, dibimbing temannya dari belakang; kemudian, temannya berjalan bersamanya.

6.    Intinya, pendamping mengajak peserta untuk menyadari bahwa kehadiran orang lain penting artinya bagi pertumbuhan hidupnya. Kehadirannya pun penting bagi pertumbuhan orang lain.

~ Break 15 menit ~

Sessi II (Aku dan Kelompokku)

1.    Pendamping mengajak peserta menyanyi atau bermain (cabu-cabu-cacaca) untuk memecah kebekuan selama kira-kira lima belas [15] menit.

2.    Pendamping kembali mengulangi hal terakhir dalam sessi I: “Kehadiranku penting artinya bagi pertumbuhan orang lain. Kehadiran orang lain penting juga bagi pertumbuhanku”.

3.    Pendamping mengajak peserta mengasah kemampuan peserta dalam hidup bersama dengan beberapa permainan.

 

à  Naga Balon

·        Peserta diminta masuk kembali dalam kelompok kembali

·        Pendamping membagikan balon yang udah ditiup dan diberi tali kepada masing-masing peserta di setiap kelompoknya

·        Peserta mengalungkan balon itu di leher mereka masing-masing sedemikian rupa sehingga balon terletak di punggung mereka.

·        Setiap kelompok berbaris memanjang dari depan ke belakang, dan saling berhadapan dengan kelompok yang lain.

·        Pendamping memberitahukan aturan main permainan ini.

·        Pertama, setiap kelompok berlomba meletuskan sebanyak mungkin balon kelompok yang lain. Kedua, kelompok yang dapat mempertahankan balon paling banyak-lah yang akan menang.

 

à  Pipa Gila

·        Peserta diminta masuk kembali dalam kelompok kembali. Kali ini dalam dua kelompok sama besar.

·        Pendamping membagikan dua buah pipa masing-masing sepanjang dua meter kepada masing-masing kelompok

·        Setiap peserta dalam kelompok diminta berdiri selang-seling tetapi berhadap-hadapan.

·        Kemudian, mereka diminta mengangkat pipa itu dengan jari telunjuk.

·        Inti permainan, setiap orang harus bekerja bersama untuk memecahkan sebuah permasalahan.

 

      à Aku mempercayaimu


Ibadat Penutup

 

Nyanyian Pembuka

Doa Pembuka

Bacaan Injil

 

Garam itu baik, tetapi kalau menjadi tawar, mungkinkah diasinkan kembali?

 

Pembacaan dari Injil Markus (Mrk 9,42-50)

 

 “Siapa menyebabkan salah satu dari orang-orang yang kecil ini tidak percaya lagi kepada-Ku, lebih baik kalau batu penggilingan diikatkan pada lehernya, dan ia dibuang ke dalam laut. Kalau tanganmu membuat engkau berdosa, potonglah tangan itu! Lebih baik engkau hidup dengan Allah tanpa sebelah tangan daripada engkau dengan kedua belah tanganmu masuk ke neraka, yaitu api yang abadi.

 [Di sana api tidak bisa padam, dan ulat tidak bisa. Dan kalau kakimu membuat engkau berdosa, potonglah kaki itu. Lebih baik engkau hidup dengan Allah tanpa sebelah kakimu, daripada engkau dengan kedua belah kakimu dibuang ke dalam neraka. [Di sana api tidak bisa padam dan ulat tidak bisa. Kalau matamu menyebabkan engkau berdosa, cungkillah mata itu! Lebih baik engkau masuk Dunia Baru Allah tanpa satu mata, daripada engkau dengan kedua belah matamu dibuang ke dalam neraka. Di sana api tidak bisa padam dan ulat tidak bisa mati.

Setiap orang akan dimurnikan dengan api, seperti kurban disucikan dengan garam.

Garam itu baik, tetapi kalau menjadi tawar, mungkinkah diasinkan kembali? Jadi, hendaklah kalian menjadi seperti garam — hiduplah bersama-sama dengan rukun.”

 

Homili Singkat

Pembuatan Niat – Doa Umat – Bapa Kami

Doa Penutup

Pengumuman

Nyanyian Penutup